Tampilkan postingan dengan label Netizen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Netizen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

Musabaqah Kitab Kuning Penting untuk Jaga Tradisi Keilmuan NU

Pringsewu, All About Santri


Maraknya kegiatan beberapa partai yang menggelar Musabaqah Kitab Kuning patut disyukuri oleh segenap kalangan khususnya warga Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut menurut Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung Ustadz Munawir, dapat menjadi ajang tepat untuk menjaga tradisi keilmuan NU.

"Ngaji kitab kuning memang tradisi yang sangat erat kaitannya dengan pesantren. Perlu kita bersyukur karena sudah ada Partai yang mau ikut menjaga tradisi NU ini, bukan sebaliknya, NU yang menjaga tradisi partai," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (18/3).

Munawir mengingatkan pula kepada partai politik khususnya para politisi yang menggelar kegiatan tersebut untuk tidak hanya berorientasi mendapatkan simpati warga NU. "Sebaiknya kegiatan ini diagendakan secara rutin jangan hanya ketika memiliki kepentingan, baru dilaksanakan," ujarnya.

Dengan adanya kegiatan baik kajian maupun lomba yang berhubungan dengan kitab-kitab kuning ini, tuturnya, maka masyarakat khususnya umat Islam akan lebih menyadari pentingnya pemahaman dan pengkajian kitab kuning sebagai sumber referensi keilmuan maupun hukum Islam.?

"Al-Quran dan Hadits merupakan sumber utama yang tentu harus ditafsirkan secara kontekstual melalui kitab-kitab karya ulama. Penafsiran tersebut juga harus dari para Ulama yang ahli. Bukan dari orang yang mengaku ulama dengan keilmuan yang minim berdasarkan nalar mereka sehingga penafsirannya pun kaku dan terkesan serampangan," terangnya.

Lebih lanjut Gus Nawir -panggilan akrabnya- juga merasa prihatin atas fenomena banyak kitab kuning karya para ulama besar sekarang ini yang dihilangkan atau diganti beberapa bagian kalimatnya untuk kepentingan beberapa kelompok.?

"Sekarang ini kita harus berhati-hati khususnya ketika mendapatkan atau pun mengunduh kitab dari internet yang sumbernya tidak jelas. Banyak yang sudah dimanipulasi oleh orang tidak bertanggungjawab," ingatnya.

Oleh karenanya, kegiatan lomba atau musabaqah seperti yang sedang ramai dilaksanakan oleh beberapa partai ini akan dapat menjadi tempat juga untuk menjaga orisinalitas dari kitab-kitab karangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah.

"Mari kita jaga aset berharga berupa kitab kuning karya para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ikhtiar menjaga ilmu dan amaliyah kita sehingga umat Islam benar-benar mendapatkan sumber hukum yang tepat dari para ulama yang alim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari : http://nu.or.id/post/read/66617/musabaqah-kitab-kuning-penting-untuk-jaga-tradisi-keilmuan-nu

Malam Ini GP Ansor Jawa Tengah Dilantik

Rembang, All About Santri
Pimpinan Pusat GP Ansor melantik Kepengurusan GP Ansor Jawa Tengah di pesantren Raudhotut Tholibien, Leteh, Rembang, Senin (13/10). Sebelum pelantikan, Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri memimpin halaqoh alim ulama muda yang diikuti perwakilan cabang GP Ansor seprovinsi Jawa Tengah.
<>
Bendahara GP Ansor Rembang Khamid mengatakan, "Leteh khususnya pesantren Gus Mus masih menjadi tempat favorit bagi setiap even kegiatan NU mulai kegiatan cabang hingga kegiatan Pusat."

Forum halaqoh ini, kata Khamid, diharapkan memperetat ukhuwah para pemuda dalam menjaga Khittah NU.

Sementara Agus Iswanto dari IPNU Rembang menyatakan, pihaknya berbahagia atas pelantikan pengurus Ansor Jateng di Rembang. Agus berharap GP Ansor mengayomi aktivis IPNU sebagai pengayom adik-adiknya. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari : /post/read/55077/malam-ini-gp-ansor-jawa-tengah-dilantik

Rabu, 20 Januari 2016

Jelang Pilkada, Kiai Tebuireng Instruksikan Pulang Santri Asal DKI Jakarta

All About Santri - Saat khutbah Jumat di Pesantren Tebuireng (03/02/2017), pakar tafsir Quran Pesantren Tebuireng KH Ahmad Mustain Syafiie menghimbau agar santri asal Provinsi Jakarta pulang dan menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub DKI Jakarta, 15 Februari 2017.

Jelang Pilkada, Kiai Tebuireng Instruksikan Pulang Santri Asal DKI Jakarta
Jelang Pilkada, Kiai Tebuireng Instruksikan Pulang Santri Asal DKI Jakarta


"Murni sebagai khotib saya mengingatkan, santri asal DKI yang sudah punya hak pilih, pulanglah. Gunakan hak pilih. Izin pada lembaga," tuturnya.

Memilih pemimpin, Kata Kiai Tain, termasuk bagian dari agama. "Muslim, wajib memilih pemimpin muslim," tandasnya. Menggunakan hak pilih, juga termasuk bagian bela negara. Sekaligus wujud cinta tanah air.

"Kita sama-sama sudah melihat yang keluar dari mulutnya, yang tersimpan dalam hatinya jauh lebih besar. Jauh lebih besar," ucapnya mengutip QS Ali Imron 118, Qod badatil baghdloo'u min afwahihim (telah nyata kebencian dari mulut mereka).

Wama tuhfi suduruhum akbar (dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka jauh lebih besar lagi). Siapa yah yang dimaksud Kiai Mustain dalam kutipan dua ayat ini? Entahlah! [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/jelang-pilkada-kiai-tebuireng-instruksikan-pulang-santri-asal-dki-jakarta.html

Jumat, 24 Oktober 2014

90 Persen Penyakit Berasal dari Pikiran

All About Santri - Penyakit itu 90 persen berasal dari pikiran, 10 persen-nya dari pola makan. Lihat orang gila, makan apa pun fisiknya sehat karena pikirannya selalu Happy. Berikut korelasi daftar penyakit dengan pikiran negatif:

1) Marah selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi 6 jam.

2) Dendam dan menyimpan kepahitan akan menyebabkan imun tubuh kita mati. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti stress, kolesterol, hipertensi, serangan jantung, rematik, artritis, stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

3) Jika kita sering membiarkan diri kita stres, maka kita sering mengalami gangguan pencernaan.

4) Jika kita sering merasa khawatir, maka kita mudah terkena penyakit nyeri punggung.

5) Jika kita mudah tersinggung, maka kita akan cenderung terkena penyakit insomnia (susah tidur).

6) Jika kita sering mengalami kebingungan, maka kita akan terkena gangguan tulang belakang bagian bawah.

7) Jika kita sering membiarkan diri kita merasa takut yang berlebihan, maka kita akan mudah terkena penyakit ginjal.

8) Jika kita suka negatif thinking, maka kita akan mudah terkena dyspepsia (penyakit sulit mencerna).

9) Jika kita mudah emosi dan cenderung pemarah, maka kita bisa rentan terhadap penyakit hepatititis.

10) Jika kita sering merasa apatis (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami penurunan kekebalan tubuh.

11) Jika kita sering menganggap sepele semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit diabetes.

12) Jika kita sering merasa kesepian, maka kita bisa terkena penyakit demensia senelis (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).

13) Jika kita sering bersedih & merasa selalu rendah diri, maka kita bisa terkena penyakit leukimia (kanker darah putih). [All About Santri]

Sumber: Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” by Dr. Masaru Emoto.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/90-persen-penyakit-berasal-dari-pikiran.html

Sabtu, 07 Desember 2013

Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil

All About Santri - Situs Bangsaonline.com kembali mengeluarkan berita yang menyudutkan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj setelah laporannya yang menyebut keterlibatan Kiai Said dibantah sendiri oleh sumber berita, Subaryo SH, dalam kasus makelar tanah milik H Qosim di Malang, Jatim.

Setelah ada laporan bantahan dari situs Duta.co, dimana menyebut kalau tuduhan Bangsaonline.com adalah fitnah, situs yang masih satu atab dengan Harian Bangsa tersebut akhirnya dibully netizen. Redaksi kembali menurunkan bantahan berjudul "Keluarga Korban Penjualan Tanah ke Gereja Bicara, KH Lutfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam".

Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil - All About Santri
Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil - All About Santri


Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil

Namun, dalam berita tersebut, tidak ada klarifikasi langsung kepada aktor utama yang dipermasalahkan, yakni KH Said Aqil Siraj. Mereka hanya meminta tanggapan kepada Kiai Luthfi Abdul Hadi dan KH Imam Muslimin, menantu H Qosim.

Judul Provokasi Harian Bangsa Tanpa Klarifikasi KH Said Aqil Siraj Bahkan langsung membuat lead berita beropini, "Said Aqil Kejam, Sadis". Foto di atas adalah penampakan judul berita edisi cetak Harian Bangsa.

All About Santri

Jika mau melakukan klarifikasi, pasti masalah tidak akan menjadi polemik di media massa. Budaya tabayun masih menjadi sesuatu yang langka bagi mereka yang bermisi ingin menjatuhkan martabat NU dan para kiai.

Dalam sebuah rekaman yang dikirimkan kepada All About Santri kemarin (Selasa, 27/12/2016), Kiai Said membantah soal isu dirinya menjadi makelar tanah di Malang tersebut. Bukan hanya itu, ia juga sekaligus mengklarifiksi soal tuduhan meraup untung penjualan tanah milik NU Batam yang pernah santer dimediakan pas momen muktamar berlangsung Agustus 2015 lalu.

All About Santri

"Tidak ada kaitannya sama sekali. Tidak ada baunya. Tidak ada alif-ba-ta-nya. Tahu-tahu saya sudah jadi makelar tanah," kata Kiai Said menanggapi soal isu mekelar tanah di Malang. Gedung Seminari di Malang itu, lanjutnya, sudah ada sejak ia belum pulang (kembali) ke Indonesia.

Cuma, Kiai Said sendiri mengaku kalau pernah diundang hingga 3 kali untuk mengisi acara seminar di gedung Seminari tersebut. "Saya pernah 3 kali mengisi seminar di gedung seminar itu sebelum jadi ketua umum," beber Kiai Said.

Berbeda kalau soal tanah di Batam. Kalau tanah di daerah Kepulauan Riau tersebut memang diakui ada alif-ba-ta nya (keterlibatannya). "Ketika zaman Gus Dur Pak Ismet, otoritas batam kasih tanah 5 hektar ke cabang. Nggak diurus-urus, sampai 17 tahun. Hingga dicabut tanahnya," cerita Kiai Said.

Saking baiknya pihak otorotas Batam, tanah kemudian diurus langsung oleh otoritas Batam saat itu, yakni Mustofa Wijaya. Daripada status tanah hilang karena tidak terurus, ia kemudian mengajukan permohonan untuk dialihkan hak penggunaan tanahnya kepada PBNU.

Bersama Syuriah dan Tanfidziyah, PBNU kemudian melakukan rapat membahas tanah. Akhirnya, PBNU sepakat membayar tanggungan tanah selama 17 tahun itu dengan biaya 2,4 milyar. Tanah tersebut kemudian dijual, "hasil penjualannya dikembalikan ke cabang 1 milyar," terang Kiai Said.

Sementara, masih ada sisa 1 hektar juga. Jadi tidak dijual semuanya, apalagi menyebut kalau keuntungan tersebut masuk kantong pribadi. Ini adalah klarifikasi kiai Said. Jika masih belum puas dan penasaran, silakan download rekaman tersebut, ada Google drive All About Santri, di bawah ini. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/difitnah-makelar-tanah-seminari-malang-ini-bantahan-langsung-kiai-said-aqil.html

Senin, 17 Juni 2013

Koalisi Wilayah dan Cabang Ansor Tolak Hasil Konggres XIII

Jakarta, All About Santri
Gelombang protes terhadap Keputusan Konggres GP Ansor ke XIII di Asrama Haji Pondok Gede terus berdatangan. Kali ini datang dari kelompok yang menamakan diri sebagai Koalisi Pimpinan Wilayah dan Cabang GP Ansor. Mereka menolak dengan tegas proses pemilihan Ketua Umum Ansor dengan cara aklamasi. Menurut Agil, Ketua Cabang Batam pada All About Santri menyatakan, Tahapan pencalonan belum dilalui, tiba-tiba diaklamasi, padahal calon belum ada. Ibarat pertandingan tinju, para petinju belum naik ring, tiba-tiba sudah diumumkan pemenangnya, ini jelas-jelas pengibiran demokrasi, tandasnya.

Keputusan Aklamasi jelas bertentangan dengan Hasil Sidang Komisi A dan Sidang Pleno Tata Tertib Pemilihan Ketua Ansor, Namun saat pemilihan Ketua Umum yang dipimpin Endin AJ Soefihara, didampingi Khoirul Rasyid, dan Umar Syah, tiba-tiba dibacakan ulang persyaratan pencalonan yang sama sekali telah berubah dari kesepakatan Komisi A, jelas Jimmy Wakil Ketua Cabang Karawang. Menurutnya, adanya kalimat bahwa Pemilihan Ketua Umum dapat dilakukan dengan jalan aklamasi, dan apabila tidak tercapai, maka dapat dilakukan dengan cara pemilihan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dengan wilayah maupun cabang sama-sama memiliki 1 hak suara, jelas bertentangan dengan Tatib Sidang Pleno Mengenai Pemilihan Ketua Umum.

Saat kata Aklamasi dibaca berulang oleh Endin, tiba-tiba wilayah yang pro dengan aklamasi segera menimpali dengan menyebut nama Syaifullah Yusuf dengan basis alasan dukungan bulat pada forum Pandangan Umum. Saat itulah pimpinan sidang mengetuk palu, tanda aklamasi disetujui. Disinilah letak kejanggalan itu terjadi, ini pembajakan aspirasi oleh pimpinan sidang, tambah Beni Ramdani, Ketua Wilayah Sulawesi Utara. Sangat disayangkan, konggres sebagai aspirasi tertinggi cabang-cabang Ansor diseluruh Indonesia, dinodai aksi sepihak yang anti-demokrasi, tambah Beni, anggota FPDIP DPRD Sulut ini.

Koalisi Wilayah dan Cabang Ansor Tolak Hasil Konggres XIII (Sumber Gambar : Nu Online)
Koalisi Wilayah dan Cabang Ansor Tolak Hasil Konggres XIII (Sumber Gambar : Nu Online)


Koalisi Wilayah dan Cabang Ansor Tolak Hasil Konggres XIII

Untuk mensikapi hasil konggres yang kontroversial , koalisi ini meminta PBNU untuk ikut campur mensikapi keputusan ini. PBNU harus mengambil sikap, bila perlu dianulir keputusannya, tandas Agil.Apabila penyelewengan terus dibiarkan sama saja dengan kedzaliman disepakati secara aklamasi pula, itu bukan tradisi pemuda NU, tambah Agil. (MAA).

All About Santri

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2929/koalisi-wilayah-dan-cabang-ansor--tolak-hasil-konggres-xiii

All About Santri

All About Santri

Jumat, 18 Januari 2013

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

All About Santri - Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri jenius yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Di sana, ia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia? Semua pun tahu bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Nah, suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu, "kemana si Fulan?", semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - All About Santri
Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - All About Santri


Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin. Akhirnya, Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah (sangat alim) dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!".

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla. Singkat cerita, si santri ini pun maju ke depan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

All About Santri

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini?" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya, "saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

All About Santri

Dia menjawab, "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya ia tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan setelah itu hidupnya sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang. ***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat adalah yang paling hormat dan taat kepada gurunya. Dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Gurunya."

Di Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/akibat-durhaka-kepada-kiai-santri-ini-tak-punya-taji.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock