Selasa, 07 Maret 2017

PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai

Cirebon, All About Santri. Pengurus PCNU Cirebon memberikan penghargaan kepada beberapa kiai dan nyai atas pengabdian dan dedikasinya kepada NU semasa hidupnya. Di antara kiai dan nyai yang mendapatkan penghargaan ialah KH Abdullah Abbas (Buntet), KH Fuad Hasyim (Buntet), KH Hasanudin Kriyani (Buntet), KH Syarif Utsman Yahya (Kempek), KH Jafar Aqil Siradj (Kempek), KH Abdurrohman Ibnu Ubaidillah (Arjawinangun), KH Syafii (Gempol), Nyai Hj Zaenab (Buntet), KH Ibrohim Rozi (Plered), Nyi Hj Fariyah Amin (Ciwaringin).

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan disela-sela pengajian rutin Sabtu legi yang dilaksanakan pada tanggal 29 November Desember 2015 di Gedung NU Center Jl. Dewi Sartika Sumber pukul 13.00 s/d selesai.

PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Cirebon Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Kiai dan Nyai

Menurut KH Tolkha Nawawi atau biasa disapa dengan panggilan Abah. Nama-nama Kiai dan nyai yang mendapat penghargaan tersebut, tidak ditentukan oleh satu pihak saja, melainkan hasil kesepakatan semua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Cirebon.

Pengajian ini rutin dilakukan setiap bulannya, tepatnya pada setiap hari Sabtu Legi. Oleh karena itu, pengajian ini lebih dikenal dengan sebutan Halaqoh Sabtu Legi.

All About Santri

Dalam setiap pertemuannya, pemateri (yang memimpin ngaji) selalu berbeda-beda. Pada bulan ini, pematerinya adalah KH Husein Muhammad, pengasuh pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun.

All About Santri

Seluruh pengurus dan keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon hadir dalam pengajian itu, diantaranya adalah Rais Syuriyah (KH Usamah Mansyur), Ketua Tanfidziyah (KH Ali Murtadlo), Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (KH Tolkha Nawawi) dan semua perwakilan dari semua banom-banom Nahdlatul Ulama Kab. Cirebon.

Sebagai Rais Syuriyah PCNU Kab. Cirebon KH Usamah Mansyur berharap, pengajian rutin halaqoh Sabtu legi ini terus ada. Karena di samping menuntut ilmu, menambah pengetahuan, ini juga salah satu media untuk bersilaturahmi antar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Cirebon dengan semua banom-banom NU lainnya. (Nur Jannah/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63985/pcnu-cirebon-berikan-penghargaan-pada-sejumlah-kiai-dan-nyai

All About Santri

Sabtu, 18 Februari 2017

KLH Way Kanan: Ansor Membuat Kami Memiliki Teman

Way Kanan, All About Santri
Kepala Kantor Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Way Kanan Provinsi Lampung Rinaldi mengapresiasi PC GP Ansor yang mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020."

"Upaya tersebut membuat kami yang selama ini merasa sendiri menangani persoalan lingkungan hidup menjadi merasa memiliki teman dengan adanya silaturahmi sejumlah organisasi non goverment membahas aksi Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020. Terima kasih atas prakarsanya," ujar Rinaldi melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Kasi Wasdal) Arif Radigusman di Blambangan Umpu, Sabtu (6/2).

Hadir dalam pertemuan di KLH Way Kanan antara lain Pemuda Muhammadiyah, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), GP Ansor, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak, Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula) dan alumni Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN).

Organisasi-organisasi tersebut berkomitmen untuk beraksi pada 21 Februari 2016 pukul 06.00 WIB dari sejumlah titik dan berkumpul di Monumen Mayjend Ryacudu pukul 10.00 WIB.

"Dengan segala keterbatasan dan kondisi, KLH Way Kanan berkomitmen untuk mendukung gerakan semacam itu. KLH Way Kanan berharap, isu lingkungan hidup bisa dianggap oleh masyarakat sehingga mereka bisa mengerti dan paham mengenai apa dan bagaimana lingkungan hidup. Persoalan lingkungan hidup persoalan kita bersama sehingga perlu bergandeng tangan dalam mengatasinya," ujar Arif lagi.

Islam adalah rahmatan lil alamin, yang mana syariatnya tidak hanya untuk umat islam saja tapi bagi semesta alam sebagai Rahmat dari Allah. Bahkan diutusnya Nabi Muhammad adalah sebagai rahmat, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya: 107 ????? ????????????? ?????? ???????? ???????????????. Wamaa arsalnaaka ilaa rahmatal(n)-lilaalamiin(a). "Tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekian alam."

Dalam surat Ar-Ruum: 41 Allah SWT berfirman: ?????? ?????????? ??? ???????? ??????????? ????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ???????????. Zhaharal fasaadu fiil barri wal bahri bimaa kasabat aidiinnaasi liyudziiqahum badhal-ladzii amiluu laallahum yarjiuun(a). "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, (yang) disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

"Menjadi penting bagi Gerakan Pemuda Ansor mengimplentasikan firman melalui perbuatan, salah satunya ikut serta menjaga lingkungan hidup. Terima kasih buat sahabat-sahabat dan saudara-saudara kami yang memiliki persepsi sama mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup untuk saat ini dan esok. Kami juga mengundang organisasi lain di daerah ini untuk beraksi bersama pada 21 Februari," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Pada aksi tersebut nantinya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Munawar menyatakan siap menampung sampah bisa didaur ulang seperti botol air mineral sehubungan pihaknya memiliki bank sampah "Bumea". (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)



Dari : /post/read/65564/klh-way-kanan-ansor-membuat-kami-memiliki-teman

Pemuda NU Mesti Jadi Pelaku Pasar MEA

Jakarta, All About Santri
Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) kabupaten Garut melihat posisi penting pemuda di tengah kondisi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berlangsung sejak awal 2015. Menurut mereka, para pemuda dituntut untuk lebih berdaya saing tinggi baik di bidang jasa maupun barang.
<>
Isu ini mengemuka pada seminar bertajuk peran pemuda di tengah MEA. Menurut Ketua Panitia Nurul Fatonah, para pemuda NU harus siap menghadapi MEA sebagai salah satu tantangan terbesar anak muda NU ke depan. Hal ini dimaksudkan agar para Pemuda NU dapat bersaing dalam komunitas pasar Asean yang sangat ketat, bukan hanya sebagai penikmat namun juga sebagai pelaku pasar.

Dengan populasi lebih dari 30 persen lebih, pemuda menjadi modal penting bagi NU untuk bisa mengembangkan para pemuda dalam usahanya. "Potensi para pemuda Garut sangat luar biasa, mulai dari para pelajar juga sangat banyak potensi usahanya," katanya usai menyelenggarakan acara tersebut.

Dengan populasi para pemuda yang dominan, maka pemerintah setempat mesti memanfaatkan populasi tersebut. "Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam menghadapi MEA, apalagi di Garut sendiri masih banyak masyarakat yang belum paham terhadap MEA," ungkapnya.

Menurut Nurul sendiri, MEA bukan sebuah ancaman akan tetapi harus dihadapi dan dilihat ke depan. MEA sendiri merupakan sebuah tantangan bagi para pemuda untuk bisa menantang kemampuannya.?

Kasi Kemitraan dan Kelembagaan Dispora Garut Kusman Maulud mengatakan bahwa pihaknya sendiri sudah mempersiapkan dan beberapa program dalam menghadapi MEA. "Terutama untuk mendongkrak ekonomi masyarakat terutama pemudanya," katanya.

Menurutnya berbagai bentuk program tersebut dikhususkan pada kewirausahaan pemuda. Kelompok usaha pemuda produktif sudah direncanakan mencakup 4 ribuan kelompok usaha pemuda yang terdiri dari 10 orang. Menurutnya nantinya para pemuda tersebut diberikan spesialisasi bidang masing-masing.

"Apakah ternak lele, ikan, jamur, dan pada tahun ini ada 125 yang akan digulirkan sebagai bentuk pengurangan pengangguran," katanya. (Red Alhafiz K)

Dari : http://nu.or.id/post/read/59373/pemuda-nu-mesti-jadi-pelaku-pasar-mea

Rombongan Kirab Hari Santri Disambut Semarak di Tugu Proklamasi

Jakarta, All About Santri
Sekitar 50 orang rombongan Kirab Hari Santri dan Resolusi Jihad NU akhirnya tiba di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (22/10), tepat pada puncak peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2015.
<>
Mereka yang menempuh perjalanan sejak 18 Oktober lalu dari Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, ini disambut meriah ribuan pelajar-santri dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Jabodetabek, serta para kader IPNU dan IPPNU. Kibaran bendera Merah Putih dan Nahdlatul Ulama terlihat di berbagai sudut.

Rombongan Kirab Hari Santri sebelumnya ? menempuh perjalanan menggunakan empat bus mini dan singgah di sejumlah titik di kawasan Pantura. Mereka melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh NU, silaturahim ke kiai-kiai dan pesantren, serta membacakan teks Resolusi Jihad dan Ikrar Santri.

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam orasinya menegaskan bahwa Hari Santri tidak monopoli milik murid-murid pesantren, melainkan seluruh umat Islam Indonesia yang mempunyai kesamaan spirit kebangsaan. "Insyaallah ini akan ekspor ke luar negeri. Kita tunjukkan Islam Indonesia punya ciri khas," ujarnya.

Hadir dalam kesempatan ini Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Rais Aam PBNU KH Maruf Amin bersama pengurus syuriyah dan tanfidziyah PBNU lain, para pimpinan ormas Islam, para pimpinan badan otonom NU, para kiai, serta beberapa kelompok pasukan TNI.

KH Maruf Amin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang sudah menandatangani penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober dan mendeklarasikannya Kamis (22/10) siang ini. Menurutnya, Resolusi Jihad mesti direvitalisasi maknanya sesuai dengan kekinian, dari jihad perang menjadi jihad perbaikan bagi kehidupan bangsa Indonesia. (Mahbib)

Dari : /post/read/62986/rombongan-kirab-hari-santri-disambut-semarak-di-tugu-proklamasi

Gus Mus: Jangan Percaya ke Media yang Menyudutkan Kiai NU

All About Santri - Banyak wejangan yang diterima 15 pengurus GP Ansor Giligenting Kabupaten Sumenep saat sowan ke KH Musthofa Bisri (Gus Mus) di Rembang, Ahad (25/12). Mereka diminta untuk melakukan verifikasi atas segala bentuk berita di era banjirnya informasi ini.

Gus Mus: Jangan Percaya ke Media yang Menyudutkan Kiai NU
Gus Mus: Jangan Percaya ke Media yang Menyudutkan Kiai NU


"Jangan percaya terhadap media-media yang menyudutkan kiai NU. Apalagi men-sharenya tanpa tahu media dan penulisnya," ujar Gus Mus yang disimak secara khidmat oleh Ketua GP Ansor Giligenting Rudy Hartono dan sahabat-sahabat.

Gus Mus juga menegaskan agar GP Ansor terus berada di garda terdepan dalam menjaga NU dan NKRI. Salah satunya dengan tidak mudah percaya dengan pemuka agama agama masa kini yang tidak jelas asal-usul dan sanad keilmuannya.

"Harus tahu latar belakang dari pemuka agama tersebut. Hati-hati dengan lembaga-lembaga fatwa karena sudah banyak tokoh agama yang tidak berpaham Aswaja di dalamnya," tukas Gus Mus. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/gus-mus-jangan-percaya-ke-media-yang-menyudutkan-kiai-nu.html

Klarifikasi MUI Terhadap Fitnah Irfan Helmi

All About Santri - Rilis Ketika Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath Thayyib Dijadikan Alat Propaganda dan Fitnah oleh kaum wahabi.

Klarifikasi MUI Terhadap Fitnah Irfan Helmi
Klarifikasi MUI Terhadap Fitnah Irfan Helmi


Berikut klarifikasi MUI Pusat terkait broadcast seorang wahabi di MUI bernama Irfan Helmi:

Terhadap peredaran catatan berjudul "Rangkuman sikap Pimpinan MUI thd ceramah Syaikh Akbar al-Azhar, Syaikh Ahmad Muhammad ath-Thayyib al-Asy'ariy di kantor MUI pada Senin, 22 Feb 2016" yang ditulis Irfan Helmi, dinyatakan bukan dari MUI dan bukan resume hasil pertemuan syaikh al-Azhar dengan MUI. Prof. Dr. Syaikh Ahmad at-Thayyib merupakan Grand Syaikh al-Azhar yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh MUI. Untuk hal tersebut agar tidak terjadi salah faham maka segala Informasi tentang kunjungan Syaikh Al Azhar ke MUI bisa berkomunikasi dan mendapat penjelasan dari KH Muhyiddin Junaidi, MA, Ketua MUI bidang Kerjasama Luar Negeri.

Sekretariat MUI Jakarta, 24 Februari 2016

Source: http://mui.or.id/homepage/berita/klarifikasi-mui-tentang-rangkuman-sikap-mui-terhadap-ceramah-grand-syaikh-al-azhar.html


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/klarifikasi-mui-terhadap-fitnah-irfan.html

Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU

All About Santri - Puluhan warga Kalilopo, Klumpit, Gebog, Kudus berduyun-duyun datang ke rumah Kusiri (alm) untuk tahlilan hari ke-5 wafat tuan rumah. Padahal, warga sekitar tahu jika Kusiri selama ini dikenal sebagai anggota Muhammadiyah aktif di Kudus.

Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU
Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU


Setelah ditelusuri, Kusiri memang sengaja menyekolahkan ketiga anaknya, masing-masing Ulin Nihayah, Eva dan Dewi ke sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU dengan harapan agar kelak ketika

meninggal, ada yang menahlilkan. Saksi yang mendengarkan cita-cita almarhum tersebut bernama Turikan, warga Kalilopo Rt. 02 Rw. 04.

Di Muhammadiyah, dari dulu upacara tahlilan berjama’ah dalam rangka mendoakan orang yang sudah wafat adalah perkara tabu. Bahkan sebagian mereka mengatakan bid’ah karena tidak pernah dilaksanakan pada zaman Nabi.

Semua anak Kusiri adalah lulusan MA NU Hasyim Asy’ari Gebog Kudus. Walau dia aktif sebagai anggota Muhammadiyah, harapan untuk mendapatkan amal jariyah berupa doa dari anak sangat tinggi.

Barangkali, Kusiri adalah ayah yang beruntung karena semua anaknya masuk sekolah di lingkungan NU. Tanpa ada rasa gengsi, madrasah NU jadi pilihan mencerdaskan anak-anaknya agar mengenal berbakti kepada orang tua. Jika saja dia pengurus Muhammadiyah, mungkin saja ia gengsi menyekolahkan anaknya ke madrasah NU. Barokah, Pak! [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/agar-ditahlilkan-anggota-muhammadiyah-menyekolahkan-anaknya-ke-madrasah-nu.html

Jumat, 17 Februari 2017

Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus?

All About Santri - Berawal dari diutusnya Rasulullah di akhir zaman, para ulama ada yang menafsirkan bahwa masa akhir zaman tidaklah lama. Dalam sebuah hadis, Nabi menyebut masa umat Islam diantara umat lain sebelumnya adalah seperti waktu Ashar ke Maghrib (HR al-Bukhari). Dari hadis ini, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus?
Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus?


ﻭاﺳﺘﺪﻝ ﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺑﻘﺎء ﻫﺬﻩ اﻷﻣﺔ ﻳﺰﻳﺪ ﻋﻠﻰ اﻷﻟﻒ ﻷﻧﻪ ﻳﻘﺘﻀﻲ ﺃﻥ ﻣﺪﺓ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻧﻈﻴﺮ ﻣﺪﺗﻲ اﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻭاﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻗﺪ اﺗﻔﻖ ﺃﻫﻞ اﻟﻨﻘﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﺪﺓ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﺇﻟﻰ ﺑﻌﺜﺔ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺃﻟﻔﻲ ﺳﻨﺔ

Hadis ini dijadikan dalil bahwa umat Muhammad akan tetap ada lebih dari 1000 tahun. Sebab masa Yahudi adalah 2x lipat dari masa Nasrani dan Islam. Ahli sejarah sepakat bahwa masa Yahudi sampai diutusnya Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama adalah lebih dari 2000 tahun (Fathul Bari 4/449)

Disabdakan dalam hadis lain:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إنّ الله لن يعجزني في أمّتي أن يؤخّرها نصف يوم قيل: كم نصف ذلك اليوم، قال: خمسمائة سنة .

Sabda Nabi: "Allah tidak akan membuatku lemah di dalam umatku, untuk diakhirkan setengah hari". Berapakah setengah hari? Ia berkata: "500 tahun" (HR Abu Nuaim. Redaksi lain diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad)

Dari beberapa riwayat ini al-Hafidz as-Suyuthi berkesimpulan:

قال الإمام السيوطي: الذي دلّت عليه الآثار أنّ مدة هذه الأمّة تزيد على الألف ولا تبلغ الزيادة خمسمائة أصلاً (رسالة: الكشف عن مجاوزة هذه الأمّة الألف).

"Berdasarkan petunjuk dari beberapa dalil bahwa umat Muhammad ini akan melewati 1000 tahun dan tidak akan bertambah dari 500 tahun" (al-Kasyf an Mujawazat Hadzihi al-Ummah al-Alf)

Namun al-Hafidz Ibnu Hajar menyampaikan atsar lain yang menunjukkan hidup ini tidak berakhir secepat 1500 tahun:

ﻭﻗﺪ ﺃﺧﺮﺝ ﻣﻌﻤﺮ ﻓﻲ اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻦ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻧﺠﻴﺢ ﻋﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻗﺎﻝ ﻣﻌﻤﺮ ﻭﺑﻠﻐﻨﻲ ﻋﻦ ﻋﻜﺮﻣﺔ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻛﺎﻥ ﻣﻘﺪاﺭﻩ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺃﻟﻒ ﺳﻨﺔ ﻗﺎﻝ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﻦ ﺃﻭﻟﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮﻫﺎ ﻳﻮﻡ ﻣﻘﺪاﺭﻩ ﺧﻤﺴﻮﻥ ﺃﻟﻒ ﺳﻨﺔ ﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﻛﻢ ﻣﻀﻰ ﻭﻻ ﻛﻢ ﺑﻘﻲ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

Ma'mar meriwayatkan dalam al-Jami' dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, Ma'mar berkata dari Ikrimah dalam firman Allah "...Dalam sehari yang kadarnya adalah 50 ribu tahun..." [al-Maarij: 4]. Ikrimah berkata: "Dunia sejak awal hingga akhir adalah sehari yang kadarnya adalah 50 ribu tahun. Tidak ada yang tahu sudah berapa tahun terlewati dan masih sisa berapa tahun lagi kecuali Allah" (Fathul Bari, 11/352)

Ma'ruf Khozin, anggota di Aswaja NU Center Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/usia-umat-islam-sampai-1500-tahun-sejak-nabi-diutus.html

Musabaqah Kitab Kuning Penting untuk Jaga Tradisi Keilmuan NU

Pringsewu, All About Santri


Maraknya kegiatan beberapa partai yang menggelar Musabaqah Kitab Kuning patut disyukuri oleh segenap kalangan khususnya warga Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut menurut Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung Ustadz Munawir, dapat menjadi ajang tepat untuk menjaga tradisi keilmuan NU.

"Ngaji kitab kuning memang tradisi yang sangat erat kaitannya dengan pesantren. Perlu kita bersyukur karena sudah ada Partai yang mau ikut menjaga tradisi NU ini, bukan sebaliknya, NU yang menjaga tradisi partai," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (18/3).

Munawir mengingatkan pula kepada partai politik khususnya para politisi yang menggelar kegiatan tersebut untuk tidak hanya berorientasi mendapatkan simpati warga NU. "Sebaiknya kegiatan ini diagendakan secara rutin jangan hanya ketika memiliki kepentingan, baru dilaksanakan," ujarnya.

Dengan adanya kegiatan baik kajian maupun lomba yang berhubungan dengan kitab-kitab kuning ini, tuturnya, maka masyarakat khususnya umat Islam akan lebih menyadari pentingnya pemahaman dan pengkajian kitab kuning sebagai sumber referensi keilmuan maupun hukum Islam.?

"Al-Quran dan Hadits merupakan sumber utama yang tentu harus ditafsirkan secara kontekstual melalui kitab-kitab karya ulama. Penafsiran tersebut juga harus dari para Ulama yang ahli. Bukan dari orang yang mengaku ulama dengan keilmuan yang minim berdasarkan nalar mereka sehingga penafsirannya pun kaku dan terkesan serampangan," terangnya.

Lebih lanjut Gus Nawir -panggilan akrabnya- juga merasa prihatin atas fenomena banyak kitab kuning karya para ulama besar sekarang ini yang dihilangkan atau diganti beberapa bagian kalimatnya untuk kepentingan beberapa kelompok.?

"Sekarang ini kita harus berhati-hati khususnya ketika mendapatkan atau pun mengunduh kitab dari internet yang sumbernya tidak jelas. Banyak yang sudah dimanipulasi oleh orang tidak bertanggungjawab," ingatnya.

Oleh karenanya, kegiatan lomba atau musabaqah seperti yang sedang ramai dilaksanakan oleh beberapa partai ini akan dapat menjadi tempat juga untuk menjaga orisinalitas dari kitab-kitab karangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah.

"Mari kita jaga aset berharga berupa kitab kuning karya para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ikhtiar menjaga ilmu dan amaliyah kita sehingga umat Islam benar-benar mendapatkan sumber hukum yang tepat dari para ulama yang alim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari : http://nu.or.id/post/read/66617/musabaqah-kitab-kuning-penting-untuk-jaga-tradisi-keilmuan-nu

Rahasia Rizki Bertambah Banyak

All About Santri - Agar rizki bertambah banyak dan melimpah berkah, simak hadits sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Rahasia Rizki Bertambah Banyak
Rahasia Rizki Bertambah Banyak


"إنّ اللهَ تَعالى يُنْزِلُ الرِّزْقَ عَلَى قَدْرِ الْمُؤْنَةِ، وَيُنَزِّلُ الصَّبْرَ علىَ قَدْرِ البَلاَءِ".

Sesungguhnya Allah ta’ala akan menurunkan rizki seseorang sesuai dengan biaya yang dibutuhkan, dan menurunkan kesabaran sesuai dengan malapetaka yang menimpa. (HR al-Bazzar, Kasyf al-Astar [1506]).

Maksud hadits ini, Allah akan membantu rizki seseorang sesuai dengan kadar biaya yang diperlukan. Semakin banyak keluarga yang menjadi tanggungannya, semakin mudah pula rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Dulu ada seorang santri yang mengadu kepada gurunya, karena kesulitan ekonomi yang menghimpit kehidupannya. Ternyata sang guru menyuruhnya untuk menikah. Murid itu heran, sedangkan ia untuk membiayai dirinya saja tidak mampu, justru disuruh menikahi wanita yang akan menjadi tanggungannya.

Akan tetapi murid itu menjalankan saran gurunya. Kemudian karena kesulitan ekonomi tidak kunjung pergi, ia mengadu lagi kepada gurunya. Ternyata gurunya menyuruhnya untuk menempati sebuah rumah, dan menyuruhnya untuk memelihara hewan ternak serta memanggil pembantu untuk bekerja kepadanya.

Ternyata setelah murid ini melakukan semua saran gurunya, Allah melapangkan rizkinya setelah itu. Sepertinya gurunya mengambil saran tersebut dari hadits di atas. Seseorang semakin banyak tanggungan dalam keluarganya, semakin banyak pula rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya. (Syaikh Abdullah bin Sa’id al-Lahji, Muntaha al-Sul ‘ala Wasail al-Wushul, juz 3 hlm 331). [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/rahasia-rizki-bertambah-banyak.html

Santri Polewali Mandar: Negara Khilafah Bukan Solusi

Jakarta, All About Santri
Forum Santri Pambusuang dan Campalagian kabupaten Polman, dengan tegas menolak paham anti NKRI. Mereka mengajak masyarakat untuk memastikan bersihnya lingkaran pergaulan anak-anak mereka dari pengaruh gerakan-gerakan makar terhadap negara.
<>
Pernyataan itu disampaikan pada acara temu ulama dan tokoh umat Islam yang dihelat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) , di Lapeo, Campalagian, Polman, Ahad (19/4).

"Kami menolak pemikiran HTI. Kami mengajak masyarakat untuk berpikir jernih. Kami mengajak masyarakat turut serta berjuang atas nama agama, negara, dan kemanusiaan," tegas Busyra, salah seorang santri Campalagian.

Busyra yang juga kader Ansor Polman ini menegaskan bahwa perbaikan tatanan masyarakat bisa dilakukan tanpa harus mendirikan sistem khilafah.

"Kami mengkhawatirkan agenda-agenda ormas yang mengabaikan negara dan pemerintah," jelasnya.

Sementara salah seorang santri Pambusuang, Mustakim, mengingatkan masyarakat dan ormas Islam untuk senantiasa bersama-sama meneladani perjuangan para ulama terdahulu yang berperan serta mendirikan negara Republik Indonesia.

"Jangan mengganti dasar negara, kita telah punya Bhineka Tunggal Ika, dan Pancasila. NKRI harga mati," kata Mustakim.

Ia pun menegaskan, santri yang berdomisili di Campalagian dan Pambusuang kabupaten Polman, tidak akan mendukung bentuk negara khilafah. "Silakan berwacana soal negara khilafah, tapi kami tak akan mendukung dan tetap berdiri menjaga NKRi," jelas penggiat sejarah Islam Nusantara ini.

Selain penolakan dari Forum Santri, agenda HTI yang dilangsungkan di Lapeo, Campalagian kabupaten Polman ini, juga ditolak oleh generasi muda keluarga Imam Lapeo.

"Di keluarga Imam Lapeo ditanamkan untuk mencintai agama dan negara sekaligus dalam satu tarikan nafas. Jika ada ormas Islam yang tidak bernafaskan mencintai agama dan negara, tentu kami menolak," tandas Ahmad Arfah. (Red. Alhafiz K)

Dari : /post/read/58985/santri-polewali-mandar-negara-khilafah-bukan-solusi

Malam Ini GP Ansor Jawa Tengah Dilantik

Rembang, All About Santri
Pimpinan Pusat GP Ansor melantik Kepengurusan GP Ansor Jawa Tengah di pesantren Raudhotut Tholibien, Leteh, Rembang, Senin (13/10). Sebelum pelantikan, Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri memimpin halaqoh alim ulama muda yang diikuti perwakilan cabang GP Ansor seprovinsi Jawa Tengah.
<>
Bendahara GP Ansor Rembang Khamid mengatakan, "Leteh khususnya pesantren Gus Mus masih menjadi tempat favorit bagi setiap even kegiatan NU mulai kegiatan cabang hingga kegiatan Pusat."

Forum halaqoh ini, kata Khamid, diharapkan memperetat ukhuwah para pemuda dalam menjaga Khittah NU.

Sementara Agus Iswanto dari IPNU Rembang menyatakan, pihaknya berbahagia atas pelantikan pengurus Ansor Jateng di Rembang. Agus berharap GP Ansor mengayomi aktivis IPNU sebagai pengayom adik-adiknya. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari : /post/read/55077/malam-ini-gp-ansor-jawa-tengah-dilantik

Rabu, 07 Desember 2016

Rektor Universitas Lebanon: Islam Bukan Agama Sektarian

Jakarta, All About Santri. Rektor Universitas Kulliyatud Dawah Lebanon Syekh Abdun Nasser Jabri menyebut Islam sebagai agama pembawa rahmat bagi segenap makhluk. Karenanya pemeluk Islam di belahan dunia mana pun mengemban tugas untuk mewujudkan misi tersebut dan mendorong upaya-upaya perbaikan untuk semesta alam.

Islam adalah agama Allah. Islam bukan aliran politik, bukan paham kelompok. Islam hadir untuk membawa kemaslahatan bagi segenap umat manusia, kata Syekh Naser Jabri kepada All About Santri di sela pertemuan forum International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/5) sore.

Rektor Universitas Lebanon: Islam Bukan Agama Sektarian (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor Universitas Lebanon: Islam Bukan Agama Sektarian (Sumber Gambar : Nu Online)


Rektor Universitas Lebanon: Islam Bukan Agama Sektarian

Menurutnya, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk bersikap eksklusif apalagi mendorong umatnya untuk membentuk kelompok politik tertentu atau bersikap keras terhadap umat lain. Islam justru meminta pemeluknya untuk bergaul dengan komunitas pemeluk agama lain.

Ini sudah dicontohkan Rasulullah SAW ketika membangun masyarakat di Kota Madinah. Di sana Nabi Muhammad SAW merangkul komunitas pemeluk Yahudi dan Nasrani, tegas Syekh Naser dalam Bahasa Arab.

All About Santri

All About Santri

Untuk itu gagasan Islam moderat dan toleran yang dikampanyekan Nahdlatul Ulama (NU) di forum ini layak untuk disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Di samping mengingatkan umat Islam, forum ini juga menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa Islam mendorong dan mengupayakan perdamaian dunia, ujar peserta forum Isomil asal Libanon, Syekh Nasser Jabri dengan suara lembutnya. (Alhafiz K)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68090/rektor-universitas-libanon-islam-bukan-agama-sektarian

Minggu, 13 November 2016

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah

Tegal, All About Santri. Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Dukuhturi KH Muhmmad Abdu Suud menuturkan bahwa ajaran Ahlusunah wal Jamaah (Aswaja) sangat penting diterapkan di Sekolah. Pasalnya, Aswaja merupakan ruh islam rahmatan lil alamin.

Kita jangan terjebak dengan statemen atau omongan orang yang tidak tahu persis masalah agama, karena sebagain orang memeringati maulid Nabi seperti ini dianggap biah, tutur KH Muhammad Abdus Suud ketika mengisi acara peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di SMP N1 Dukuhturi, Tegal Jawa Tengah, Kamis (6/2).

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)


Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah

Kegiatan yang dibalut dalam tema "Ngaji Bareng Para Kiai" itu dihadiri oleh para pejabat yang semuanya adalah alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi. Terlihat kepala desa Kepandean, pengawas dikpora kecamatan, kepala seksi SMP Dinas Dikpora, guru alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi, hingga kepala sekolah SMP Negeri 1 Dukuhturi .

All About Santri

Sementara ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasyari yang juga kepala bidang pendidikan dasar Dikpora Kabupaten Tegal memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada SMP Negeri 1 Dukuhturi yang berhasil menyelenggarakan peringatan maulud Nabi Muhammad SAW yang menurutnya spektakuler.

Saya terus terang saja merasa prihatin terhadap dunia pendidikan yang berkembang saat ini, yang makin jauh dari pendidikan moral agama Islam. Oleh karena itu, kegiatan seperti inilah yang mesti dicontoh oleh sekolah sekolah lain di Kabupaten Tegal. Kegiatan keagamaan terutama Ngaji Bareng Para Kiai yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Dukuhturi saat ini merupakan sebuah kebutuhan. katanya

Wasyari juga berharap pendidikan moral keagamaan terus dikembangkan di SMP Negeri Dukuhturi supaya mampu mencetak generasi bangsa yang berwawasan moral agama. Ia juga menegaskan bahwa yang hadir dalam acara ini adalah semua pejabat-pejabat yang semuanya adalah alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi.

All About Santri

Kepala SMP Negeri 1 Dukuhturi Drs. H Alfatah mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Osis SMP Negeri 1 Dukuhturi, yang telah bekerja keras dalam mensukseskan acara ini. Ia juga menyampaikan prestasi yang telah diraih SMP Negeri 1 Dukuhturi dalam berbagai hal.

Insyaallah kedepan apa yang telah disampaikan oleh orang tua kita, baik para kia atau pun pejabat akan kami jadikan pegangan untuk menentukan kebijakan di sekolah, kata Alfatah yang juga Kabid Pendidkan Dasar PC Maarif NU Kabupaten Tegal. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50008/aswaja-penting-diterapkan-di-sekolah

All About Santri

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock