Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

Musabaqah Kitab Kuning Penting untuk Jaga Tradisi Keilmuan NU

Pringsewu, All About Santri


Maraknya kegiatan beberapa partai yang menggelar Musabaqah Kitab Kuning patut disyukuri oleh segenap kalangan khususnya warga Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut menurut Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung Ustadz Munawir, dapat menjadi ajang tepat untuk menjaga tradisi keilmuan NU.

"Ngaji kitab kuning memang tradisi yang sangat erat kaitannya dengan pesantren. Perlu kita bersyukur karena sudah ada Partai yang mau ikut menjaga tradisi NU ini, bukan sebaliknya, NU yang menjaga tradisi partai," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (18/3).

Munawir mengingatkan pula kepada partai politik khususnya para politisi yang menggelar kegiatan tersebut untuk tidak hanya berorientasi mendapatkan simpati warga NU. "Sebaiknya kegiatan ini diagendakan secara rutin jangan hanya ketika memiliki kepentingan, baru dilaksanakan," ujarnya.

Dengan adanya kegiatan baik kajian maupun lomba yang berhubungan dengan kitab-kitab kuning ini, tuturnya, maka masyarakat khususnya umat Islam akan lebih menyadari pentingnya pemahaman dan pengkajian kitab kuning sebagai sumber referensi keilmuan maupun hukum Islam.?

"Al-Quran dan Hadits merupakan sumber utama yang tentu harus ditafsirkan secara kontekstual melalui kitab-kitab karya ulama. Penafsiran tersebut juga harus dari para Ulama yang ahli. Bukan dari orang yang mengaku ulama dengan keilmuan yang minim berdasarkan nalar mereka sehingga penafsirannya pun kaku dan terkesan serampangan," terangnya.

Lebih lanjut Gus Nawir -panggilan akrabnya- juga merasa prihatin atas fenomena banyak kitab kuning karya para ulama besar sekarang ini yang dihilangkan atau diganti beberapa bagian kalimatnya untuk kepentingan beberapa kelompok.?

"Sekarang ini kita harus berhati-hati khususnya ketika mendapatkan atau pun mengunduh kitab dari internet yang sumbernya tidak jelas. Banyak yang sudah dimanipulasi oleh orang tidak bertanggungjawab," ingatnya.

Oleh karenanya, kegiatan lomba atau musabaqah seperti yang sedang ramai dilaksanakan oleh beberapa partai ini akan dapat menjadi tempat juga untuk menjaga orisinalitas dari kitab-kitab karangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah.

"Mari kita jaga aset berharga berupa kitab kuning karya para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ikhtiar menjaga ilmu dan amaliyah kita sehingga umat Islam benar-benar mendapatkan sumber hukum yang tepat dari para ulama yang alim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari : http://nu.or.id/post/read/66617/musabaqah-kitab-kuning-penting-untuk-jaga-tradisi-keilmuan-nu

Rahasia Rizki Bertambah Banyak

All About Santri - Agar rizki bertambah banyak dan melimpah berkah, simak hadits sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Rahasia Rizki Bertambah Banyak
Rahasia Rizki Bertambah Banyak


"إنّ اللهَ تَعالى يُنْزِلُ الرِّزْقَ عَلَى قَدْرِ الْمُؤْنَةِ، وَيُنَزِّلُ الصَّبْرَ علىَ قَدْرِ البَلاَءِ".

Sesungguhnya Allah ta’ala akan menurunkan rizki seseorang sesuai dengan biaya yang dibutuhkan, dan menurunkan kesabaran sesuai dengan malapetaka yang menimpa. (HR al-Bazzar, Kasyf al-Astar [1506]).

Maksud hadits ini, Allah akan membantu rizki seseorang sesuai dengan kadar biaya yang diperlukan. Semakin banyak keluarga yang menjadi tanggungannya, semakin mudah pula rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Dulu ada seorang santri yang mengadu kepada gurunya, karena kesulitan ekonomi yang menghimpit kehidupannya. Ternyata sang guru menyuruhnya untuk menikah. Murid itu heran, sedangkan ia untuk membiayai dirinya saja tidak mampu, justru disuruh menikahi wanita yang akan menjadi tanggungannya.

Akan tetapi murid itu menjalankan saran gurunya. Kemudian karena kesulitan ekonomi tidak kunjung pergi, ia mengadu lagi kepada gurunya. Ternyata gurunya menyuruhnya untuk menempati sebuah rumah, dan menyuruhnya untuk memelihara hewan ternak serta memanggil pembantu untuk bekerja kepadanya.

Ternyata setelah murid ini melakukan semua saran gurunya, Allah melapangkan rizkinya setelah itu. Sepertinya gurunya mengambil saran tersebut dari hadits di atas. Seseorang semakin banyak tanggungan dalam keluarganya, semakin banyak pula rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya. (Syaikh Abdullah bin Sa’id al-Lahji, Muntaha al-Sul ‘ala Wasail al-Wushul, juz 3 hlm 331). [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/rahasia-rizki-bertambah-banyak.html

Kamis, 03 Mei 2012

Makna dan Keutamaan Bulan Sya’ban

All About Santri - Sya’ban dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf. Syin, ain, ba’, alif dan nun. Huruf syin mewakili kata syaraf yang bermakan kemuliaan. Huruf ain adalah singkatan dari ‘uuwwi yang berarti tingkat tinggi. Huruf ba’ dari kata birr yaitu kebaikan. Adapun alif dari kata ulfah yang mengandung makna kasih sayang. Sedangkan nun dari kata nur yang berarti cahaya. Inilah segala predikat yang melekat dalam bulan Sya’ban yang disediakan oleh Allah SWT. untuk hamba-hambanya.

Pada bulan Sya’ban inilah Allah membuka pintu-pintu kebaikan dan menurunkan berkah-Nya dan pada bulan inilah Allah swt bershalawat kepada Rasulullah saw selaku khairul bariyyat (makhluk yang paling mulia).

Makna dan Keutamaan Bulan Sya’ban - All About Santri
Makna dan Keutamaan Bulan Sya’ban - All About Santri


Makna dan Keutamaan Bulan Sya’ban

وهو شهر الصلاة على النبى المختار, قال الله تعالى "ان الله وملائكته يصلون على النبى يايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

Dalam sebuah pendapat sebagaimana dinuqil oleh Quthbur Rabbani Syaikh Abdul Qadir al-Jailan dalam kitabnya ‘al-Ghunyah’ dikatakan

صلاة الرب تبارك وتعالى على نبيه تعظيم الحرمة, وصلاة الملائكة عليه اظهار الكرامة, وصلاة الأمة عليه طلب الشفاعة.

All About Santri

All About Santri

Shalawat yang diberikan Allah kepada Muhammad adalah sebuah penghormatan, shalawat atas nabi dari para malaikat merupakan pengejawantahan dari karamah, sedangkan shalawat atas nabi dari kita selaku ummat adalah permohonan syafaat dan pertolongan

Tentang keutamaan bulan Sya’ban, dalam kitab yang sama diterangkan lebih lanjut bahwa Allah SWT selalu memilih satu dari empat hal:

Allah memililih empat malaikat yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail. Dan Allah mengutamkan untuk memilih malaikat Jibril. Allah memilih empat nabi yaitu Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Dan Allah mengutamkan untuk memilih Nabi Muhammad SAW. Allah memilih empat sahabat Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Dan Allah mengutamakan kuntuk memilih Abu Bakar. Allah memilih empat masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, dan Masjid Turisina. Dan Allah mengutamakan untuk memilih Masjidil Haram. Begitulah seterusnya hingga Allah memilih empat bulan yaitu Rajab, Sya’ban, Ramadhan dan Muharram. Dan Allah mengutamakan untuk memilih Sya’ban. Kemudian Allah jadikan Sya’ban sebagai Syahrun Nabi, bulannya Rasulullah SAW.

Sebagaimana posisi Rasululullah sebagai afdhlul anbiya’ maka bulan sya’ban pun sebagai afdhalus syuhur. Dijelaskan dalam hadits secara eksplisit:

وقد روى ابو هريرة رضى الله عنه انه قال ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: شعبان شهرى, ورجب شهر الله, ورمضان شهرامتى, شعبان هو المكفر, ورمضان هو المطهر.

Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Tuhanku, Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban adalah bulan pemberangus dosa dan Ramadhan adalah bulan penyucian diri

Mengenai bulan Sya’ban ini seorang ulama berkata bahwa “Bulan itu ada tiga. Pertama Bulan Rajab telah lampau, Rajab telah pergi tidak akan kembali. Kedua Bulan Ramadhan, ia belum datang dan terus kita nanti. Apakah esok kita masih mendapatkan Ramadhan? tidak ada yang tahu. Dan ketiga bulan Sya’ban yang ada sekarang ini. Sya’ban sebagai perantara antara Rajab dan Ramadhan maka jagalah keta’atan selama berada di dalamnya (falyaghtanim at-th’at fiha).

Dalam konteks menjaga ketaatan selama Sy’aban inilah kemudian Rasulullah SAW mengeluarkan hadits yang cukup terkenal. Diceritakan bahwa suatu ketika Nabi memberikan mauidhah kepada seorang lelaki yang ternyata adalah Abdullah bin Umar bin Khattab. Rasulullah SAW berkata: “Jagalah lima perkara sebelum datangnya lima yang lainnya, masa mudamu sebelum masa tuamu. Sehatmu sebelum masa sakitmu. Kayamu sebelum datang miskinmu. Kelonggaranmu sebelum waktu susahmu dan hidupmu sebelum matimu."

Demikianlah makna bulan Sya’ban bagi umat muslim sebagai momentum peringatan diri menjaga ketatan kepada Allah. Sebegitu pentingnya hingga Rasulullah saw merumuskan dengan lima hal praktis yang cukup jelas. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/makna-dan-keutamaan-bulan-syaban.html

Selasa, 24 April 2012

Apakah Anda Sering Teriak Copet di Pasar Medsos?

All About Santri - Jika di kerumunan pasar tiba-tiba ada yang berteriak “Coppeetttt” sambil menunjuk ke Anda, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, kerumunan akan serentak menghakimi anda, tanpa sempat lagi melakukan verifikasi: benarkan Anda copetnya? Atau, yang lebih krusial lagi, benarkah dompet ibu di sebelah Anda itu hilang karena dicopet atau ibu tersebut ketinggalan dompetnya di rumah.

Apakah Anda Sering Teriak Copet di Pasar Medsos? - All About Santri
Apakah Anda Sering Teriak Copet di Pasar Medsos? - All About Santri


Apakah Anda Sering Teriak Copet di Pasar Medsos?

Sayangnya, skenario di atas juga terjadi dunia medsos. Meski sudah menggunakan smartphone tapi kita hakikatnya tidak lebih dari kerumunan di medsos: yang bersikap reaktif tanpa sempat melakukan verifikasi. Dalam bahasa agama, kita gagal melakukan tabayun terlebih dahulu sebelum bereaksi yang konsekuensinya bisa merugikan pihak lain.

Dalam sekali pencet di layar smartphone, sejumlah ajaran akhlak yang diajarkan Nabi dilanggar seketika: harus tabayun, jangan ghibah, jangan mencari-cari kesalahan saudaramu, jangan memberi label atau panggilan yang buruk, jangan mudah mengkafirkan orang lain, jangan menuduh saudaramu, jangan merusak kehormatannya dengan mempermalukan di depan umum, jangan debat kusir, jangan bersikap kasar, jangan bersikap sombong, jangan menganggap dirimu suci, dan seterusnya.

Pada dasarnya berteriak “coppeettt” di pasar atau melabeli orang dengan berbagai panggilan yang buruk serta menuduh orang lain atau mencaci makinya adalah mekanisme pertahanan diri kita. Kita panik karena dompet kita tidak ada, dan serta merta menuduh orang di dekat kita. Kita kalah argumentasi dan tidak mampu membantah argumen orang lain, maka mekanisme pertahanan diri kita segera muncul: serang saja pribadi lawan diskusi kita.

Diskusi di medsos menjadi sama riuh dan berisiknya seperti diskusi di pasar. Gayanya saja kita pakai smartphone saat diskusi, padahal cara kita berkomunikasi masih berupa kerumunan yang saling berteriak dan memunculkan mekanisme pertahanan diri.

Kita juga cenderung mempercayai sesuatu yang memang kita ingin percayai. Kalau ada berita jelek atau berita baik tentang seorang tokoh, tanpa berpikir dua kali, kita langsung forward atau share berita tersebut, sesuai isi hati kita yang senang atau benci dengan tokoh tersebut. Jadi, yang menentukan itu bukan benar atau tidaknya isi berita tapi apakah kita senang atau benci dengan tokoh yang dibicarakan itu. Ini yang namanya bias.

Dalam bahasa ayat ilahi, kita diingatkan untuk bersikap adil meski terhadap kelompok atau orang yang tidak kita sukai. Dalam bahasa Pram novelis keren itu, kita diminta untuk adil sejak dalam pikiran, karena pikiran itu yang akan menentukan tindakan kita selanjutnya.

Anehnya lagi, kalau ada Kiai atau Guru Besar yang posting di medsos, banyak sekali yang tanya: mana dalilnya? Ada referensinya gak? Itu ceritanya ada di kitab apa? Itu hadisnya sahih enggak? Ada yang memang genuine bertanya untuk bisa membaca lebih lanjut, namun ada yang memang hendak mempersoalkan postingan tersebut. Tetapi kalau ada berita ‘menarik’ di medsos, mereka langsung forward atau share, tidak peduli itu berita hoax atau sungguhan. Mereka tidak lagi bertanya: ini bener gak sih?

Kalau soal agama, sibuk nanya dalil, tapi kalau menyebar berita hoax, gak nanya lagi langsung share. Maka postingan agama yang mengajarkan kebaikan menjadi kalah cepat dengan postingan yang menghembuskan kebencian.

Intinya bukan soal dalil, tapi soal perasaan anda saja: senang atau benci. Meskipun didatangkan bukti 10 kitab tafsir lengkap dengan screenshot teks arab langsung, anda gak akan percaya. Tapi hanya dengan satu gambar meme yang mengolok-olok dan cocok dengan isi hati anda, maka anda langsung klik share, gak peduli apakah itu gambar editan atau asli. Mantranya di medsos: gak cocok, tanyakan dalilnya; kalau cocok gak usah pakai klarifikasi dan verifikasi, langsung sebar saja. Dalam kerumunan, seringkali kita terpaksa harus membela diri menggunakan logika kerumunan yang sama. Kita harus lebih smart ketimbang smartphone kita. Tidak bisa polos dan lugu.

Di dalam cafe yang terlihat hampir penuh, seorang bapak mendekati meja dimana duduk seorang perempuan muda. Kursi sebelahnya kosong, maka dengan sopan bapak tersebut bertanya:

“Maaf, kursi ini kosong? boleh saya duduk di sini?”

Tiba-tiba perempuan muda itu berteriak keras sehingga semua pengunjung mendengarnya dan segera melihat ke arah mereka berdua:

“Apa???? Bapak mencoba menawar saya? Dasar lelaki tua gak tahu diri! Kamu pikir saya perempuan murahan?!”

Merah padamlah muka si bapak itu. Di bawah tatapan pengunjung cafe, bapak itu kemudian berdiri di pojok menanti kursi kosong. Setelah beberapa saat, perempuan muda itu bangkit dan mendekati bapak tua itu:

“Maaf Pak. Saya sedang bekajar akting, Saya tidak bermaksud membuat bapak malu”

Tiba-tiba Bapak itu berteriak kencang yang terdengar oleh semua pengunjung cafe:

“Apa?? cuma seratus ribu per jam? Murrraah sekali harga Anda! Dasar perempuan murahan? Saya gak mau!!!!” [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/apakah-anda-sering-teriak-copet-di-pasar-medos.html

Senin, 13 Juni 2011

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

All About Santri - Zaman modern saat ini semua pondok pesantren sedang gencar-gencarnya menyebarkan syiar islam ke dunia maya, pasti dibutuhkan Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah di daerah anda. Untuk itu silahkan simak video shooting yang memberikan pelayanan paling bagus.

Mungkin anda sering menyaksikan acara bersholawat bersama habib syech, atau sholawat bersama gus ali gondrong mafiasholawat, atau ulama besar lainnya di internet atau langsung hadir di tempat. Pasti di acara tersebut ada layar besar yang menayangkan VT atau siaran langsung di acara pengajian bersholawat tersebut. Berapa biaya untuk sewa video shooting?

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - All About Santri
Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - All About Santri


Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

Pertanyaan umum yang ditanyakan setiap orang yang akan mengadakan sebuah acara (pengajian akbar, khaul, promosi, ziareah, dll) yaitu berapa biaya untuk sewa video shooting? Sebelum kita masuk membahas harga, perlu anda ketahui bahwa Pasti.In Video Shooting memberikan Jasa Fotografi dan Video Shooting Tegal Semua Moment dengan harga paling murah se Tegal.

Jangan langsung berfikiran bahwa murah tapi tidak berkualitas, karena itu salah besar.

Dalam kenyataannya, Video Shooting Tegal ini mampu bersaing dengan shootingan yang ada di semarang atau jakarta. Karena tim dari Pasti.In sudah berpengalaman dalam mengelola acara dan sangat baik dalam Teknik dan Peralatan Studio Shooting. Jadi [Namamedia] bisa pastikan bahwa Pasti.In Video Shooting itu Murah Berkualitas.

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting


Cakupan wilayah Pastiin Shooting tidak hanya di dalam kota Tegal, tapi juga ke berbagai kota, diantaranya Brebes, Pemalang, Pekalongan dan sekitarnya. Dan produk hasil dari shootingan tegal ini juga tidak sedikit, sudah banyak yang menggunakan jasa video shooting slawi ini, tinggal anda yang belum menggunakan pelayanan jasa rekam acara ini.

Video Shooting Tegal

Seputar info tegal mengenai jasa video dan fotografi tegal murah sudah bukan rahasia lagi, karena peralatan editing video dan live streaming lengkap harga murah cuma pastiin saja. Komputer video live streaming atau siaran langsung menggunakan V-mix seri terbaru dengan lisensi legal alias bukan bajakan, dan juga anda dapat mengadakan siaran langsung live melalui internet dan bisa tayang di Youtube, Facebook, dll.

Anda dapat mengunjungi website resmi Pasti.in di www.pasti.in

Memang sangat aneh dan sangat tidak familiar sekali nama website dengan akhiran .in karena domain tersebut berasal dari india. Namun menurut Arif, itu sengaja untuk memudahkan dan sebagai brand Pasti.In itu sendiri.

Studio Pasti.In Video Shooting

Studio Pasti.In Video Shooting


Pastiin video shooting sangat dipercaya untuk handle acara seperti pengajian pondok pesantren, acara ngaji rutin, pertemuan di gedung, birthday party, wedding / pernikahan, sholawat dan masih banyak lagi.

Tunggu apa lagi, cari :

Video Shooting Tegal Murah Berkualitas? Pasti.In Dulu

Jasa Fotografi Tegal Murah Professional? Pasti.In Dulu

Informasi lebih lanjut, kunjungi website WWW.PASTI.IN

Facebook : https://www.facebook.com/ariepsetoe

No HP : 0878-3000-1575

Arif Lukman Hakim

Dari : http://bangroyhan.pasti.in

Jumat, 03 Juni 2011

PCNU Surabaya Haramkan Memilih Pemimpin Non Muslim

All About Santri - Hukum memilih pemimpin non muslim untuk menjadi bupati, gubernur maupun presiden, hingga kini masih menjadi isu menarik di kalangan pesantren dan umat Islam pada umumnya. Bertahun-tahun lamanya, isu pemimpin non muslim dijadikan perdebatan wacana maupun praksis.

Termasuk oleh PCNU Surabaya beberapa waktu lalu. Untuk menjawab pertanyaan seputar pemimpin non muslim yang jadi penguasa, agenda bahtsul masail diselenggarakan. Meskipun hasilnya bukan merupakan sebuah fatwa yang mengikat, namun sangat menarik untuk diulas. Berikut ini adalah hasilnya.

Deskripsi Masalah:

PCNU Surabaya Haramkan Memilih Pemimpin Non Muslim - All About Santri
PCNU Surabaya Haramkan Memilih Pemimpin Non Muslim - All About Santri


PCNU Surabaya Haramkan Memilih Pemimpin Non Muslim

Sistem demokrasi dan pemilihan langsung yang berlaku di Indonesia memungkinkan semua orang berkompetisi menjadi kandidat pimpinan baik di tingkat pusat maupun daerah, sehingga terurailah monopoli etnik, ras maupun agama untuk menduduki tampuk kepempimpinan.

All About Santri

Namun demikian, secara riil hal ini memunculkan problem tersendiri dan menjadi perbincangan hangat ketika ci suatu daerah yang mayoritas masyarakatnya menganut agama atau merupakan suku/ras tertentu, sementara bakal calon pemimpin yang ada dan berkemungkinan memenangkan suksesi justru dari penganut agama atau suku/ras lainnya.

Semisal daerah mayoritas muslim, justru yang kuat ternyata dari non muslim. Selain itu, adapula seorang muslim yang munkin saja secara politik lebih dekat dengan non muslim sehingga menjadi tim suksesnya.

All About Santri

Pertanyaan:

1. Apakah seorang muslim boleh memilih kandidat pemimpin non muslim, baik di tingkat daerah seperti Bupati/Walikota/Wakil, maupun di tingkat yang lebih tinggi seperti Gubernur/Wakil Gubernur dan Presiden/Wakil Presiden?

2. Apakah hukum memilih calon wakil rakyat (DPRD/DPR, DPD) sama hukumnya dengan memilih kandidat pemimpin non muslim?

3. Apakah seorang muslim dibenarkan menjadi tim sukses calon pemimpin/wakil rakyat non muslim (eksekutif dan legislatif), karena kedekatan politik dan pertimbangan politik lain yang terkadang tidak dipahami oleh masyarakat pada umumnya?

Mukadimah:

Pembahasan permasalahan ini tidak dimaksudkan untuk menebarkan isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) dan merusak hubungan lahiriah (muamalah zhahirah) yang telah terjalin secara baik antara muslim dan non muslim di Indonesia. Namun benar-benar dimaksudkan sebagai petunjuk (irsyad) bagi kaum muslimin dalam berpartisipasi membangun negeri sesuai ajaran agama yang diyakininya.

Pembahasan serupa pernah diselenggarakan dalam Muktamar NU Ke-30 di PP Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur, 21-27 November 1999. Namun keputusan tersebut tidak secara terang-terangan mencantumkan, bahwa non muslim yang menangani urusan kaum muslimin dalam kondisi darurat wajib harus dicegah agar tidak sampai menguasai dan mendominasi (istila) satu orang pun dari kaum muslimin. Sebab itu, keputusan dalam pembahasan ini secara prinsip tidak bertentangan dengan keputusan Muktamar NU tersebut.

Jawaban No. 1:

Hukum memilih pemimpin non muslim seperti Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota, Gubernur/Wakil Gubernur dan Presiden/Wakil Presiden adalah haram. Sebab, memilihnya berarti mengangkatnya sebagai pemimpin dan menjadikan kaum muslimin di bawah kekuasaan, dominasi dan superioritasnya. Hal ini juga selaras dengan firman Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian jadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai penolong/penguasa. Sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain. Orang dari kalian yang menolong mereka, maka ia termasuk bagian darinya. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. al-Maidah: 51)

“Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian jadikan orang-orang yang menjadikan agama kalian sebagai gurauan dan permainan dari golongan ahli kitab dari sebelum kalian dan orang-orang kafir sebagai penolong/penguasa. Bertakwalah kalian kepada Allah jikan kalian adalah orang-orang yang beriman. (QS. al-Maidah: 51)

Beberapa Pertimbangan:

Dalam kebanyakan kasus yang dikaji kitab-kitab fikih, hukum menguasakan non muslim untuk menangani urusan kaum muslimin adalah haram. Seperti keharaman meminta tolong non muslim untuk memerangi pemberontak, menjadikannya sebagai eksekutor hukuman mati dan semisalnya, mengangkatnya sebagai pegawai bait al-mal dan penarik kharraj (semacam pajak), menjadikannya sebagai wazir at-tanfidz (semacam tim pelaksana dalam kementerian di sistem ketatanegaraan Islam klasik), serta mengurus urusan kaum muslimin secara umum.

Meskipun ada pendapat ulama (Syaikh Ali Syibramalisi) yang mengecualikan keharaman dalam bidang-bidang tertentu yang dari sisi kemaslahatan penangannya harus diserahkan kepada non muslim―baik karena tidak adanya muslim yang mampu menanganinya atau karena tampaknya pengkhianatan darinya―, namun pendapat tersebut tidak bisa digunakan untuk melegitimasi kebolehan memilih pemimpin non muslim.

Sebab kekuasaan, dominasi, dan superioritasnya baik dalam ucapan maupun perbuatan terhadap rakyat yang muslim sangat besar dan tidak terhindarkan. Selain itu, kewajiban adanya kontrol yang efektif pun tidak mungkin terpenuhi, yaitu mengawasi dan mencegahnya agar tidak menguasai dan mendominasi satu orang pun dari kaum muslimin.

Meskipun dalam beberapa kasus yang disebutkan pada poin; 1) terdapat khilaf, seperti menjadikan non muslim sebagai wazir at-tanfidz dan menjadikannya sebagai petugas penarik pajak. Namun pendapat yang lemah yang membolehkannya ini tidak bisa dijadikan dasar untuk membolehkan memilih pemimpin non muslim.

Sebab unsur kekuasaan, dominasi dan superioritas non muslim atas kaum muslimin dalam kasus-kasus tersebut sangat kecil atau bahkan tidak ada. Tidak sebagaimana dalam kasus pemimpin non muslim menjadi Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Walikota, Gubernur/Wakil Gubernur, dan Presiden/Wakil Presiden, yang meskipun secara legal formal sistem tata negara modern merupakan lembaga eksekutif atau pelaksana saja, namun pada kenyataannya unsur kekuasaan, dominasi dan superioritasnya terhadap rakyat muslim sangat besar.

Selain itu, kewenangannya dalam mengambil berbagai kebijakan juga sangat besar, berbeda dengan wazir at-tanfidz maupun petugas penarik pajak yang hanya murni sebagai pelaksana saja.

Sistem trias politica yang membagi kekuasaan dalam lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif, yang diterapkan di Indonesia tidak dapat menafikan unsur dominasi dan superioritas masing-masing lembaga terhadap rakyat.

Karena itu, asumsi bahwa rumusan hukum fikih mazhab sama sekali tidak bisa diterapkan dalam konteks perpolitikan sekarang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Asumsi memilih pemimpin non muslim sebagai strategi politik untuk mencapai kepentingan yang lebih besar bagi kaum muslimin juga tidak dapat dibenarkan. Sebab hal ini secara nyata justru membahayakan kaum muslimin.

Pendapat ulama yang terkesan lebih mengutamakan kekuasaan sekuler yang adil daripada kekuasaan Islam yang zalim dan jargon "pemimpin kafir yang adil lebih baik daripada pemimpin muslim yang zalim," harus dipahami dalam konteks menyampaikan urgensitas keadilan bagi suatu pemerintahan, sebagaimana pendapat ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan dalam konteks melegitimasi kebolehan memilih pemimpin non muslim.

Asumsi bahwa penafsiran kata auliya dengan makna pemimpin/penguasa dalam beberapa ayat yang menyinggung hubungan muslim dan non muslim, semisal QS. al-Maidah: 51 dan 57—adalah penafsiran yang salah, sehingga digunakan untuk melegitimasi bolehnya memilih pemimpin non muslim, tidak sepenuhnya benar.

Ayat-ayat tersebut oleh sebagian ulama juga digunakan sebagai landasan ketidakbolehan menguasakan urusan ketatanegaraan kaum muslimin kepada non muslim, seperti Khalifah Sayyidina Umar bin al-Khattab ra dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra sebagaimana dikutip dalam berbagai kitab fikih siyasah. Seperti dalam Husn as-Suluk al-Hafizh Daulah al-Muluk (h. 161) karya Muhammad bin Muhammad al-Mushili as-Syafii, Maalim al-Qurbah fi Thalab al-Hisbah (h. 44) karya Ibn al-Ukhuwwah al-Qurasyi as-Syafi’i, dan Siraj al-Muluk (h. 111) karya Muhamad bin al-Walid at-Tharthusyi al-Maliki.

Jawaban 2:

Hukum memilih calon wakil rakyat non muslim (DPRD/DPR—yang memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan—, dan DPD—yang memiliki fungsi legislasi, pertimbangan dan pengawasan—) sama dengan hukum memilih pemimpin non muslim yaitu haram, karena termasuk memberi kuasa non muslim atas kaum muslimin dan pemilih tidak mampu mencegahnya dari mengkhianati kepentingan kaum muslimin.

Jawaban 3:

Orang Islam tidak dibenarkan (haram) menjadi tim sukses calon pemimpin/wakil rakyat non muslim, sebab termasuk menolong kemungkaran dan menjalin hubungan sosial dengan non muslim yang diharamkan.

Hasil Bahtsul Masail di dilaksanakan oleh PCNU Kota Surabaya Periode 2015-2020 M di Masjid Sabil al-Mutathahhirin Barata Jaya Surabaya, Ahad 25 September 2016 dengan tim Musahhih (penashih) terdiri atas KH. Mas Sulaiman, KH. Mas Mahfudz, KH. Ahmad Asyhar Shofwan M.Pd.I., KH. Farohi Haroen dan KH. M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar. S.Pd.I

Adapun tim perumus dalam agenda tersebut adalah K. Makruf Khozin, KH. Sholihin Hasan, M.H.I., K. Luqmanul Hakim, S.Pd.I dan K. Mas Gholib Basyaiban yang dimoderatori oleh Ahmad Muntaha AM dengan notulen KH. Muhammad Muhgits dan K. Nur Hadi, S.H.I. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/pcnu-surabaya-haramkan-memilih-pemimpin-non-muslim.html

Kamis, 02 Juni 2011

Alasan Gus Dur Mengembalikan Cina ke Agama Nenek Moyang

All About Santri - Semasa jadi wartawan di Semarang, Ichwan DS, salah seorang aktivis NU Jateng mengaku kalau gerakan kristenisasi sangat masif bergerak sejak dulu, terutama di kawasan Kauman, Pecinan, Semarang Utara, Semarang Timur, Semarang Barat dan Gayamsari.

Kesimpulan Ichwan bukan omong kosong, ia langsung mendapatkan keterangan dari para pelaku misi kristenisasi di Semarang saat itu. "Ada yang digerakkan dari gereja. Ada yang diorganisir Yayasan Soegijapranata, yang hebat ya yang diorganisir yayasan tersebut. Dana dan SDM-nya tak terbatas," katanya kepada All About Santri di Semarang, Selasa (6/12/2016).

Alasan Gus Dur Mengembalikan Cina ke Agama Nenek Moyang - All About Santri
Alasan Gus Dur Mengembalikan Cina ke Agama Nenek Moyang - All About Santri


Alasan Gus Dur Mengembalikan Cina ke Agama Nenek Moyang

Dana yang didapatkan oleh misionaris kristenisasi tersebut, lanjut Ichwan, didapatkan dari orang Cina yang beragama Kristen, pilihan agama resmi yang banyak dipeluk warga Cina Pribumi karena paksaan politik Orde Baru.

Oleh pelaku gerakan kristenisasi, orang-orang kaya dari etnis Cina diminta untuk menyetorkan uang demi glorifikasi, mengkristenkan wilayah targetnya, "selama orang Cina di Semarang memeluk Kristen, mereka diharuskan setor uang yang banyak ke gereja," tutur Ichwan yang juga pengurus LTN NU Jateng tersebut.

All About Santri

Ichwan justru mengapresiasi kebijakan Gus Dur waktu jadi presiden yang berhasil mengembalikan hak orang Cina Tionghoa untuk memeluk agama nenek luhur mereka, Kong Hu Chu dan Budha. Ini yang disebut sebagai langkah cerdas Gus Dur memotong aliran dana kristenisasi dan sekaligus memberikan persamaan hak pribumi Tionghoa di Indonesia.

"Dengan kembalinya orang Cina ke agama nenek moyang, dana kristenisasi sangat jauh berkurang. Dan Islam semakin selamat karena Agama Konghuchu maupun Budha itu bukan agama misi," imbuh Ichwan. Sayangnya, langkah strategis Gus Dur tersebut disalahpahami oleh kalangan sumbu pendek dari umat Islam sendiri.

"Orang-orang sumbu pendek di FPI maupun wahabi begitu keji menuduh Gus Dur sebagai kongsinya Kristen, Yahudi, Cina dan sebagainya. Habib Riziq Sihab bahkan menyebut Gus Dur orang buta mata dan buta hati, orang liberal dan pencampur aqidah," terang Ichwan. [All About Santri]

All About Santri

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/alasan-gus-dur-mengembalikan-cina-ke-agama-nenek-moyang.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock