Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

Santri Polewali Mandar: Negara Khilafah Bukan Solusi

Jakarta, All About Santri
Forum Santri Pambusuang dan Campalagian kabupaten Polman, dengan tegas menolak paham anti NKRI. Mereka mengajak masyarakat untuk memastikan bersihnya lingkaran pergaulan anak-anak mereka dari pengaruh gerakan-gerakan makar terhadap negara.
<>
Pernyataan itu disampaikan pada acara temu ulama dan tokoh umat Islam yang dihelat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) , di Lapeo, Campalagian, Polman, Ahad (19/4).

"Kami menolak pemikiran HTI. Kami mengajak masyarakat untuk berpikir jernih. Kami mengajak masyarakat turut serta berjuang atas nama agama, negara, dan kemanusiaan," tegas Busyra, salah seorang santri Campalagian.

Busyra yang juga kader Ansor Polman ini menegaskan bahwa perbaikan tatanan masyarakat bisa dilakukan tanpa harus mendirikan sistem khilafah.

"Kami mengkhawatirkan agenda-agenda ormas yang mengabaikan negara dan pemerintah," jelasnya.

Sementara salah seorang santri Pambusuang, Mustakim, mengingatkan masyarakat dan ormas Islam untuk senantiasa bersama-sama meneladani perjuangan para ulama terdahulu yang berperan serta mendirikan negara Republik Indonesia.

"Jangan mengganti dasar negara, kita telah punya Bhineka Tunggal Ika, dan Pancasila. NKRI harga mati," kata Mustakim.

Ia pun menegaskan, santri yang berdomisili di Campalagian dan Pambusuang kabupaten Polman, tidak akan mendukung bentuk negara khilafah. "Silakan berwacana soal negara khilafah, tapi kami tak akan mendukung dan tetap berdiri menjaga NKRi," jelas penggiat sejarah Islam Nusantara ini.

Selain penolakan dari Forum Santri, agenda HTI yang dilangsungkan di Lapeo, Campalagian kabupaten Polman ini, juga ditolak oleh generasi muda keluarga Imam Lapeo.

"Di keluarga Imam Lapeo ditanamkan untuk mencintai agama dan negara sekaligus dalam satu tarikan nafas. Jika ada ormas Islam yang tidak bernafaskan mencintai agama dan negara, tentu kami menolak," tandas Ahmad Arfah. (Red. Alhafiz K)

Dari : /post/read/58985/santri-polewali-mandar-negara-khilafah-bukan-solusi

Rabu, 02 November 2016

Sciena Madani dan LAZIS Nusantara Berbagi Sedekah Blusukan

Semarang, All About Santri. Pengurus Sciena Madani dan LAZIS Nusantara mendatangi warga tertentu yang membutuhkan di sekitar kecamatan Genuk, Semarang, Jumat (25/7) malam. Mereka membagikan parcel mustdhafin dan paket sedekah blusukan kepada warga yang berhak menerima.

Pengasuh Sciena Madani Ninik Ambarwati mengatakan, parcel mustadhafin dan sedekah blusukan menjadi program favorit Ramadhan tahun ini. Karena, pengurus langsung mengunjungi tempat santunan dengan bingkisan dan uang tunai.

Sciena Madani dan LAZIS Nusantara Berbagi Sedekah Blusukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sciena Madani dan LAZIS Nusantara Berbagi Sedekah Blusukan (Sumber Gambar : Nu Online)


Sciena Madani dan LAZIS Nusantara Berbagi Sedekah Blusukan

Selain parcel mustadhafin dan sedekah blusukan, Sciena Madani dan LAZIS Nusantara selama Ramadhan menjalankan sejumlah program antara lain buka puasa bersama, wisata religi, talk show, dan santunan anak yatim. Semua program ini ditutup dengan penyaluran zakat fitrah.

Kami ingin mengetahui kondisi lapangan, sehingga blusukan menjadi jalan terbaik mengetahui realitas sosial kemasyarakatan yang sesungguhnya, tutur Ninik.

All About Santri

Sciena Madani merupakan komunitas pemuda yang mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan jargonnya Pesantren Cinta dan Karya. Sementara LAZIS Nusantara ialah wadah nirlaba yang bertujuan mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih baik dengan memberikan tata pengelolaan dana sosial masyarakat melalui zakat, infaq, dan shodaqoh. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53549/sciena-madani-dan-lazis-nusantara-berbagi-sedekah-blusukan

All About Santri

Senin, 05 Oktober 2015

Materi Islam Nusantara di Madrasah Dinilai Minim

Jakarta, All About Santri. Materi mengenai Islam Nusantara dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madarasah, mulai dari madarasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), sampai madrasah aliyah (MA) dinilai masih kurang. Standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) masih memberikan porsi sedikit untuk pengetahuan Islam Nusantara.

Pendapat ini disampaikanoleh Ahmad, salah seorang mahasiswa Pascasarjana Konsentrasi Islam Nusantara SekolahTinggi Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Kamis (14/11), di Jakarta.

Materi Islam Nusantara di Madrasah Dinilai Minim (Sumber Gambar : Nu Online)
Materi Islam Nusantara di Madrasah Dinilai Minim (Sumber Gambar : Nu Online)


Materi Islam Nusantara di Madrasah Dinilai Minim

Sangat disayangkan materi tentang Islam Nusantara di madrasah sangat sedikit. Saya ketemu Islam Nusantara di kelas sembilan saja, itu pun sebentar, keluh Ahmad yang menjadi salah seorang pengajar di MTs Negeri 12 Jakarta.

Selain itu, lanjut Ahmad, materi Sejarah Islam di MTs dan MA juga sering ditemukan kesamaan dan berkutat pada pembahasan monoton. Dinasti Ayubiyah lagi-Dinasti Ayubiyah lagi, ujanya.

All About Santri

Menurut Ahmad, sejarah Islam lokal mesti digali kembali, terutama untuk para pelajar agar mereka mampu mengenali Islam di lingkungannya sendiri serta tidak menyepelekan perjuangan dakwah Islam di Tanah Air. Tentu saja diawali dengan kronologi perjalan Islam Rasulullah, namun lebih menekankan pada sejarah Islam Nusantara.

Untukitu, Ahmad meminta kepada pemerintah terkait, dalam hal ini adalah Kementerian Agama, mampu mengembangkan kurikulum mata pelajaran SKI, yakni dengan memberikan porsi lebih untuk materi Islam Nusantara. (AizLuthfi/Mahbib)

All About Santri

Foto: Masjid kuno khas Nusantara di Sumatera Barat dengan arsitektur tradisional Minangkabau

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48227/materi-islam-nusantara-di-madrasah-dinilai-minim

All About Santri

Kamis, 22 Januari 2015

Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give

All About Santri - Tersenyum mendengar perdebatan di media massa terkait full day school. Beberapa bahkan sampai pada pertanyaan yang agak menggelitik: memang gurunya mau di bayar berapa?

Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give
Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give


Pertanyaan itu lantas loncat ke dalam konteks dimana kami berkutat: pesantren. Kalau full day and night school seperti pesantren lantas bagaimana? Pesantren kan tak ada batas waktunya? 24 jam mendidik. 24 jam mengawasi santri. 7 hari seminggu. Libur hanya 6 bulan sekali. Siang malam menjalankan program. Tak hanya di kelas. Mandi, makan, tidur semuanya jadi kurikulum.

Lalu, ya itu tadi: emang gurunya dibayar berapa?

Pertanyaan itu mengungkapkan pemahaman bawah sadar masyarakat yang sangat serius. Bisa jadi menandakan pemahaman bahwa pendidikan sudah menjadi komoditas yang bersifat transaksional. Take and give. Murid membayar, guru dibayar.

Hal yang insya Allah tidak didapati di pondok pesantren yang hakiki karena memang pesantren sejatinya tidak memakai sistem transaksional dan ukuran duniawi seperti ini. Semangat pesantren yang ada hanyalah give, give dan give. Tidak ada take and give.

Wakif ikhlas mewakafkan lahannya. Kyai ikhlas memimpin. Guru ikhlas mendidik. Santri ikhlas dididik. Walisantri ikhlas menyerahkan putra putrinya untuk dididik.

Itulah kenapa beban kerja pendidik di pesantren tidak bisa dihitung pakai matematika dunia. Apalagi jika sampai dihitung perjam pelajaran. Apalagi sampai pakai hitungan lembur pula. Karena niat mereka memang bukan bekerja mencari penghasilan seperti layaknya pegawai di instansi-instansi lainnya.

Dalam sistem pesantren, santri hanya membayar apa yang mereka pakai. Makanan, listrik, air dan sebagainya. Zelf berdruiping system. Bersama memakai bersama membayar. Tidak ada rumusan santri membayar guru.

Mendidik santri adalah bentuk perjuangan. Bentuk pengabdian kepada agama dan bangsa. Lalu bagaimana mereka menghidupi keluarga mereka? Itulah rahasia keberkahan yang dijanjikan Allah SWT kepada siapapun yang mau membantu agama-Nya.

(إن تنصر الله ينصركم ويثبّت أقدامكم)

In tanshurullaah yanshurukum wa yutsabbit aqdamakum.

Burung saja keluar sarang sudah dijanjikan rejekinya oleh Sang Maha Pemberi Rezeki. Transaksional? Bukan tempatnya di pesantren. Apalagi jika hanya berfikir mengambil apa yang ada di pesantren.

Dari model proses pendidikan yang terjaga niat keikhlasannya inilah diharapkan didapatkan keberkahan ilmu dan ridha Ilahi serta outputnya para peserta didik berakhlaqul karimah dan bermanfaat bagi dirinya, agama, keluarga dan bangsanya. Amin. Ayo Mondok! [All About Santri] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/full-day-school-di-pesantren-bukan-take-and-give.html

Jumat, 24 Oktober 2014

90 Persen Penyakit Berasal dari Pikiran

All About Santri - Penyakit itu 90 persen berasal dari pikiran, 10 persen-nya dari pola makan. Lihat orang gila, makan apa pun fisiknya sehat karena pikirannya selalu Happy. Berikut korelasi daftar penyakit dengan pikiran negatif:

1) Marah selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi 6 jam.

2) Dendam dan menyimpan kepahitan akan menyebabkan imun tubuh kita mati. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti stress, kolesterol, hipertensi, serangan jantung, rematik, artritis, stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

3) Jika kita sering membiarkan diri kita stres, maka kita sering mengalami gangguan pencernaan.

4) Jika kita sering merasa khawatir, maka kita mudah terkena penyakit nyeri punggung.

5) Jika kita mudah tersinggung, maka kita akan cenderung terkena penyakit insomnia (susah tidur).

6) Jika kita sering mengalami kebingungan, maka kita akan terkena gangguan tulang belakang bagian bawah.

7) Jika kita sering membiarkan diri kita merasa takut yang berlebihan, maka kita akan mudah terkena penyakit ginjal.

8) Jika kita suka negatif thinking, maka kita akan mudah terkena dyspepsia (penyakit sulit mencerna).

9) Jika kita mudah emosi dan cenderung pemarah, maka kita bisa rentan terhadap penyakit hepatititis.

10) Jika kita sering merasa apatis (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami penurunan kekebalan tubuh.

11) Jika kita sering menganggap sepele semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit diabetes.

12) Jika kita sering merasa kesepian, maka kita bisa terkena penyakit demensia senelis (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).

13) Jika kita sering bersedih & merasa selalu rendah diri, maka kita bisa terkena penyakit leukimia (kanker darah putih). [All About Santri]

Sumber: Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” by Dr. Masaru Emoto.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/90-persen-penyakit-berasal-dari-pikiran.html

Senin, 27 Januari 2014

Jumat Besok, Momen Mudah Tentukan Arah Kiblat dengan Bayangan

Jakarata, NUOnline

Berdasarkan datahisab Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (27/5)besok matahari melintas persis di atas Kabah di Makkah, Arab Saudi. Akibatnya, bayangansemua benda lurus yang berdiri tegak menuju ke arah kiblat.

Peristiwa yangkerap disebut istiwa adham atau rashdul qiblat ini merupakan kesempatan bagiumat Islam untuk mengetahui arah kiblat secara akurat dengan hanya berdasarkanbayangan yang dihasilkan oleh sinar matahari.

AlmanakLembaga Falakiyah PBNU mencatat, matahari berada tepat di atas Kabah padapukul 16.18 WIB atau bersamaan dengan waktu dzuhur untuk wilayah Makkah. Peristiwaini hanya terjadi dua kali dalam setahun. Untuk tahun 2016, rashdul qiblat jugaberlangsung pada 15 Juli 2016, pukul 16.27 WIB.

Jumat Besok, Momen Mudah Tentukan Arah Kiblat dengan Bayangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jumat Besok, Momen Mudah Tentukan Arah Kiblat dengan Bayangan (Sumber Gambar : Nu Online)


Jumat Besok, Momen Mudah Tentukan Arah Kiblat dengan Bayangan

Saat rashdulqiblat berlangsung, umat Islam dapat mengamati bayangan dari matahari denganmasa toleransi kira-kira dua menit. Di Indonesia, karena terjadi pada sore harimaka arah bayangan menuju ke timur. Arah kiblat adalah garis yang ditarik dari ujungbayangan ke pangkal benda (ke arah barat sedikit serong ke utara).

Lembaga FalakiyahPBNU pernah menjelaskan, secara geografis/astronomis, kota Mekkah terletak di39o4934 LU dan 21o2521 BT. Dari Indonesia, koordinatini berada pada arah barat laut dengan derajat bervariasi antara 21o-27omenurutkoordinat (garis lintang dan garis bujur) masing-masing daerah.

All About Santri

Arah kiblat Indonesia bukanlah ke barat. Jika ke barat maka semua wilayahIndonesia yang terletak di 34o7 LU dan seterusnya (ke utara),seperti Aceh, akan lurus dengan Negara Ethiopia atau melenceng ke selatansejauh 1750 km dari Mekkah. Begitu juga yang terletak di 4o39 LSsampai 3o47 LU, menghadap barat berarti lurus dengan Negara Kenya. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68502/jumat-besok-momen-mudah-tentukan-arah-kiblat-dengan-bayangan

All About Santri

All About Santri

Sabtu, 07 Desember 2013

Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil

All About Santri - Situs Bangsaonline.com kembali mengeluarkan berita yang menyudutkan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj setelah laporannya yang menyebut keterlibatan Kiai Said dibantah sendiri oleh sumber berita, Subaryo SH, dalam kasus makelar tanah milik H Qosim di Malang, Jatim.

Setelah ada laporan bantahan dari situs Duta.co, dimana menyebut kalau tuduhan Bangsaonline.com adalah fitnah, situs yang masih satu atab dengan Harian Bangsa tersebut akhirnya dibully netizen. Redaksi kembali menurunkan bantahan berjudul "Keluarga Korban Penjualan Tanah ke Gereja Bicara, KH Lutfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam".

Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil - All About Santri
Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil - All About Santri


Difitnah Makelar Tanah Seminari Malang, Ini Bantahan Langsung Kiai Said Aqil

Namun, dalam berita tersebut, tidak ada klarifikasi langsung kepada aktor utama yang dipermasalahkan, yakni KH Said Aqil Siraj. Mereka hanya meminta tanggapan kepada Kiai Luthfi Abdul Hadi dan KH Imam Muslimin, menantu H Qosim.

Judul Provokasi Harian Bangsa Tanpa Klarifikasi KH Said Aqil Siraj Bahkan langsung membuat lead berita beropini, "Said Aqil Kejam, Sadis". Foto di atas adalah penampakan judul berita edisi cetak Harian Bangsa.

All About Santri

Jika mau melakukan klarifikasi, pasti masalah tidak akan menjadi polemik di media massa. Budaya tabayun masih menjadi sesuatu yang langka bagi mereka yang bermisi ingin menjatuhkan martabat NU dan para kiai.

Dalam sebuah rekaman yang dikirimkan kepada All About Santri kemarin (Selasa, 27/12/2016), Kiai Said membantah soal isu dirinya menjadi makelar tanah di Malang tersebut. Bukan hanya itu, ia juga sekaligus mengklarifiksi soal tuduhan meraup untung penjualan tanah milik NU Batam yang pernah santer dimediakan pas momen muktamar berlangsung Agustus 2015 lalu.

All About Santri

"Tidak ada kaitannya sama sekali. Tidak ada baunya. Tidak ada alif-ba-ta-nya. Tahu-tahu saya sudah jadi makelar tanah," kata Kiai Said menanggapi soal isu mekelar tanah di Malang. Gedung Seminari di Malang itu, lanjutnya, sudah ada sejak ia belum pulang (kembali) ke Indonesia.

Cuma, Kiai Said sendiri mengaku kalau pernah diundang hingga 3 kali untuk mengisi acara seminar di gedung Seminari tersebut. "Saya pernah 3 kali mengisi seminar di gedung seminar itu sebelum jadi ketua umum," beber Kiai Said.

Berbeda kalau soal tanah di Batam. Kalau tanah di daerah Kepulauan Riau tersebut memang diakui ada alif-ba-ta nya (keterlibatannya). "Ketika zaman Gus Dur Pak Ismet, otoritas batam kasih tanah 5 hektar ke cabang. Nggak diurus-urus, sampai 17 tahun. Hingga dicabut tanahnya," cerita Kiai Said.

Saking baiknya pihak otorotas Batam, tanah kemudian diurus langsung oleh otoritas Batam saat itu, yakni Mustofa Wijaya. Daripada status tanah hilang karena tidak terurus, ia kemudian mengajukan permohonan untuk dialihkan hak penggunaan tanahnya kepada PBNU.

Bersama Syuriah dan Tanfidziyah, PBNU kemudian melakukan rapat membahas tanah. Akhirnya, PBNU sepakat membayar tanggungan tanah selama 17 tahun itu dengan biaya 2,4 milyar. Tanah tersebut kemudian dijual, "hasil penjualannya dikembalikan ke cabang 1 milyar," terang Kiai Said.

Sementara, masih ada sisa 1 hektar juga. Jadi tidak dijual semuanya, apalagi menyebut kalau keuntungan tersebut masuk kantong pribadi. Ini adalah klarifikasi kiai Said. Jika masih belum puas dan penasaran, silakan download rekaman tersebut, ada Google drive All About Santri, di bawah ini. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/difitnah-makelar-tanah-seminari-malang-ini-bantahan-langsung-kiai-said-aqil.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock