Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

KH Mundziri Jepara: Gerhana Matahari Bukan Atraksi Tuhan

All About Santri - Gerhana matahari total tidak hanya fenomena alam. Meskipun terjadi sekali dalam ratusan tahun, hal itu tetap atas kehendak Allah sebagai tanda dan pengingat agar kita bersyukur atas nikmat cahaya matahari setiap saat.

KH Mundziri Jepara: Gerhana Matahari Bukan Atraksi Tuhan
KH Mundziri Jepara: Gerhana Matahari Bukan Atraksi Tuhan


Matahari adalah makhluk yang taat kepada Allah. Tidak pernah sekalipun ia padam seperti listrik, kecuali pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Demikian kata KH. Mundziri Jauhari dalam khutbah usai shalat gerhana matahari bersama ratusan warga nahdliyyin dan masyarakat Jepara lainnya di Majid Agung Jepara, Rabu pagi (9 Maret 2016).

Dalam khutbahnya selama 20 menit, Kiai Mundziri menyampaikan pesan dan kritik. Pesan yang disampaikan agar memperbanyak dzikir kepada Allah selama gerhana dan memperbanyak sedekah, baik yang rahasia maupun terbuka. Peristiwa gerhana adalah waktu mulia yang diberikan Allah kepada kita untuk bersyukur.

Hendaknya gerhana menjadikan kita lebih dekat dengan Allah, tidak hanya menyebut gerhana sebagai peristiwa alam biasa saja tanpa menyandarkannya kepada Allah. Menurut Mundziri, ini bagian dari praktik yang mendangkalkan akidah.

"Dan patut disayangkan, dua hari yang lalu, salah satu tokoh besar skala nasional menulis dengan judul yang sangat terang bahwa gerhana ini adalah atraksi Tuhan," ujarnya dalam khutbah.

Kita bertempat di bumi Allah Ta’ala, selama hidup kita makan rizki dari Allah. "Maka kita dituntut untuk selalu memuliakan Allah Ta’ala, bukan justru menyebut Allah seperti seorang akrobat yang suka beratraksi. Ini, nyuwun sewu, merupakan dosa yang amat besar," lanjut khutbahnya.

Sebelum rampung pukul 08.00 WIB, H. Ahmad Marzuki Bupati Jepara, juga berkesempatan memberikan tausiyah kepada hadirin sebagaimana pesan Kyai Mundziri. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/kh-mundziri-jepara-gerhana-matahari-bukan-atraksi-tuhan.html

Jumat, 18 Januari 2013

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

All About Santri - Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri jenius yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Di sana, ia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia? Semua pun tahu bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Nah, suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu, "kemana si Fulan?", semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - All About Santri
Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - All About Santri


Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin. Akhirnya, Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah (sangat alim) dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!".

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla. Singkat cerita, si santri ini pun maju ke depan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

All About Santri

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini?" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya, "saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

All About Santri

Dia menjawab, "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya ia tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan setelah itu hidupnya sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang. ***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat adalah yang paling hormat dan taat kepada gurunya. Dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Gurunya."

Di Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/akibat-durhaka-kepada-kiai-santri-ini-tak-punya-taji.html

Minggu, 07 Oktober 2012

Kerudung Beragam Jenis Diminati Perempuan

Jepara, All About Santri. Meski Ramadhan baru berlangsung sepekan, penjual kerudung menjadi rujukan perempuan muslimah. Jenisnya cukup beragam. Sebut saja Paris, Syahrini, Pasminah, Asereje, Ayu Ting-ting, Cocor Bebek, Rabbani, Tsunami dan masih banyak lagi.

Beragam jenis kerudung yang dijual antara Rp.8.500-25.000 tersebut laris manis. Seperti toko milik Hj Sumari di desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan. Dalam sehari dagangannya laku sekitar 5-15 buah.

Kerudung Beragam Jenis Diminati Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerudung Beragam Jenis Diminati Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)


Kerudung Beragam Jenis Diminati Perempuan

Alhamdulillah sehari kerudung yang laku 5-15 buah, kata Sumari pemilik toko alat konfeksi yang berada di desa Margoyoso RT.01 RW.02.

Pembeli berasal dari berbagai kecamatan semisal Nalumsari, Mayong, Welahan, Kalinyamatan, Pecangaan, Batealit, Pakis Aji, Bangsri dan sekitarnya.

All About Santri

Untuk menyiasati berganti-ganti jenis, ia sering meng-update kerudungnya dengan membeli grosiran dari Kudus.

Pembeli biasanya mencari model terbaru. Untuk itu saya sering kulakan ketika ada model baru biar tidak ketinggalan dengan toko-toko lain apalagi yang bertaraf gedhe, paparnya.

All About Santri

Puncaknya, kerudung semakin dicari tambah Ibu dengan 5 anak ketika akan mendekati hari raya Idul Fitri. Hal itu, berkaitan dengan kebutuhan modis perempuan.

Di rumahnya RT.02 RW.03 ia juga membuka toko kerudung yang dijaga oleh anak kandungnya.

Toko saya buka sampai jam 5 sore. Apabila malam hari ada pelanggan yang butuh ya bisa datang ke rumah. Toko yang dikelola anak saya yang juga melayani penjualan kerudung berbagai jenis, imbuhnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38988/kerudung-beragam-jenis-diminati-perempuan

All About Santri

Rabu, 18 April 2012

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar

Makassar, All About Santri. Menjelang pelaksanaan kongres ke-XV Gerakan Pemuda Ansor, acara pendahuluan berupa kegiatan pra kongres dilaksanakan di beberapa daerah yang dibagi per region. Kali ini yang menjadi pelaksanaan adalah regional III yang meliputi seluruh Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Acara dilaksanakan di Makasar pada Sabtu-Ahad (31/101/11/2015).

Kongres ke XV GP Ansor akan dilaksanakan di Pesantren Sunan Pandanaran, Jl Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015.

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar

Fathul Maskur, wasekjen PP GP Ansor mengatakan pra kongres adalah bagian dari persiapan atau semacam warming up, agar kongres yang merupakan forum permusyawaratan dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi itu berjalan sukses.

Pra kongres ini akan dibuka oleh Ketua Umum PP GP Ansor, H. Nusron Wahid.

All About Santri

All About Santri

Fathur menjelaskan pra kongres ini mempunyai arti sangat penting, yakni sebagai forum sosialisasi persiapan teknis kegiatan kongres XV, penyampaian materi dan pembahasan materi kongres, pembahasan sejumlah program, kendala dan solusinya, hingga soal teknis seperti registrasi peserta.

Sosialisasi persiapan teknis kegiatan Kongres XV akan disampaikan oleh panitia pelaksana, adapun penyampaian materi kongres akan dibawakan oleh panitia pengarah.

"Di sini, para peserta diberikan kesempatan untuk membahas bersama-sama," tambahnya.

Pra kongres juga akan membahas implementasi dan evaluasi program Akreditas Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Wilayah (PW), yang akan dipandu secara khusus oleh Tim Akreditas Pimpinan Pusat GP Ansor.

Tak kalah penting, panitia juga akan membuka registrasi peserta Kongres XV. "Nah, ini tentu bagi PC dan PW yang sudah lolos akreditasi organisasi," kata Fatkhul Maskur.

Setelah pra kongres di regional III, PP GP Ansor selanjutnya akan menggelar pra kongres lanjutan untuk wilayah di regional II, dan regional I.

Kongres diselenggarakan untuk (1) menilai pertanggungjawaban Pimpinan Pusat, (2) menetapkan program umum organisasi, (3) menetapkan Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga, (4) merumuskan kebijaksanaan organisasi berkaitan dengan kehidupan, kebangsaan, kemasyarakatan dan keagamaan, dan (5) memilih Pimpinan Pusat. (Anwar Muhammad/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63209/gp-ansor-mulai-pra-kongres-di-makassar

Minggu, 26 Juni 2011

Menko Kemaritiman: Muslimat Strategis Hadapi Bonus Demografi

Jakarta, All About SantriMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai Muslimat Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis untuk turut menyukseskan program pembangunan Tanah Air. Ia berharap dalam mengadapi tantangan bonus demografi organisasi perempuan NU ini perlu memperhatikan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia.

Luhut menyampaikan hal itu pada sesi diskusi Kongres Ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (25/11). Ia didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Menko Kemaritiman: Muslimat Strategis Hadapi Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menko Kemaritiman: Muslimat Strategis Hadapi Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)


Menko Kemaritiman: Muslimat Strategis Hadapi Bonus Demografi

Saya ini anak dari seorang ayah yang supir bus dan ibu yang tidak tamat SD, tapi saya sekarang berdiri di sini. Saya yakin apabila ibu-ibu sekalian mendidik anak-anak dengan benar, ibu-ibu bisa melahirkan generasi yang lebih hebat dari saya, ujarnya.

Ia juga menyarankan agar jumlah anak di Indonesia dapat dikendalikan. Hal ini dinilai penting dengan pertimbangan daya tampung Indonesia. "Sebab kalau tidak, jika pertumbuhan anak masih seperti sekarang, 2050 kita akan memiliki penduduk 350 juta," tuturnya.

All About Santri

Luhut juga menilai Muslimat NU yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia adalah pilar pemersatu bangsa. Melalui kepemimpinan Khofifah ia berharap Indonesia dapat berkembang lebih maju.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini dalam kesempatan itu juga menjelaskan peta keamanan dan perekonomian global. Menurutnya, negara-negara maju saat ini tengah menghadapi tantangan yang berat.

All About Santri

Indonesia, katanya, masih relatif aman meski kerja keras mesti terus ditingkatkan. Ekonomi negara-negara maju tumbuh sekitar 2,3 persen sementara negara-negara berkembang seperti Indonesia sanggup 6,5 persen. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73242/menko-kemaritiman-muslimat-strategis-hadapi-bonus-demografi

Jumat, 10 Juni 2011

Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban

All About Santri - Peringatan bagi yang hendak berqurban, jika sudah masuk tanggal satu Dzul Hijjah agar tidak memotong rambut dan kukunya hingga hewan qurban disembelih. Ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA yang dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya;

Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban
Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban


عَنْ أُمِّ سَلَمةَ رضِيَ اللَّه عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ، فَإِذا أُهِلَّ هِلالُ ذِي الحِجَّة، فَلا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْره وَلا منْ أَظْفَارهِ شَيْئاً حَتَّى يُضَحِّيَ “رَواهُ مُسْلِم

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallahu alaihu wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memilihi sembelihan yang akan disembelihnya, maka jika sudah masuk hilal Dzul Hijjah, jangan sekali-kali mengambil (memotong) rambutnya dan kuku-kukunya sedikitpun sehingga ia menyembelih” (HR. Muslim)

Hadits Ummu Salamah tersebut derajat hukumnya dipastikan shahih, namun para ulama’ dalam mengambil kesimpulan membandingkan dan mencocokkan dengan hadits lainnya. Di antaranya hadits dari ‘Aisyah ra. yang meneyebutkan bahwa Rasulullah saw mengirimkan hadyu (hewan sembelihan) melalui Abu Bakar ke Baitullah, dan Nabi saw masih muqim di Madinah. Nabi saw tidak mengharamkan apapun sebagaimana hal yang harus dihindari oleh orang yang sedang berihram.

Peristiwa ini diriwayatkan oleh Aisyah, istri dan sahabat yang paling mengetahui seluk beluk Nabi saw di rumahnya. Oleh karenanya, Imam Syafi’i berkomentar: “Dan mengirimkan hadyu (hewan qurban) lebih dari sekedar ingin berqurban, maka ini menjadi dalil bahwa hal itu (memotong rambut dan kuku) tidak diharamkan”.

Di samping itu, riwayat Aisyah ini demikian masyhur di kalangan sahabat dan tabi’in bahkan kemasyhuran riwayat ini sampai pada derajat mutawatir, berbeda dengan riwayat Ummu Salamah di atas.

Karena itulah, Imam al-Laith bin Sa’d ketika sampai kepadanya soal Ummu Salamah ra itu, ia berkata: “(Hadits) ini telah diriwayatkan, namun orang-orang melakukan selain yang terkandung dalam hadits ini”.

Imam al-Laits sepertinya ingin berkesimpulan, meskipun hadits ini shahih tapi orang-orang mengamalkan hadits shahih yang lain. Ini menunjukkan kalau maksud dan kandungan hadits Ummu Salamah kurang kuat jika dibandingkan dengan riwayat-riwayat yang lain, dan bahkan banyak ulama’ hadits yang tidak mengamalkan isi kandungan hadits Ummu Salamah.

Hasilnya, para ulama berbeda dalam memutuskan hukum memotong rambut dan kuku bagi orang yang ingin berqurban jika hilal bulan Dzul Hijjah sudah terlihat. Ada empat pendapat yang bisa dikabarkan di sini:

1. Abu Hanifah dan jumhur Hanafiyyah: Hukumnya boleh, tidak makruh dan tidak ada masalah apapun.

2. Pengikut Abu Hanifah yang muta’akkhirin: Tidak apa-apa, tidak makruh namun khilaful aula (meninggalkan yang mustahabb).

3. Al-Malikiyyah dan As-Syafi’iyyah: Disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan tidak memotong kuku bagi yang hendak berqurban dan jika memotongnya termasuk makruh tanzih, namun bukan haram.

4. Imam Ahmad, Dawud ad-Dzahiri dan beberapa ulama lain menyatakan hukumnya haram jika memotong rambut dan kuku.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum memotong kuku dan memotong rambut bagi orang yang hendak berkurban dan memasuk bulan Dzul hijjah adalah makruh (tidak disukai oleh Allah namun tidak mendapatkan ancaman siksa).

Sedangkan memeliharanya sampai memotong hewan kurban hukumnya sunnah. Itu karena hukum kurban adalah Sunnah yang menunjukkan bahwa turunan hukum lainnya juga sunnah. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/hukum-potong-kuku-dan-rambut-bagi-yang-akan-berqurban.html

Senin, 15 Maret 2010

Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM

Jakarta, All About Santri. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Nasional (PMII UNAS) mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (12/10). Mereka mengajukan sejumlah rekomendasi tertulis kepada Komnas HAM terkait kasus Salim Kancil.

Mereka prihatin atas pelanggaran HAM yang menimpa aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar-Awar Lumajang tersebut, yang meninggal mengenaskan usai menolak penambangan pasir besi di desanya.

Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM (Sumber Gambar : Nu Online)


Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM

"Ya, kami bersama sahabat-sahabati PMII Unas sengaja datang ke kantor Komnas HAM untuk memberikan rekomendasi terkait kasus yang menimpa mendiang Salim Kancil. Intinya, kami berharap agar kasus ini tuntas," kata Koordinator Aksi Cici Mulia, Senin, (12/10).

Beberapa aktivis PMII Unas sebelumnya melakukan kajian diskusi terlebih dahulu sebelum memberikan rekomendasi. Mereka langsung diterima oleh Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat.

All About Santri

"Saya sangat senang karena adanya partisipasi dari sahabat-sahabat aktivis PMII Unas untuk memantau dan mengawal masalah HAM, ini juga mensupport kami," kata Imdad saat menyambut kunjungan tamu dari Unas.

All About Santri

Komnas HAM, lanjut Imdad, sudah bergerak dengan membentuk tim khusus untuk menuntaskan kasus Salim Kancil tersebut.

"Kami turun langsung. Kasus ini wajib tuntas. Rekomendasi dari PMII Unas segera akan kita tindaklanjuti," tutupnya.

Ketua Majelis Pembina Komisariat PMII Unas Rohim Hidayatullah menyatakan optimis atas kesungguhan Komnas HAM dalam menuntaskan kasus ini.

"PMII Unas percaya kepada Komnas HAM, dan kita akan terus menyoroti perkembangan kasus ini," kata Rohim. (Dani Rao/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62740/tuntut-kasus-salim-kancil-tuntas-pmii-unas-sambangi-komnas-ham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock