Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

KLH Way Kanan: Ansor Membuat Kami Memiliki Teman

Way Kanan, All About Santri
Kepala Kantor Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Way Kanan Provinsi Lampung Rinaldi mengapresiasi PC GP Ansor yang mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020."

"Upaya tersebut membuat kami yang selama ini merasa sendiri menangani persoalan lingkungan hidup menjadi merasa memiliki teman dengan adanya silaturahmi sejumlah organisasi non goverment membahas aksi Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020. Terima kasih atas prakarsanya," ujar Rinaldi melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Kasi Wasdal) Arif Radigusman di Blambangan Umpu, Sabtu (6/2).

Hadir dalam pertemuan di KLH Way Kanan antara lain Pemuda Muhammadiyah, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), GP Ansor, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak, Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula) dan alumni Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN).

Organisasi-organisasi tersebut berkomitmen untuk beraksi pada 21 Februari 2016 pukul 06.00 WIB dari sejumlah titik dan berkumpul di Monumen Mayjend Ryacudu pukul 10.00 WIB.

"Dengan segala keterbatasan dan kondisi, KLH Way Kanan berkomitmen untuk mendukung gerakan semacam itu. KLH Way Kanan berharap, isu lingkungan hidup bisa dianggap oleh masyarakat sehingga mereka bisa mengerti dan paham mengenai apa dan bagaimana lingkungan hidup. Persoalan lingkungan hidup persoalan kita bersama sehingga perlu bergandeng tangan dalam mengatasinya," ujar Arif lagi.

Islam adalah rahmatan lil alamin, yang mana syariatnya tidak hanya untuk umat islam saja tapi bagi semesta alam sebagai Rahmat dari Allah. Bahkan diutusnya Nabi Muhammad adalah sebagai rahmat, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya: 107 ????? ????????????? ?????? ???????? ???????????????. Wamaa arsalnaaka ilaa rahmatal(n)-lilaalamiin(a). "Tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekian alam."

Dalam surat Ar-Ruum: 41 Allah SWT berfirman: ?????? ?????????? ??? ???????? ??????????? ????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ???????????. Zhaharal fasaadu fiil barri wal bahri bimaa kasabat aidiinnaasi liyudziiqahum badhal-ladzii amiluu laallahum yarjiuun(a). "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, (yang) disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

"Menjadi penting bagi Gerakan Pemuda Ansor mengimplentasikan firman melalui perbuatan, salah satunya ikut serta menjaga lingkungan hidup. Terima kasih buat sahabat-sahabat dan saudara-saudara kami yang memiliki persepsi sama mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup untuk saat ini dan esok. Kami juga mengundang organisasi lain di daerah ini untuk beraksi bersama pada 21 Februari," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Pada aksi tersebut nantinya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Munawar menyatakan siap menampung sampah bisa didaur ulang seperti botol air mineral sehubungan pihaknya memiliki bank sampah "Bumea". (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)



Dari : /post/read/65564/klh-way-kanan-ansor-membuat-kami-memiliki-teman

Jumat, 17 Februari 2017

Rahasia Rizki Bertambah Banyak

All About Santri - Agar rizki bertambah banyak dan melimpah berkah, simak hadits sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Rahasia Rizki Bertambah Banyak
Rahasia Rizki Bertambah Banyak


"إنّ اللهَ تَعالى يُنْزِلُ الرِّزْقَ عَلَى قَدْرِ الْمُؤْنَةِ، وَيُنَزِّلُ الصَّبْرَ علىَ قَدْرِ البَلاَءِ".

Sesungguhnya Allah ta’ala akan menurunkan rizki seseorang sesuai dengan biaya yang dibutuhkan, dan menurunkan kesabaran sesuai dengan malapetaka yang menimpa. (HR al-Bazzar, Kasyf al-Astar [1506]).

Maksud hadits ini, Allah akan membantu rizki seseorang sesuai dengan kadar biaya yang diperlukan. Semakin banyak keluarga yang menjadi tanggungannya, semakin mudah pula rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Dulu ada seorang santri yang mengadu kepada gurunya, karena kesulitan ekonomi yang menghimpit kehidupannya. Ternyata sang guru menyuruhnya untuk menikah. Murid itu heran, sedangkan ia untuk membiayai dirinya saja tidak mampu, justru disuruh menikahi wanita yang akan menjadi tanggungannya.

Akan tetapi murid itu menjalankan saran gurunya. Kemudian karena kesulitan ekonomi tidak kunjung pergi, ia mengadu lagi kepada gurunya. Ternyata gurunya menyuruhnya untuk menempati sebuah rumah, dan menyuruhnya untuk memelihara hewan ternak serta memanggil pembantu untuk bekerja kepadanya.

Ternyata setelah murid ini melakukan semua saran gurunya, Allah melapangkan rizkinya setelah itu. Sepertinya gurunya mengambil saran tersebut dari hadits di atas. Seseorang semakin banyak tanggungan dalam keluarganya, semakin banyak pula rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya. (Syaikh Abdullah bin Sa’id al-Lahji, Muntaha al-Sul ‘ala Wasail al-Wushul, juz 3 hlm 331). [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/rahasia-rizki-bertambah-banyak.html

Kamis, 10 Desember 2015

Ribuan Umat Islam Hadiri Haul Gus Dur

Pekalongan, All About Santri. Ribuan umat Islam dari Pekalongan dan sekitarnya tadi malam menghadiri acara kedua Haul Gus Dur yang digelar warga nahdliyyin Kota Pekalongan Aswaja Jalan Sriwijaya 2.

Meski sebelumnya Kota Pekalongan sempat diguyur hujan, tak menyurutkan langkah ribuan warga nahdliyyin untuk berbondong bondong menuju Gedung Aswaja untuk bersama sama mendoakan KH Abdurrahman Wahid bersama para habaib, kiai dan tamu undangan termasuk Wakil Walikota Pekalongan.

Ribuan Umat Islam Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Umat Islam Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)


Ribuan Umat Islam Hadiri Haul Gus Dur

Ketua panitia Haul Gus Dur KH Kasiman Mahmud Desky kepada NU Onl

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/35670/ribuan-umat-islam-hadiri-haul-gus-dur

All About Santri

Selasa, 28 April 2015

Sinyal 4G LTE Adalah Ide Dari Anak Petani Kediri

All About Santri - Khoirul Anwar dianggap gila. Ditertawakan. Bahkan dicemooh. Idenya dianggap muskil. Tak masuk akal. Semua ilmuwan yang berkumpul di Hokkaido, Jepang, itu menganggap pemikiran yang dipresentasikan itu tak berguna.

Sinyal 4G LTE Adalah Ide Dari Anak Petani Kediri
Sinyal 4G LTE Adalah Ide Dari Anak Petani Kediri


Dari Negeri Sakura, Anwar terbang ke Australia. Tetap dengan ide yang sama. Setali tiga uang. Ilmuwan negeri Kanguru itu juga memandangnya sebelah mata. Pemikiran Anwar dianggap sampah.

Pemikiran Anwar yang ditertawakan ilmuwan itu tentang masalah power atau catu daya pada Wi-Fi. Dia resah. Saban mengakses internet, catu daya itu kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat, sekejap kemudian melemah. Banyak orang mengeluh soal ini.

Tak mau terus mengeluh, Anwar memutar otak. Pria asal Kediri, Jawa Timur, itu ingin memberi solusi. Dia menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan.

FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Anwar memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya sehingga bisa stabil.

Ide itulah yang diolok-olok ilmuwan pada tahun 2005. Banyak ilmuwan beranggapan, jika FFT dipasangkan, keduanya akan saling menghilangkan. Tapi Anwar tetap yakin, hipotesa ini menjadi solusi keluhan banyak orang itu.

Ilmuwan Jepang dan Australia boleh mengangapnya sebagai dagelan. Tapi dia tak berhenti. Anwar kemudian terbang ke Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan Paman Sam.

Tanggapan mereka berbeda. Di Amerika, Anwar mendapat sambutan luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Fourth Generation Long Term Evolution.

Yang lebih mencengangkan lagi, pada 2008 ide yang dianggap gila ini dijadikan sebagai standar telekomunikasi oleh International Telecommunication Union (ITU), sebuah organisasi internasional yang berbasis di Genewa, Swiss. Standar itu mengacu prinsip kerja Anwar.

Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Kini dinikmati umat manusia di muka Bumi. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil.

Karya besar ini ternyata diilhami masa kecil Anwar. Dulu, dia suka menonton serial kartun Dragon Ball. Dalam film itu, dia terkesan dengan sang lakon, Son Goku, yang mengeluarkan jurus andalan berupa bola energi, Genkidama.

Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Setelah terkumpul banyak dan berbentuk bola, Goku menggunakannya untuk mengalahkan musuh yang juga saudara satu sukunya, Bezita.

Prinsip jurus tersebut menjadi inspirasi bagi Anwar. Dia menerapkannya pada teknologi 4G itu. Jadi, untuk dapat bekerja maksimal, teknologi 4G menggunakan tenaga yang didapat dari luar sumber aslinya.

***

Ya, karya besar ini lahir dari orang desa. Anwar lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 22 Agustus 1978. Dia bukan dari kalangan ningrat. Atau pula juragan kaya. Melainkan dari kalangan jelata.

Sang ayah, Sudjiarto, hanya buruh tani. Begitu pula sang bunda, Siti Patmi. Keluarga ini menyambung hidup dengan menggarap sawah tetangga mereka di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang.

Saat masih kecil, Anwar terbiasa ngarit. Mencari rumput untuk pakan ternak. Pekerjaan ini dia jalani untuk membantu kedua orangtuanya. Dia ngarit saban hari. Setiap sepulang sekolah.

Meski hidup di sawah, bukan berarti Anwar tak kenal ilmu. Sejak kecil dia bahkan mengenal betul sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Ilmuwan dunia itu. Anwar suka membaca buku-buku mengenai dua ilmuwan tersebut, padahal tergolong berat.

Hobi ini belum tentu dimiliki anak-anak lain. Dan dari dua tokoh inilah, Anwar menyematkan cita-cita menjadi ‘The Next Einstein’ atau ‘The Next Faraday’.

Cita-cita tersebut hampir saja musnah. Saat sang ayah meninggal pada tahun 1990. Sang tulang punggung tiada. Siapa yang akan menopang keluarga? Perekonomian sudah tentu tersendat. Padahal kala itu Anwar baru saja menapak sekolah dasar.

Anwar tentu khawatir, sang ibu tak mampu membiayai sekolah. Apalagi hingga perguruan tinggi. Tapi Anwar memberanikan diri, mengungkapkan keinginan bersekolah setinggi mungkin kepada sang ibu. Kepada emak.

Anwar menyiapkan diri. Sudah siap apabila sang emak menyatakan tidak sanggup. Tapi jawaban yang dia dengar di luar dugaan. Bu Patmi malah mendorongnya untuk bersekolah setinggi mungkin.

“Nak, kamu tidak usah ke sawah lagi. Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,” ucap Anwar terbata, karena tak kuasa menahan haru saat mengingat perkataan emaknya itu.

Perkataan itu menjadi bekal Anwar untuk melanjutkan langkah meraih mimpi. Lulus SD, dia diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kunjang. Kemudian dia meneruskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Kediri. Salah satu sekolah favorit di Kota Tahu itu.

Saat SMA itulah dia memilih meninggalkan rumah. Dia tinggal di rumah kost, tidak jauh dari sekolah. Jarak rumah dengan sekolah memang lumayan jauh. Dia sadar pilihan ini akan menjadi beban sang ibu.

Masalah itu membuat Anwar harus memutar otak. Dia lalu memutuskan untuk tidak sarapan demi menghemat pengeluaran. Tetapi, itu bukan pilihan tepat. Prestasi Anwar turun lantaran jarang sarapan. “Karena tidak sarapan, setiap jam sembilan pagi kepala saya pusing,” kata dia.

Kondisi Anwar sempat terdengar oleh ibu salah satu temannya. Merasa prihatin dengan kondisi Anwar, ibu temannya itu menawari dia tinggal menumpang secara gratis. Anwar tidak perlu lagi merasakan pusing saat sekolah. Sarapan sudah terjamin dan prestasi Anwar kembali meninggi.

Lulus dari SMA 2 Kediri, Anwar lalu melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. Dia kemudian mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo.

Sayangnya, Anwar tidak lolos seleksi universitas tersebut. Dia merasa malu dan tidak ingin dipulangkan. Alhasil, dia memutuskan beralih ke Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan diterima.

Di universitas tersebut, Anwar mengembangkan tesis mengenai teknologi transmitter dan menggarap disertasi bertema sama dalam program doktoral di universitas yang sama pula.

Dan Anwar, kini telah menelurkan karya besar. Temuan yang ditertawakan itu dinikmati banyak orang. Termasuk para ilmuwan yang mengolok-olok dulu. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/sinyal-4g-lte-adalah-ide-dari-anak-petani-kediri.html

Kamis, 22 Januari 2015

Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give

All About Santri - Tersenyum mendengar perdebatan di media massa terkait full day school. Beberapa bahkan sampai pada pertanyaan yang agak menggelitik: memang gurunya mau di bayar berapa?

Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give
Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give


Pertanyaan itu lantas loncat ke dalam konteks dimana kami berkutat: pesantren. Kalau full day and night school seperti pesantren lantas bagaimana? Pesantren kan tak ada batas waktunya? 24 jam mendidik. 24 jam mengawasi santri. 7 hari seminggu. Libur hanya 6 bulan sekali. Siang malam menjalankan program. Tak hanya di kelas. Mandi, makan, tidur semuanya jadi kurikulum.

Lalu, ya itu tadi: emang gurunya dibayar berapa?

Pertanyaan itu mengungkapkan pemahaman bawah sadar masyarakat yang sangat serius. Bisa jadi menandakan pemahaman bahwa pendidikan sudah menjadi komoditas yang bersifat transaksional. Take and give. Murid membayar, guru dibayar.

Hal yang insya Allah tidak didapati di pondok pesantren yang hakiki karena memang pesantren sejatinya tidak memakai sistem transaksional dan ukuran duniawi seperti ini. Semangat pesantren yang ada hanyalah give, give dan give. Tidak ada take and give.

Wakif ikhlas mewakafkan lahannya. Kyai ikhlas memimpin. Guru ikhlas mendidik. Santri ikhlas dididik. Walisantri ikhlas menyerahkan putra putrinya untuk dididik.

Itulah kenapa beban kerja pendidik di pesantren tidak bisa dihitung pakai matematika dunia. Apalagi jika sampai dihitung perjam pelajaran. Apalagi sampai pakai hitungan lembur pula. Karena niat mereka memang bukan bekerja mencari penghasilan seperti layaknya pegawai di instansi-instansi lainnya.

Dalam sistem pesantren, santri hanya membayar apa yang mereka pakai. Makanan, listrik, air dan sebagainya. Zelf berdruiping system. Bersama memakai bersama membayar. Tidak ada rumusan santri membayar guru.

Mendidik santri adalah bentuk perjuangan. Bentuk pengabdian kepada agama dan bangsa. Lalu bagaimana mereka menghidupi keluarga mereka? Itulah rahasia keberkahan yang dijanjikan Allah SWT kepada siapapun yang mau membantu agama-Nya.

(إن تنصر الله ينصركم ويثبّت أقدامكم)

In tanshurullaah yanshurukum wa yutsabbit aqdamakum.

Burung saja keluar sarang sudah dijanjikan rejekinya oleh Sang Maha Pemberi Rezeki. Transaksional? Bukan tempatnya di pesantren. Apalagi jika hanya berfikir mengambil apa yang ada di pesantren.

Dari model proses pendidikan yang terjaga niat keikhlasannya inilah diharapkan didapatkan keberkahan ilmu dan ridha Ilahi serta outputnya para peserta didik berakhlaqul karimah dan bermanfaat bagi dirinya, agama, keluarga dan bangsanya. Amin. Ayo Mondok! [All About Santri] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/full-day-school-di-pesantren-bukan-take-and-give.html

Sabtu, 15 Februari 2014

Pilihlah Pesantren yang Ada Kiainya!

Grobogan, All About SantriMenyikapi semakin berkembangnya berbagai macam paham di Indonesia, Rais Syuriyah Idarah Syubiyyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah (Jatman) Grobogan KH Masruhin Ahmad mengimbau para orang tua untuk menaruh anaknya di pesantren yang diasuh oleh seorang kiai yang jelas.

Pondokkan anak pada pesantren yang ada kiainya! Katanya di saat ia mengisi ceramah pada Peringatan Haul Kiai Syarqawi di Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, Ahad (23/4). Haul dihadiri sekitar 4000 hadirin.

Pilihlah Pesantren yang Ada Kiainya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilihlah Pesantren yang Ada Kiainya! (Sumber Gambar : Nu Online)


Pilihlah Pesantren yang Ada Kiainya!

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan tentang arti mondok bagi seorang murid thariqah atau yang biasa disebut suluk. Ibarat tanaman, orang yang sudah baiat thariqah itu sudah punya bijinya, cara menanamnya ya lewat suluk, tawajuhan, bukan berarti jika sudah baiat sudah selesai, jelasnya.

All About Santri

Lebih lanjut, kiai sepuh yang juga pengasuh Pesantren As Salaf Jeketro Gubug Grobogan ini mengurai tentang arti penting hubungan antara orang hidup dan mati. Ia mengisahkan Nabi Khidlir ketika menemukan sebuah dinding yang roboh di sebuah perkampungan yang kemudian ia ditegakkan kembali. Ini karena memandang jasa orang tua kedua yatim tersebut yang shalih yang sudah mati, sedangkan anaknya masih hidup.

Kiai Syarqowi merupakan guru Thariqah Khalidiyah Naqsyabandiyah yang mengambil sanad kepada Syaikh Sulaiman Zuhdi, guru besar Naqsyabandiyah Khalidiyyah di Jabal Abi Qubais Makkah.Kiai Syarqawi juga merupakan kawan akrab Kiai Arwani Amin, Kudus. (Mundzir/Mahbib)

All About Santri

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67595/pilihlah-pesantren-yang-ada-kiainya

Minggu, 22 Desember 2013

Pemerintah Akui 13 Perguruan Tinggi Aswaja Berbasis Kitab Kuning

All About Santri - Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi menerbitkan surat keputusan (SK) bagi 13 Ma'had 'Aly atau perguruan tinggi pesantren yang berbasis kitab kuning atau kitab karangan ulama yang digunakan di pesantren.

SK bagi 13 perguruan tinggi pesantren itu diserahkan Menteri Agama kepada 13 perwakilan Ma'had 'Aly saat Wisuda Mahasantri ke-3 Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin, 30 Mei 2016.

Pemerintah Akui 13 Perguruan Tinggi Aswaja Berbasis Kitab Kuning - All About Santri
Pemerintah Akui 13 Perguruan Tinggi Aswaja Berbasis Kitab Kuning - All About Santri


Pemerintah Akui 13 Perguruan Tinggi Aswaja Berbasis Kitab Kuning

"Hari ini, kami secara resmi menerbitkan SK untuk 13 Ma'had 'Aly yang secara resmi diakui oleh negara," kata Lukman saat orasi ilmiah, Senin 30 Mei 2016.

Lukman mengatakan pengakuan negara atas perguruan tinggi pesantren berbasis kitab kuning itu sebenarnya tindak lanjut atas upaya Menteri Agama sebelumnya. "Saya hanya di ujungnya saja. Yang jauh lebih berjasa tentu Menteri Agama terdahulu yang telah memperjuangkan ini sejak lama," tutur dia.

All About Santri

Penerbitan SK tersebut sebagai tindak lanjut atas Peraturan Menteri Agama Nomor 71 Tahun 2015 tentang Ma'had 'Aly oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Lukman menuturkan bahwa Ma'had 'Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.

All About Santri

Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab ke-Islaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Tujuan Ma'had 'Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

Lukman mengatakan Mahad Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. "Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tuturnya.

Untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, Lukman memastikan setiap Ma'had 'Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu program studi yang jadi spesialisasi. Lebih dari itu, program studi dimaksud juga akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan kepesantrenan sekaligus.

“Kementerian Agama memiliki komitmen kuat membangun pusat-pusat unggulan ini. Ma'had 'Aly akan tetap ditempatkan sebagai lembaga khusus yang ada pada pesantren untuk kaderisasi ulama yang mumpuni dan berintegritas,” katanya.

Adapun ke-13 Ma'had 'Aly yang telah mengantongi izin pendirian dan nomor statistik dari Menteri agama tersebut antara lain: 1) Ma'had 'Aly Saidusshiddiqiyyah Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta, dengan program spesialisasi Sejarah dan Peradaban Islam;

2) Ma'had 'Aly Syekh Ibrahim Al Jambi, Pondok Pesantren Al As'ad, Kota Jambi, Jambi, dengan program spesialisasi Fiqh dan Ushul Fiqh;

3) Ma'had 'Aly Sumatera Thawalib Parabek, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Agam, Sumatera Barat, dengan program spesialisasi Fiqh dan Ushul Fiqh;

4) Ma'had 'Aly MUDI Mesjid Raya, Pondok Pesantren Ma'hadul 'Ulum Ad Diniyyah Al Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya, Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam, dengan program spesialisasi Fiqh dan Ushul Fiqh;

5) Ma'had 'Aly As'adiyah, Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan, dengan program spesialisasi Tafsir dan Ilmu Tafsir;

6) Ma'had 'Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah, Amuntai, Kalimantan Selatan, dengan program spesialisasi Aqidah dan Filsafat Islam;

7) Ma'had 'Aly Salafiyah Syafi’iyah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Situbondo, Jawa Timur, dengan program spesialisasi Fiqh dan Ushul Fiqh;

8) Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ary, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dengan program spesialisasi Hadits dan Ilmu Hadits;

9) Ma'had 'Aly At-Tarmasi, Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur, dengan program spesialisasi Fiqh dan Ushul Fiqh;

10) Ma'had 'Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh, Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah, dengan program spesialisasi Fiqh dan Ushul Fiqh;

11) Ma'had 'Aly PP Iqna ath-Thalibin, Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, dengan program spesialisasi Tasawwuf dan Tarekat;

12) Ma'had 'Aly Al Hikamussalafiyah, Pondok Pesantren Madrasah Hikamussalafiyah (MHS), Cirebon, Jawa Barat, dengan program spesialisasi Fiqh dan Ushul Fiqh;

13) Ma'had 'Aly Miftahul Huda, Pondok Pesantren Manonjaya, Ciamis, Jawa Barat, dengan program spesialisasi Aqidah dan FIlsafat Islam.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/pemerintah-akui-13-perguruan-tinggi-aswaja-berbasis-kitab-kuning.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock