Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

KLH Way Kanan: Ansor Membuat Kami Memiliki Teman

Way Kanan, All About Santri
Kepala Kantor Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Way Kanan Provinsi Lampung Rinaldi mengapresiasi PC GP Ansor yang mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020."

"Upaya tersebut membuat kami yang selama ini merasa sendiri menangani persoalan lingkungan hidup menjadi merasa memiliki teman dengan adanya silaturahmi sejumlah organisasi non goverment membahas aksi Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020. Terima kasih atas prakarsanya," ujar Rinaldi melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Kasi Wasdal) Arif Radigusman di Blambangan Umpu, Sabtu (6/2).

Hadir dalam pertemuan di KLH Way Kanan antara lain Pemuda Muhammadiyah, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), GP Ansor, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak, Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula) dan alumni Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN).

Organisasi-organisasi tersebut berkomitmen untuk beraksi pada 21 Februari 2016 pukul 06.00 WIB dari sejumlah titik dan berkumpul di Monumen Mayjend Ryacudu pukul 10.00 WIB.

"Dengan segala keterbatasan dan kondisi, KLH Way Kanan berkomitmen untuk mendukung gerakan semacam itu. KLH Way Kanan berharap, isu lingkungan hidup bisa dianggap oleh masyarakat sehingga mereka bisa mengerti dan paham mengenai apa dan bagaimana lingkungan hidup. Persoalan lingkungan hidup persoalan kita bersama sehingga perlu bergandeng tangan dalam mengatasinya," ujar Arif lagi.

Islam adalah rahmatan lil alamin, yang mana syariatnya tidak hanya untuk umat islam saja tapi bagi semesta alam sebagai Rahmat dari Allah. Bahkan diutusnya Nabi Muhammad adalah sebagai rahmat, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya: 107 ????? ????????????? ?????? ???????? ???????????????. Wamaa arsalnaaka ilaa rahmatal(n)-lilaalamiin(a). "Tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekian alam."

Dalam surat Ar-Ruum: 41 Allah SWT berfirman: ?????? ?????????? ??? ???????? ??????????? ????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ???????????. Zhaharal fasaadu fiil barri wal bahri bimaa kasabat aidiinnaasi liyudziiqahum badhal-ladzii amiluu laallahum yarjiuun(a). "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, (yang) disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

"Menjadi penting bagi Gerakan Pemuda Ansor mengimplentasikan firman melalui perbuatan, salah satunya ikut serta menjaga lingkungan hidup. Terima kasih buat sahabat-sahabat dan saudara-saudara kami yang memiliki persepsi sama mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup untuk saat ini dan esok. Kami juga mengundang organisasi lain di daerah ini untuk beraksi bersama pada 21 Februari," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Pada aksi tersebut nantinya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Munawar menyatakan siap menampung sampah bisa didaur ulang seperti botol air mineral sehubungan pihaknya memiliki bank sampah "Bumea". (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)



Dari : /post/read/65564/klh-way-kanan-ansor-membuat-kami-memiliki-teman

Sabtu, 30 Mei 2015

Bertemu Orang Mulia di Mana-mana

Anda dan saya, pasti sering melihat orang yang sangat dihormati karena memang manusia mulia. Derajatnya tinggi di mata Gusti Allah dan makhluknya. Dan karena rasa cinta kita, kita pun senang dan berusaha bisa dekat dengannya. Menciumi tanganya, meminta doanya, dan berharap mendapat hikmat atau berkat darinya.

Menjumpai orang saleh, alim macam itu, yang biasanya berpenampilan sesuai harkatnya; khas pakaian ulama, bahkan banyak yang secara simbolik menjadi imam, panutan masyarakat, mengasuh pesantren, menjadi guru, dan seterusnya. Itu jelas sudah biasa dan memang begitulah yang kita nikmati selama ini.

Bertemu Orang Mulia di Mana-mana (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Orang Mulia di Mana-mana (Sumber Gambar : Nu Online)


Bertemu Orang Mulia di Mana-mana

Saya sungguh bersyukur, dalam pengembaraan saya berburu kitab-kitab kuno, khususnya kitab-kitab peninggalan Simbah Kiai Sholeh Darat, saya beberapa kali mendapati orang-orang yang luar biasa tapi tersembunyi dari "kemuliaan permukaan".

Saya bertemu dengan orang yang sangat alim, sangat kuat spiritualnya, sangat khusyuk ibadahnya, tetapi sangat tawadhu sehingga sangat tidak kelihatan kalau beliau orang mulia di sisi Tuhannya.

All About Santri

All About Santri

Sebab penampilannya jauh dari kesan seorang kiai, kepala tak pernah ditutupi kopiah atau peci. Busananya selalu kaos oblong, celana panjang pun selalu jeans warna anak muda. Bahkan celana seragam SMA!

Tinggal di rumah sempit di kawasan kumuh kota, berbaur dengan orang-orang pinggiran yang terhempas kerasnya kehidupan kapitalis metropolitan. Di gang sempit dan deretan kos-kosan sesak yang isinya berjejal manusia pengais rezeki karena tidak mau mati kelaparan.

Untuk bisa mencapai rumahnya, saya harus memarkir sepeda motor di mulut lorong, lalu berjalan di jalan sempit yang selokannya mampat berbau pesing. Tapi, Masya Allah, di balik tumpukan pakaian anak-anaknya, tersimpan rapi kitab-kitab mutiara hasil karya ulama nusantara. Dan rutin beliau baca secara diam-diam di malam hari, jangan sampai terlihat tetangga.

Subhanallah, beliau bisa menerangkan kepada saya, aneka ilmu dari kitab-kitab langka itu, yang tidak pernah saya dapatkan dari bangku madrasah maupun semasa mondok di pesantren. Beliau bisa "saya paksa " dengan ilmu plekathik saya, sehingga mau cerita tentang hal-hal luar biasa yang pernah dialaminya.

Takjub sekali saya, orang yang sama sekali tidak tampak sebagai panutan umat, ini kapan pun bisa ditemui Nabi Khidlir, Syeh Abdul Qodir Jailani, dalam keadaan terjaga maupun mimpi. Beberapa kali beliau mimpi ditemui Kanjeng Nabi Muhammad. Dan tentu saja, sangat biasa berjumpa dan muhadatsah dengan Mbah Sholeh Darat.

Salah satu kisah mimpinya ditemui Rasulullah, kala itu beliau usai ditinggal wafat putrinya yang berusia 7 tahun. Sedih kehilangan anak, beliau pun berdoa dengan mendawamkan dzikir entah apa, (beiau tidak mau memberitahu saya). Dalam tidur usai kantuknya karena lelah, di malam usai tahlilan untuk anak perempuannya itu, beliau bermimpi disapa Kanjeng Nabi.

"Assalamualaikum, Ya ....... (nama beliau).

Gelagapan, dalam mimpi itu, beliau bertanya kepada sosok yang memberi salam.

"Jenengan sinten?"

"Ana Rasulullah. Ini anakmu kuajak bersamaku".

Di mimpi itu, beliau melihat putrinya yang telah wafat, tampak tersenyum dan melambai sambil digandeng Kanjeng Nabi. Lambaian seperti mengajak ayahnya ikut serta bersama Kanjeng Nabi.

Subanallah. Saya dan Anda bertemu orang mulia di masjid atau musholla, itu pasti sudah biasa. Melihat orang mulia yang disanjung dan dihormati di keramaian, pasti sudah sering.

Tapi bertemu orang luar biasa yang tidak kelihatan sebagai "siapa-siapa", mungkin sangat jarang. bahkan tidak pernah. dan bersyukurlah jika Anda pernah diwejang guru atau orang tua, agar bersiap jumpa orang mulia dalam wujud yang sangat beda. Bahkan Nabi Khidir sering muncul dalam rupa penampilan orang yang tidak disukai, seperti gembel berbau tengik atau pria buruk rupa yang mengemis di depan pintu rumah Anda.

Mohammad Ichwan

Semarang

======

All About Santri mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62258/bertemu-orang-mulia-di-mana-mana

All About Santri

Rabu, 27 November 2013

Lagi, Berita Bohong Bau Domba yang Mencatut Habib Luthfi (Tandingi Demo 411)

All About Santri - Entah skenario apalagi yang akan digunakan untuk memporak-porandakan negeri ini. Setelah demo 411 kemarin gagal rusuh total, kini, ada berita hoax bin palsu kuadrat yang menyebut bahwa pada 19 November 2016 akan ada acara tandingan yang mengerahkan 100 ribu massa bertajuk "Parade Bhinneka Tunggal Ika".

Lagi, Berita Bohong Bau Domba yang Mencatut Habib Luthfi (Tandingi Demo 411) - All About Santri
Lagi, Berita Bohong Bau Domba yang Mencatut Habib Luthfi (Tandingi Demo 411) - All About Santri


Lagi, Berita Bohong Bau Domba yang Mencatut Habib Luthfi (Tandingi Demo 411)

Broadcast itu sudah menyebar luas kepada orang-orang yang dicatut namanya tanpa konfirmasi itu. Alasan parade tersebut adalah untuk menyelamatkan kebhinnekaan. Konsolidasi acara fiktif tersebut, kata broadcast bodong itu, dilakukan pada 11 November 2016. Sementara aksinya direncanakan pada 19 Nov 2016 di Parkir Timur Senayan-Bundaran HI.

Target massa yang ikut berjumlah fantastis, 100 ribu orang. Wow. Lucunya, mereka mencatut nama Banser dan juga jama'ah Habib Luthfi yang konon akan mengikutkan 30 ribu orang. Setelah ditelisik, ternyata semua berita di atas sudah dikonfirmasi kebohongannya.

Penelusuran redaksi www.All About Santri menemukan fakta bahwa Habib Luthfi sendiri telah membantah berita di atas. "Tidak ada orang yang menghadap sampai saat ini terkait acara tersebut," ujar Habib kepada orang yang pada Sabtu (12/11/2016) sore kemarin sedang bersama beliau. Ini screen shoot klarifikasinya.

Dalam akun twitter Habib Luthfi bin Yahya juga sudah ada klarifikasi ketidakbenaran kabar parade yak nah yang konon disebarkan oleh relawan salah satu parpol. Ini bukti bantahan kabar hoax tersebut yang didapatkan All About Santri dari akun twitter resmi Habib Luthfi bin Yahya:

Selain Habib Luthfi, Satkornas Banser yang disebut mengerahkan massa juga telah All About Santri dapatkan klarifikasinya. Alfa Isnaini, Komandan Satkornas Banser membantah. Satkornas Banser, tulisnya dalam pesan WhatsApp di group Matan Indonesia, tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam acara tersebut (konsolidasi untuk aksi Parade Bhinneka Tunggal Ika, red). Ini bukti yang didapatkan tim All About Santri:

Ada banyak lembaga yang dicatut dalam pesan berantai dan provokatif tersebut. Selain Habib Luthfi, nama-nama yang dicomot untuk memengaruhi pembaca, antara lain:

Buya Syafii (Darraz), Gus Mus (Teh Nong), GKR Hemas (Teh Nia), Pdt. Eri Lebang (Teh Nia), Pdt. Yewangoe (Teh Nia), KH. Ishomuddin (Teh Nong), Budiman Sudjatmiko (Firman), Mgr. Ign. Suharyo (Darraz), Pdt. Gomar Gultom (Teh Nia), Haedar Nashir (Fajar), Abdul Mu’ti (Fajar), Said Agil Siradj (Guntur Romli), Bikkhu Panyavaro (Darraz), Uung Sendana (Teh Nia), Pengeran Jatikusumah (Teh Nia), Pedanda Tianyar Sebali (Teh Nia), Shinta Nuriyah (Teh Nia), KH. Hussein Muhammad (Teh Nong) dan Abdillah Toha (Darraz).

Sementara, nama-nama artis yang disebut untuk memeriahkan konser dalam acara, antara lain: Iwan Fals, Slank, Tompi, Glenn, Sandi Sandoro, Kevin Aprilio, Tristan, Widi, Giring, Project Pop

Poppy, Sarah Sechan, Joe Taslim, Erwin Gutawa, Gita Gutawa, RIF, Kahitna, Ahmad Albar, Ian Antono, Joki Suryoprayogo, Kla, Maia Estianty, Ernest, Titiek Puspa, Mira Lesmana, Indra Bekti, Gading Martin, Olga Lidya, Anya Dwinov, Michael Idol, Vino G. Bastian, Melanie Subono, Andien, Cinta Laura, Cherry Belle, JKT 48, Uya Kuya dan Chelsea Islan.

Baca juga berita hoax lain:

1. Panglima TNI: Semua Prajurit di Masa Saya Syarat Masuknya Harus Islam

2. Hoax: Kabar Habib Abdul Qadir Wafat Dihasud Sebagai Korban Tembakan Demo 411

3. Bongkar 5 Kabar Hoax Seputar Demo 4 November 2016 Kemarin

4. NUGL Berulah, Rapat Akbar Dihasud Jadi Perintah Makar

Sangat membujuk sekali susunan acaranya. Terkesan lebih indah dari demo 411 kemarin dan seakan lebih bermartabat. Bagaimana tidak, mereka mengundang banyak artis dan lainnya tapi media yang mendukung, yakni Sejuk (Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman) tidak memberitakan, apalagi mengampanyekan. Ini bukti postingan website sejuk.org (milik Sejuk) yang paling baru, sebagaimana discreen All About Santri pada Ahad (13/11/2016) pagi. Beritanya malah tentang NU, bukan parade. Duh, repot gan.

Panitia acara yang secara fiktif diketuai oleh Tsamara Amany Alatas juga terkesan mengadu domba antar habaib. Jika demo 411 kemarin dimotori oleh Habib Rizieq Syihab, kini diambil ketua dari habib bermarga Alatas. Ya Allah gusti, jauhkan umat Islam Indonesia dari tim adu domba penyebar berita hoax atas nama guru mulia Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. [All About Santri

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/lagi-berita-bohong-bau-domba-yang-mencatut-habib-luthfi.html

Rabu, 18 Juli 2012

Kiai Jauhari Umar: Pindah dari Aliran Wahabi, Malah Jadi Sarkub Manaqib

All About Santri - Kitab Manaqib Jawahirul Ma'ani adalah manaqib (riwayat hidup) yang menceritakan Sulthonul Auliya’ Syech Abdul Qodir Al Jilani (ada yang menyebut Al Jaelani). Mulai dari kelahirannya, perjalanan menuntut ilmu, karomah-karomahnya sampai pada wafatnya.

Kitab Manaqib ini disusun oleh seorang ulama (alm) KH. Ahmad Jauhari Umar (allah yarham), pemimpin Pondok Pesantren Darus Salam, Pasuruan Jawa Timur.

Kiai Jauhari Umar: Pindah dari Aliran Wahabi, Malah Jadi Sarkub Manaqib - All About Santri
Kiai Jauhari Umar: Pindah dari Aliran Wahabi, Malah Jadi Sarkub Manaqib - All About Santri


Kiai Jauhari Umar: Pindah dari Aliran Wahabi, Malah Jadi Sarkub Manaqib

KH. Ahmad Jauhari Umar ini mengajarkan dan ‘mengijazahkan’manaqib Jauhar Ma'ani kepada para murid-murid beliau. Dari murid-murid beliau inilah manaqib tersebut akhirnya tersebar luas ke seluruh nusantara, bahkan sampai ke negara tetangga juga.

Di dalam kitab manaqib di pada halaman belakang juga sudah dijelaskan manfaat dari manaqib tersebut dan cara pengamalannya. Misalnya, supaya bisa mendapatkan ilmu ladunni luas rezki, maka setiap hari membaca wirid "Ya Badii’" 946 x, di lanjutkan membaca manaqib Jawahirul Ma’ani tersebut.

Syaikh Ahmad Jauhari Umar dilahirkan pada Jum’at legi tanggal 17 Agustus 1945 jam 02.00 malam, yang keesokan harinya bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan oleh Presiden Soekarno dan Dr. Muhammad Hatta. Tempat kelahiran beliau adalah Dukuh Nepen, Desa Krecek, Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur.

All About Santri

Sebelum berangkat ibadah haji, nama beliau adalah Muhammad Bahri, putra bungsu dari Muhammad Ishaq. Meskipun dilahirkan dalam keadaan miskin, namun dari segi keturunan, ia tergolong mulia. Dari sang ayah, beliau masih keturunan Sultan Hasanudin bin Sunan Gunung Jati. Sementara dari sang ibu, Kiai Jauhari Umar masih trah keturunan KH Hasan Besari, Tegal Sari, Ponorogo, Jawa Timur, yang juga masih keturunan Sunan Kalijaga.

Pada masa kecil, Syaikh Ahmad Jauhari Umar dididik oleh ayahanda sendiri dengan disiplin pendidikan ketat dan sangat keras. Diantaranya adalah menghafal kitab Taqrib dan maknanya serta mempelajari tafsir Al-Qur’an, baik ma’na maupun nasakh-mansukhnya.

All About Santri

Ahmad Jauhari Umar kecil juga dulu tidak diperkenankan oleh ayahanda berteman dengan anak-anak tetangga dengan tujuan supaya ia tidak mengikuit kebiasaan tidak baik dari mereka. Ia juga dilarang merokok dan menonton hiburan seperti orkes, wayang, ludruk dan lain-lain, serta tidak boleh meminum kopi dan makan di warung.

Pada usia 11 tahun, Jauhari Umar sudah mengkhatamkan Al-Qur’an. Semua itu berkat kegigihan dan disiplin ayah beliau dalam mendidik dan membimbingnya secara ketat dan taat.

Orang tua Syaikh Ahmad Jauhari Umar memang terkenal cinta kepada para alim ulama, terutama mereka yang memiliki barakah dan karamah. Ayah beliau berpesan kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar agar selalu menghormati para ulama. Jika sowan (berkunjung) kepada para ulama supaya selalu memberi uang atau jajan (oleh-oleh).

Pesan ayahanda tersebut dilaksanakan oleh beliau, dan semua ulama yang pernah diambil manfaat ilmunya mulai dari Kyai Syufa’at Blok Agung Banyuwangi hingga KH. Dimyathi Pandeglang Banten. Semuanya pernah diberi uang oleh Syaikh Ahmad Jauhari Umar, sesuai pinta ayahnya tadi.

Sebenarnya, Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah menganut faham wahabi, bahkan sampai menduduki posisi wakil ketua Majlis Tarjih Wahabi Kaliwungu. Adapun beberapa hal yang menyebabkan Syaikh Ahmad Jauhari Umar pindah dari sekte paham wahabi dan menganut paham ahlussunah diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Beliau pernah bermimpi bertemu dengan kakeknya bernama KH. Abdullah Sakin yang wafat pada tahun 1918 M. Dalam mimpi, beliau berwasiyat kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar bahwa yang benar adalah paham ahlussunah wal jamaah.

2. Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah bertemu dengan KH Yasin bin Ma’ruf, Kedunglo, Kediri. Pertemuan itu terjadi di warung/ rumah makan Pondol, Pesantren Lirboyo, Kediri. Kiai Yasin berkata kalau Ahmad Jauhari Umar kelak akan menjadi seorang ulama yang banyak tamunya. Dan ucapan KH Yasin tersebut terbukti. Beliau setiap hari menerima banyak tamu.

3. Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah berjumpa dengan Sayyid Ma’sum, Badung, Madura, yang memberi wasiat bahwa kelak Syaikh Ahmad Jauhari Umar banyak santrinya berasal dari jauh. Dan hal itu juga terbukti.

4. Syaikh Ahmad Jauhari Umar bertemu dengan KH Hamid Abdillah, Pasuruan. Beliau berkata bahwa kelak Syaikh Ahmad Jauhari Umar akan dapat melaksanakan ibadah haji dan menjadi ulama yang kaya. Dan terbukti beliau sampai ibadah haji sebanyak lima kali dan begitu juga para putranya.

Empat hal itulah yang menyebabkan Syaikh Ahmad Jauhari Umar menganut paham ahlussunah wal jamaah karena beliau merasa heran dan takjub kepada para ulama ahlussunah yang dapat mengetahui hal-hal rahasia (ghaib). Dan karakter ulama yang demikian ini tidak dijumpainya pada ulama-ulama golongan wahabi.

Dalam menghadapi setiap cobaan yang menimpa, Syaikh Ahmad Jauhari Umar memilih satu jalan, yaitu mendatangi ulama. Adapun beberapa ulama yang dimintai do’a dan barokah oleh beliau diantaranya adalah:

1. KH. Syufa’at Blok Agung Banyuwangi.

2. KH. Hayatul Maki Bendo Pare Kediri.

3. KH. Marzuki Lirboyo Kediri.

4. KH. Dalhar Watu Congol Magelang.

5. KH. Khudlori Tegal Rejo Magelang.

6. KH. Dimyathi Pandeglang Banten.

7. KH. Ru’yat Kaliwungu.

8. KH. Ma’sum Lasem.

9. KH. Baidhawi Lasem.

10. KH. Masduqi Lasem.

11. KH. Imam Sarang.

12. KH. Kholil Sidogiri.

13. KH Abdul Hamid Abdillah Pasuruan.

Selesai beliau mendatangi para ulama, maka ilmu yang didapat dari mereka beliau kumpulkan dalam sebuah kitab “Jawahirul Hikmah”.

Kemudian beliau mengembara ke makam – makam para wali (menjadi sarkub, alias sarjana kuburan -bahasa santri), mulai dari Banyuwangi sampai Banten hingga Madura. Sewaktu beliau berziarah ke makam Syaikh Kholil Bangkalan Madura, Syaikh Ahmad Jauhari Umar bertemu dengan Sayyid Syarifuddin yang mengaku masih keturunan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani RA.

Kemudian Sayyid Syarifuddin memberikan ijazah kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar berupa amalan ‘Manaqib Jawahirul Ma'ani’ yang hingga kini tersebar luas di seluruh Indonesia karena banyak fadhilahnya, bahkan sampai ke negara asing seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Pakistan, Tanzania, Afrika, Nederland dan lainnya.

Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah mengalami masa-masa yang sulit dalam segala hal. Bahkan ketika putranya masih berada di dalam kandungan, sempat diusir pula oleh keluarga sang istri sehingga harus pindah ke desa lain yang tidak jauh dari desa mertua, kira-kira satu kilometer.

Ketika putera beliau berumur satu bulan, beliau kehabisan bekal untuk kebutuhan sehari-hari kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar memerintahkan kepada istrinya untuk pulang meminta makanan kepada orang tuanya. Syaikh Ahmad Jauhari Umar berkata, “Saya akan memohon kepada Allah SWT”. Akhirnya isteri beliau dan putranya pulang ke rumah orang tua.

Setelah itu, Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengambil air wudhu melaksanakan shalat dhuha yang dilanjutkan membaca manaqib Jawahirul Ma’any. Ketika tengah membaca manaqib, beliau mendengar ada orang di luar rumah memberikan ucapan salam kepada beliau, namun hanya dijawab dalam hati sambil terus tetap melanjutkan membaca manaqib hingga khatam. Setelah selesai, ia keluar membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, tenyata ada enam orang yang bertamu ke rumah beliau. Dua orang tamu memberi uang Rp 10.000, kemudian dua tamu lagi memberi dua buah nangka, sementara dua tamu lainnya memberi roti dan gula. Para tamu itu berpesan supaya selalu mengamalkan manaqib tersebut. Kini, kitab manaqib tersebut sudah beliau ijazahkan kepada kaum muslimin dan muslimat agar dapat memperoleh berkahnya.

Syaikh Ahmad Jauhari Umar selalu melaksanakan pesan tamu-tamu tersebut, menjadikan manaqib sebagai amalan sehari-hari. Tidak lama setelah itu, setiap harinya, Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi rizki oleh Allah senanyak Rp. 1.500 hingga beliau berangkat haji untuk pertamakalinya pada tahun 1982.

Setelah haji, pada tahun 1983, Syaikh Ahmad Jauhari Umar menikah dengan Sa’idah putri KH As’ad, Pasuruan. Setelah pernikahan ini, beliau setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 3.000. Mulai tahun 1983 hingga beliau menikah dengan puteri KH. Yasin, Blitar.

Setelah pernikahan ini, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp. 11.000 sampai beliau dapat membangun masjid. Selesai membangun masjid, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 25.000 hingga beliau membangun rumah dan pondok pesantren.

Setelah membangun rumah dan pesantren, Syaikh Ahmad Jauhari Umar tiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp. 35.000 hingga beliau ibadah haji yang kedua kalinya bersama putra beliau Abdul Halim dan isteri beliau Musalihatun pada tahun 1993.

Setelah beliau melaksanakan ibadah haji yang kedua kali itu, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 50.000 hingga tahun 1995 M. Setelah Syaikh Ahmad Jauhari Umar melaksanakan ibadah haji yang ketiga kali bersama putra beliau Abdul Hamid dan Ali Khazim, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 75.000 hingga tahun 1997.

Setelah Syaikh Ahmad Jauhari Umar menunaikan ibadah haji yang keempat kalinya, yakni tahun 1997, berangkat bersama putra beliau HM Sholahuddin, Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi rizki oleh Allah setiap hari Rp. 200.000 hingga tahun 2002.

Kemudian ketika Syaikh Ahmad Jauhari Umar berangkat haji yang kelima kalinya bersama dua istri dan satu menantu beliau, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp. 300.000 sampai tahun 2003 M.

Di Pasuruan, Syaikh Ahmad Jauhari Umar mendirikan Pondok Pesantren, tepatnya di Desa Tanggulangin Kec. Kejayan Kab. Pasuruan yang diberi nama Darussalam Tegalrejo.

Di desa tersebut Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi tanah oleh H Muhammad seluas 2.400 m2. Sebagai ganti tanah yang diberikan, H Muhammad dan putranya diberi tanah oleh Syaikh Ahmad Jauhari Umar seluas 4000 m2.

Sejak saat itu, Syaikh Ahmad Jauhari Umar mulai membangun masjid dan madrasah bersama masyarakat pada tahun 1998. Namun sayangnya sampai empat tahun, pembangunan masjid tidak juga selesai.

Akhirnya, Syaikh Ahmad Jauhari Umar memutuskan bahwa masjid yang dibangun bersama masyarakat harus dirobohkan. Demikian ini atas saran dan fatwa dari KH. Hasan Asykari Mangli, Magelang, Jawa Tengah (Mbah Mangli – almarhum).

Syaikh Ahmad Jauhari Umar pun akhirnya membangun masjid lagi bersama santri pondok. Alhamdulillah, dalam waktu 111 hari, selesailah pembangunan masjid tingkat (dua lantai) tanpa bantuan masyarakat. Kemudian madrasah-madrasah yang dibangun bersama masyarakat juga dirobohkan dan diganti dengan pembangunan pondok oleh santri-santri pondok.

Maka mulailah Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengajar mengaji dan mendidik anak-anak santri yang datang dari luar daerah pasuruhan, hingga lama kelamaan santri beliau menjadi banyak.

Pernah suatu hari, Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengalami peristiwa yang ajaib. Ia didatangi oleh Syaikh Abi Suja’, pengarang kitab Taqrib dalam keadaan terjaga. Syaikh Abi Suja' kemudian memberikan kitab Taqrib karyanya itu dengan bentuk sampul berwarna kuning. Kitab tersebut masih tersimpan hingga sekarang.

Mulai saat itulah, banyak murid yang datang, terutama dari Jawa Tengah, yang kemudian banyak menjadi kiai dan ulama. Wallahu a'lamu bisshawab. [All About Santri]

Info: Alhamdulillah, admin All About Santri sudah menerima ijazah ini dari sanad guru dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Jadi, ana muslim, akhi, aswaja ukhti, bukan kafir ya ikhwani! hehe

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/kiai-jauhari-umar-pindah-dari-aliran-wahabi-malah-jadi-sarkub-manaqib.html

Sabtu, 28 April 2012

KH Achman Sofyan Miftah Tutup Usia di Mekkah

Situbondo, All About Santri. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Kaum muslim Indonesia kembali kehilangan seorang kiai kharismatik, yakni KH Achman Sofyan Miftah, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur.

Kiai sepuh itu meninggal dunia saat menjalankan ibadah umroh, Kamis (5/4) bada Maghrib sekitar pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar pukul 00.25 WIB. Kiai sepuh yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini meninggal dunia pada usia 97 tahun, usai menjalankan ibadah shalat Maghrib di wilayah Misfalah di Kota Mekkah, Arab Saudi.

KH Achman Sofyan Miftah Tutup Usia di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Achman Sofyan Miftah Tutup Usia di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Achman Sofyan Miftah Tutup Usia di Mekkah

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman umum Makla di Kota Mekkah. Sebelum dimakamkan di pemakaman umum Makla di Kota Mekkah, jenazah KH Sofyan akan dishalatkan secara berjamaah di Masjidil Haram.

All About Santri

Kabar meninggalnya KH Sofyan disampaikan Sekretaris Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Situbondo, H Hamid Jauharul Fardi, yang juga ikut melaksanakan ibadah umrah bersama rombongan KH Sofyan.

All About Santri

"Wafatnya beliau merupakan kehilangan besar bagi kita. Bukan hanya NU, tapi juga bangsa Indonesia. Karena kiprah beliau sangat besar untuk membesarkan NU serta menanamkan pentingnya rasa kebangsaan kepada para santri, menjadikannya sebagai sosok kiai yang sangat disegani," kata Hamid via ponsel, Jumat (6/4).

Menurut Hamid, ulama terkemuka di kalangan Nahdliyin yang saat ini menjabat sebagai Mustasyar PCNU Situbondo itu meninggal di usia 97 tahun. "Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), beliau lahir pada tahun 1915 M. Dengan demikian, saat ini usia KH Ach Sofyan Miftah itu sekitar 97 tahun," kata Hamid.

Redaktur : SudartoMurtaufiq

Kontributor : Abdul Hady JM

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37352/kh-achman-sofyan-miftah-tutup-usia-di-mekkah

All About Santri

Kamis, 01 Desember 2011

Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi

All About Santri - Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi

Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi
Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi


Kritik Ulah Wahabi

Grand Syeikh Unversitas Al-Azhar Cairo Mesir, Prof. Dr.

Ahmad Muhammad Ath-Thayyib, jadi rebutan legitimasi kalangan Islam garis keras

(harus dibedakan dengan garis lurus, red) ketika datang ke Indonesia untuk

mengisi ceramah umum di Kantor MUI Pusat pada Senin (22/2/2016).

Adalah Irfan Helmi, seorang pegawai MUI yang memanfaatkan

ceramah Prof. Ahmad Thayyib untuk membuat fitnah dan propaganda. Dari situs

pribadinya, ia menyebut ceramah Syeikh Al-Azhar tersebut sebagai tasykik (mengaburkan substansi

masalah) dan terkesan simplikasi (menyederhanakan masalah).

Pria kelahiran 1970 asli Jogjakarta tersebut dengan percaya diri

dan tanpa kikuk menyebut “Pimpinan MUI tidak sependapat jika dikatakan Syiah

dan Sunni adalah Bersaudara.” Irfan yang mengatasnamakan Pimpinan MUI itu

menyatakan tidak relevan lagi jika membedakan Syiah sebelah mana yang harus disebut

keluar dari Islam.

Akhirnya, pemuda lulusan PP. Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga

ini mengajak khalayak untuk tetap menyesatkan Syiah dengan lima ajarannya,

yakni mengutuk shahabat, terbebasnya imam dari dosa, tidak mengakui khulafa’ur

rasyidin, tahrif Al-Qur’an serta nikah mut’ah. Baginya, semua Syiah berkeyakinan seperti itu.

Padahal, Grand Syeikh Al-Azhar yang datang ke MUI itu mengatakan “Tidak bisa

semuanya dikafirkan. Karena memang tidak mudah kita mengafirkan orang.”

Prof. Dr. Ahmad Thayyib juga menyatakan jika ada yang mencela dan mencaci sahabat Rasul seperti Abu Bakar, Umar, dan lainnya, maka itu bukan

ajaran yang benar dan merupakan kebodohan. Ini yang hendak diserang oleh Irfan

Helmi yang namanya tidak tercantum pada jajaran Pengurus Hasil Munas 2015 di website

resmi MUI www.mui.or.id. Isi ceramah Grand

Syeikh bisa Anda lihat di Ceramah Grand Syeikh Al-Azhar di MUI.

Namanya saja tidak tercantum di website resmi, apalagi fatwa

provokatifnya itu. Jika saat ini (25 Februari 2016) Anda mengetik nama Irfan

Helmi di kotak search situs MUI, tentu kecewa. Tidak akan ketemu. Justru Anda

akan mendapatkan link klarifikasi atas broadcastnya yang “menyimpang.”

Dosa Fitnah Grand Syeikh Al azhar, Ahmad Thayyib Kalau saja pernyataan ustadz wahabi yang, konon, penasehat acara

Khazanah TransTv itu tidak disebarkan, dia terbebas dari dosa fitnah dan hoax. Masalahnya, itu sudah menjadi viral di Facebook dan WhatsApp. Ini salah satu link di Facebook. Rangkuman Irfan.

Artinya, kebohongan dia sudah diulang-ulang hingga seakan berubah jadi kebenaran.

Kuantitas penyebaran pesan melalui media online sekarang ini sudah melebihi

virus komputer dan kanker otak. Yang benar bisa bisa jadi salah, begitu juga sebaliknya.

Hanya membuat konten tulisan provokatif, Irfan Helmi bisa

mempropaganda atas ribuan pikiran pengguna media sosial dalam waktu singkat tanpa biaya. Media-media berhaluan

radikal pun rebutan memuat berita yang mempertanyakan misi Grand Syeikh itu.

Selain Portal Piyungan (dulunya PksPiyungan), situs Ar-Rahma [dot] com juga tak terlewat memuat judul “Syeikh al-Azhar Datang ke

Indonesia Membawa Misi Islam atau Syiah”. Situs rujukan jihadis radikal itu mewawancarai narasumber bernama Irfan S

Awwas, dari Majelis Mujahidin, yang dalam komentarnya memberikan tugas kepada alumni Timur Tengah

untuk tetap mengafirkan Syiah tanpa takut berbeda pendapat dengan Syeikh-nya. Inikah

yang disebut dakwah? Inikah yang disebut adab? Mengajak murid menantang

gurunya?

Tentu banyak yang tersengat telinga atas ceramah Grand

Syeikh Ahmad Thayyib. Sebab, kedudukan Grand Syeikh di Mesir setara dengan

perdana menteri yang punya pengaruh besar di dunia. Lihat tulisan Kedudukan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir.

Statemen kedua Irfan di atas (Majelis Ulama dan Mejelis

Mujahidin) sudah banyak direpost dan direblog ke Blog, Facebook dan media sosial

lainnya. Tujuannya hanya ingin menggelembungkan suara “Syiah Bukan Islam”. Jika masih terus ada di MUI, Irfan Helmi akan leluasa

memprogandakan Syiah sebagai musuh bersama.

Pada 7 Juni 2013, Fajr Muchtar, seorang Kompasaner pernah menulis ulah Irfan Helmi yang meresahkan. Dalam tulisan Menyoal Surat Dukungan ke MUI Tentang Syiah, Muchtar mempertanyakan pencatutan nama MUI karena terkesan memperkeruh kerukunan Sunni-Syiah di Indonesia.

Muchtar gelisah sejak wall Facebooknya mendapatkan link pesan berantai bahwa akan ada kelompok Syiah yang menggugat Fatwa Penyesatan MUI dengan tuntutan kerugian 1 milyar setiap hari sejak fatwa tersebut beredar.

Karena masalah peradilan itulah, MUI minta dukungan masyarakat dengan

megirimkan petisi ke email irfanh70@gmail.com.

Padahal, itu adalah hoax yang dibuat-buat Irfan Helmi. Penelusuran Muchtar berbuah kecewa karena di situs MUI

pun tidak ada permintaan dukungan kepada masyarakat.

Orang-orang seperti Irfan bukan hanya satu. Ada banyak. Dan tanpa

sungkan memutarbalikkan fakta. Bid’ah gagal digarap, Syiah tidak berhasil

meluas, fitnah lah yang digunakan. MUI giliran kena sasaran. Kerjaan khas muslim garis

keras Wahabi. Saya masih menyebutnya muslim.

Alhamdulillah, situs-situs pedukung MUI masih ada

semacam muslimedianews.com, arrahmah.co.id, salafynews.com, All About Santri, elhooda.net,

voa-islamnews.com, dan lainnya yang tidak mudah mengafirkan golongan lain.

Hati-hati dengan nama dua Irfan di atas. Pemikiran Grand

Syeikh Al-Azhar saja diputarbalikkan, apalagi pemikiran anak kuliahan. Cek

saja kebohongan Irfan Helmi dengan mencari pernyataan asli target fitnah yang hendak ia gulirkan

kembali, esok hari, kalau dia masih ada di MUI. Pemikiran Prof. Dr. Ahmad

Thoyyib tentang Syiah bisa Anda lacak dengan mudah di Youtube. Silakan klik video di atas untuk mengetahui salah satu pemikiran beliau. All About Santri

M Abdullah Badri, Pengurus PCNU LTN Jepara

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/ketika-mui-ditunggangi-wahabi.html

Rabu, 27 Juli 2011

Darurat Nalar, Ada Broadcast Dukung Kunjungan Raja Salman Tapi Sudutkan Jokowi

All About Santri - Muslim Indonesia memang sedang gawat-gawatnya dalam merespon isu politik maupun isu agama. Hampir semua kasus yang meliabatkan tokoh muslim, ulama, hakim muslim, atau saudara muslim, dianggapnya sebagai kriminalisasi umat Islam. Mudah reaktif, tidak nyaman, dan sangat ingin perang hawanya.

Darurat Nalar, Ada Broadcast Dukung Kunjungan Raja Salman Tapi Sudutkan Jokowi
Darurat Nalar, Ada Broadcast Dukung Kunjungan Raja Salman Tapi Sudutkan Jokowi


Terakhir adalah soal rencana kunjungan Raja Salman, penguasa Saudi Arabia. Bagi muslimin cyber sebelah, mereka yang menolak kedatangan Raja Salman langsung disebut komunis, PKI, pro Cina, munafik dan sebagainya. Muncullah bbroadcast dukungan kehadiran Raja Salman seperti di bawah ini.

---------------

Komunis akan tolak raja Arab ke Indonesia..

(Tempo dan kompas yang mombocorkan)

Copas dari FB.

Yg Anti Arab Dilarang Baca..!!

RAJA ARAB SAUDI

1Minggu Lamanya yaa..

Menurut infonya, Raja akan membantu kita bereskan

jalan Tol Trans Sumatra

Jika Cina komunis memberikan utang 700 Triliun maka Arab Saudi akan membantu 2000 Triliun

Terdiri 700 triliun utk kembalikan utang ke Cina dan

500 triliun membuat tambang baru di Papua.

500 triliun membereskan tol Sumatra dan sisanya

300 triliun utk ekonomi umat Indonesia...luar biasaa.

ALHAMDULILLAH

Indonesia bebas utang ke Cina komunis!! PKI gigit jari

RAJA SALMAN GERAH LIAT KEADAAN MUSLIM DIINDONESIA YG TERUS DISUDUTKAN PEMERINTAHAN JOKOWI

KUNJUNGAN JUGA DIAGENDAKAN BERTEMU DGN HABIEB RIZIEQ YG SDH MENJADI SOROTAN DUNIA ISLAM DALAM AKSI 212

Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud,

akan berkunjung ke Indonesia pd awal Maret 2017

Kepastian kunjungan Raja Salman dikemukakan wakil ketua DPR Fahri Hamzah setelah menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi utk Indonesia, Osamah Mohammed Alshuibi.

Rombongannya besar sekali, lebih dari 800 orang sehingga pak dubes mengharapkan bantuan dan dukungannya agar kedatangan Raja Salman akan menjadi momen yg sangat penting bagi kedua negara.

''kata Fahri di komplek Gedung MPR/DPR/DPD, jakarta selasa 17/1/2017

Politikus (PKS) ini menyebutkan kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi akan sangat monumental bagi kedua negara sebab kunjungan Raja Arab tersebut akan didampingi seluruh jajaran mentri dan pejabat negara Saudi Arabia

Kunjungan Raja Arab ini bersifat historis karna Raja Salman akan berada diindonesia sepekan lebih, saya kira ini adalah kunjungan kepala negara ke Indonesia yg paling lama, ''kata Fahri.

Raja Salman akan berkunjung ke jakarta bawa 800 staff politik, ekonomi dan pertahanan

Ayoo kita sambut..jadikan Indonesia serambi Mekkah

LENYAPKAN PKI & ANTEK2NYA

ALLAHUAKBAR

------------

Siaran pesan berantai di atas begitu masif tersebar di grup-grup WhatsApp dan Facebook. Padahal, isinya provokasi. Bacalah, semua dikaitkan dengan PKI. Padahal, kepada siapa sih Raja Salman akan dikunjungi? Bukannya kepada Jokowi, yang dalam BC di atas dikatakan sebagai "menyudutkan umat Islam".

Kunjungan yang bersifat balasan atas kujungan Presiden Jokowi, di sebelah, ternyata disambut gembira sebagai dukungan kepada Imam Besar FPI. Hahaha. Mereka sangat baper sekali ketika Raja Salman berkunjung. Bukankah dia juga penguasa yang di sebelah juga disebut "bandar teroris dunia".

Biasa sajalah harusnya kita ini. Kunjungan G to G, ya kepentingannya pemerintah ke pemerintah. Bukan pemerintah ke FPI. Silakan baca keterangan pers Kedutaan Besar Saudi untuk RI atas kunjungan Raja Salman.

Siaran Pers Kedubes Saudi atas Kunjungan Raja Salman Intinya, siaran pers tertanggal 27 Januari 2017 tentang kunjungan Raja Salman adalah untuk meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara. Jika nanti terbukti kunjungan Raja Salman itu untuk mendanai gerakan FPI, GNPF-MUI atau aksi bela-belaan, maka, silakan diawasi.

Tapi, jika kunjungan itu untuk tak over proyek-proyek Cina, ya berarti ada persaingan pengaruh dan bisnis keduanya? Kita mau apa? Kalau mau perang, nunggu NU dibubarkan dulu. Fitnah terus saja NU, pasti akan terjadi perang karena tiada lagi yang menjaga NKRI ini. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/darurat-nalar-ada-broadcast-dukung-kunjungan-raja-salman-tapi-sudutkan-jokowi.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock