Tampilkan postingan dengan label Risalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2016

Fasholatan Kyai Sholeh Darat (1)

All About Santri - Kitab Fashalatan karya KH Sholeh bin Umar as-Samarani (Mbah Sholeh Darat) yang dicetak di Bombai dengan 53 halaman menjelaskan bagaimana shalat dengan baik dan hakikat sholat sesuai ajaran sholat Nabi. Kitab dengan bahasa Jawa Pegon ini diperuntukkan bagi orang awam agar mudah memahami bacaan shalat sekaligus artinya.

Fasholatan Kyai Sholeh Darat (1) - All About Santri
Fasholatan Kyai Sholeh Darat (1) - All About Santri


Fasholatan Kyai Sholeh Darat (1)

Ada langkah-langkah yang harus dijalani oleh umat Islam dalam menjalankan shalat, yaitu bersuci. Secara sistematis Mbah Sholeh Darat menyebutkan bahwa setelah selesai bersuci dzahir sesuai aturan syariah dengan mandi jinabat sebagaimana disebutkan dalam kitab fiqh, maka dapat dilanjutkan dengan menjalankan shalat.

Perintah sholat ini tentunya mengikuti ajaran-ajaran agama Islam yang telah ditentukan. Adapun dalam menjalankan shalat diwajibkan menghadap qiblat. Selain itu juga para umat Islam menjaga kebersihan tempat shalat dan kebersihan hati. Segala bentuk najis dan keteguhan hati menjadi sangat penting dalam menjalankan shalat. Sebab pada hakikatnya shalat merupakan hakikat komunikasi hamba dengan Tuhan.

Hati yang bersih ditandai dengan keikhlasan dzahiriyah menghadap kiblat seiring dengan hadirnya hati kepada Tuhan dengan meletakkan hatinya lillahi ta'ala (hanya kepada Allah). Hati juga perlu terjaga dari segala apa yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Artinya menjalankan shalat sesuai perilaku Nabi Muhammad SAW.

Dalam posisi shalat, seorang hamba Allah juga diminta untuk mengharap ridla Allah dengan merasakan hadir dan selalu ingat padaNya. Kemantapan dalam hadir di hadapan Allah ini akan menjadikan kualitas shalat semakin baik.

Jika itu semua sudah dijalani, maka kalimat takbir dikumandangkan: الله اكبر. Allahu Akbar, artinya bahwa hatinya mengucapkan Allah dzat yang agung kekuasaannya dan tidak ada yang agung selainnya. Dan tidak ada Tuhan selain Allah. Dan jangan sekali-kali ada harapan meminta pada makhluq yang memiliki sifat mulia. Hanya pada Allah kamu meminta. Tidak ada makhluk yang menyamai Allah.

Setelah bacaan takbir selesai, maka dilanjutkan membaca takbiratul ihram. Bacaan takbiratul ihram yang diajarkan oleh Mbah Sholeh Darat adalah:

وجهت وجهي للذي فطر السموت والارض حنيفا مسلما وما انا من المشركين. ان صلاتي ونشكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين. لا شريك له وبذالك امرت وانا من المسلمين.

........Bersambung

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/fasholatan-kyai-sholeh-darat-1.html

Selasa, 28 April 2015

Sinyal 4G LTE Adalah Ide Dari Anak Petani Kediri

All About Santri - Khoirul Anwar dianggap gila. Ditertawakan. Bahkan dicemooh. Idenya dianggap muskil. Tak masuk akal. Semua ilmuwan yang berkumpul di Hokkaido, Jepang, itu menganggap pemikiran yang dipresentasikan itu tak berguna.

Sinyal 4G LTE Adalah Ide Dari Anak Petani Kediri
Sinyal 4G LTE Adalah Ide Dari Anak Petani Kediri


Dari Negeri Sakura, Anwar terbang ke Australia. Tetap dengan ide yang sama. Setali tiga uang. Ilmuwan negeri Kanguru itu juga memandangnya sebelah mata. Pemikiran Anwar dianggap sampah.

Pemikiran Anwar yang ditertawakan ilmuwan itu tentang masalah power atau catu daya pada Wi-Fi. Dia resah. Saban mengakses internet, catu daya itu kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat, sekejap kemudian melemah. Banyak orang mengeluh soal ini.

Tak mau terus mengeluh, Anwar memutar otak. Pria asal Kediri, Jawa Timur, itu ingin memberi solusi. Dia menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan.

FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Anwar memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya sehingga bisa stabil.

Ide itulah yang diolok-olok ilmuwan pada tahun 2005. Banyak ilmuwan beranggapan, jika FFT dipasangkan, keduanya akan saling menghilangkan. Tapi Anwar tetap yakin, hipotesa ini menjadi solusi keluhan banyak orang itu.

Ilmuwan Jepang dan Australia boleh mengangapnya sebagai dagelan. Tapi dia tak berhenti. Anwar kemudian terbang ke Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan Paman Sam.

Tanggapan mereka berbeda. Di Amerika, Anwar mendapat sambutan luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Fourth Generation Long Term Evolution.

Yang lebih mencengangkan lagi, pada 2008 ide yang dianggap gila ini dijadikan sebagai standar telekomunikasi oleh International Telecommunication Union (ITU), sebuah organisasi internasional yang berbasis di Genewa, Swiss. Standar itu mengacu prinsip kerja Anwar.

Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Kini dinikmati umat manusia di muka Bumi. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil.

Karya besar ini ternyata diilhami masa kecil Anwar. Dulu, dia suka menonton serial kartun Dragon Ball. Dalam film itu, dia terkesan dengan sang lakon, Son Goku, yang mengeluarkan jurus andalan berupa bola energi, Genkidama.

Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Setelah terkumpul banyak dan berbentuk bola, Goku menggunakannya untuk mengalahkan musuh yang juga saudara satu sukunya, Bezita.

Prinsip jurus tersebut menjadi inspirasi bagi Anwar. Dia menerapkannya pada teknologi 4G itu. Jadi, untuk dapat bekerja maksimal, teknologi 4G menggunakan tenaga yang didapat dari luar sumber aslinya.

***

Ya, karya besar ini lahir dari orang desa. Anwar lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 22 Agustus 1978. Dia bukan dari kalangan ningrat. Atau pula juragan kaya. Melainkan dari kalangan jelata.

Sang ayah, Sudjiarto, hanya buruh tani. Begitu pula sang bunda, Siti Patmi. Keluarga ini menyambung hidup dengan menggarap sawah tetangga mereka di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang.

Saat masih kecil, Anwar terbiasa ngarit. Mencari rumput untuk pakan ternak. Pekerjaan ini dia jalani untuk membantu kedua orangtuanya. Dia ngarit saban hari. Setiap sepulang sekolah.

Meski hidup di sawah, bukan berarti Anwar tak kenal ilmu. Sejak kecil dia bahkan mengenal betul sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Ilmuwan dunia itu. Anwar suka membaca buku-buku mengenai dua ilmuwan tersebut, padahal tergolong berat.

Hobi ini belum tentu dimiliki anak-anak lain. Dan dari dua tokoh inilah, Anwar menyematkan cita-cita menjadi ‘The Next Einstein’ atau ‘The Next Faraday’.

Cita-cita tersebut hampir saja musnah. Saat sang ayah meninggal pada tahun 1990. Sang tulang punggung tiada. Siapa yang akan menopang keluarga? Perekonomian sudah tentu tersendat. Padahal kala itu Anwar baru saja menapak sekolah dasar.

Anwar tentu khawatir, sang ibu tak mampu membiayai sekolah. Apalagi hingga perguruan tinggi. Tapi Anwar memberanikan diri, mengungkapkan keinginan bersekolah setinggi mungkin kepada sang ibu. Kepada emak.

Anwar menyiapkan diri. Sudah siap apabila sang emak menyatakan tidak sanggup. Tapi jawaban yang dia dengar di luar dugaan. Bu Patmi malah mendorongnya untuk bersekolah setinggi mungkin.

“Nak, kamu tidak usah ke sawah lagi. Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,” ucap Anwar terbata, karena tak kuasa menahan haru saat mengingat perkataan emaknya itu.

Perkataan itu menjadi bekal Anwar untuk melanjutkan langkah meraih mimpi. Lulus SD, dia diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kunjang. Kemudian dia meneruskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Kediri. Salah satu sekolah favorit di Kota Tahu itu.

Saat SMA itulah dia memilih meninggalkan rumah. Dia tinggal di rumah kost, tidak jauh dari sekolah. Jarak rumah dengan sekolah memang lumayan jauh. Dia sadar pilihan ini akan menjadi beban sang ibu.

Masalah itu membuat Anwar harus memutar otak. Dia lalu memutuskan untuk tidak sarapan demi menghemat pengeluaran. Tetapi, itu bukan pilihan tepat. Prestasi Anwar turun lantaran jarang sarapan. “Karena tidak sarapan, setiap jam sembilan pagi kepala saya pusing,” kata dia.

Kondisi Anwar sempat terdengar oleh ibu salah satu temannya. Merasa prihatin dengan kondisi Anwar, ibu temannya itu menawari dia tinggal menumpang secara gratis. Anwar tidak perlu lagi merasakan pusing saat sekolah. Sarapan sudah terjamin dan prestasi Anwar kembali meninggi.

Lulus dari SMA 2 Kediri, Anwar lalu melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. Dia kemudian mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo.

Sayangnya, Anwar tidak lolos seleksi universitas tersebut. Dia merasa malu dan tidak ingin dipulangkan. Alhasil, dia memutuskan beralih ke Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan diterima.

Di universitas tersebut, Anwar mengembangkan tesis mengenai teknologi transmitter dan menggarap disertasi bertema sama dalam program doktoral di universitas yang sama pula.

Dan Anwar, kini telah menelurkan karya besar. Temuan yang ditertawakan itu dinikmati banyak orang. Termasuk para ilmuwan yang mengolok-olok dulu. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/sinyal-4g-lte-adalah-ide-dari-anak-petani-kediri.html

Minggu, 15 Desember 2013

Berhasil Tangkap Teroris Santoso, Pemerintah Berjanji Berikan Apresiasi

All About Santri - Operasi Tinombala untuk menangkap kelompok teroris Santoso di kawasan pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, masih terus dilakukan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan apresiasi tinggi untuk keberhasilan operasi.

“Pak Tito (Kepala BNPT Tito Karnavian, Red) sudah berbicara dengan Kapolri dan Panglima TNI agar bagaimana personil di lapangan diberikan apresiasi jika berhasil menangkap Santoso,” kata Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen. (TNI) R. Gautama Wiranegara, saat menyampaikan pidato kunci dalam pembukaan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (26/5/2016).

Berhasil Tangkap Teroris Santoso, Pemerintah Berjanji Berikan Apresiasi - All About Santri
Berhasil Tangkap Teroris Santoso, Pemerintah Berjanji Berikan Apresiasi - All About Santri


Berhasil Tangkap Teroris Santoso, Pemerintah Berjanji Berikan Apresiasi

Gautama menambahkan, apresiasi tersebut dimaksudkan untuk menambah semangat pasukan di lapangan agar keberhasilan penangkapan Santoso bisa segera dicapai. “Kalau bicara apresiasi untuk pasukan, yang Tamtama dan Bintara mungkin adalah kesempatan pendidikan lanjutan, sementara Perwira Menengah dan Tinggi bisa berupa penempatan pada jabatan-jabatan strategis,” tambahnya.

Ditanya kemungkinan adanya peran masyarakat dalam penangkapan Santoso, apakah jugaa akan diberikan apresiasi, Gautama mengaku belum mengetahuinya. Akan tetapi setiap peran dalam keberhasilan penangkapan Santoso diakuinya layak diberikan penghargaan.

All About Santri

“Bukan tidak mungkin apresiasi akan datang langsung dari presiden, karena itu (keterlibatan masyarakat) tentu sangat luar biasa. Intinya siapa saja yang terlibat sampai Santoso bisa ditangkap layak diberi penghargaan,” jelas Gautama.

Terkait tantangan yang dihadapi pasukan sehingga operasi penangkapan Santoso memakan waktu yang panjang, Gautama kembali mengungkapkan faktor medan yang sangat sulit.

All About Santri

“Pegunungan di Poso itu satu klik di bawah pegunungan Papua, sangat sulit dilalui. Belum lagi saat ini musim hujan, lumut di bebatuan yang licin juga menjadi tantangan lain,” pungkas Gautama.

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme merupakan rangkaian program Pelibatan Media Massa dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan BNPT dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 provinsi se Indonesia. [All About Santri/gj] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/berhasil-tangkap-teroris-santoso-pemerintah-berjanji-berikan-apresiasi.html

Senin, 05 Maret 2012

Menikahlah, Lalu Lahirkan Seorang Anak. Ini Keutamaan Memiliki Anak

All About Santri - Anak adalah buah hati yang dicita-citakan oleh pasutri (pasangan suami istri). Sebenarnya tujuan seorang menikah salah satunya adalah menginginkan lahirnya anak. Anak adalah harta yang tak ternilai harganya. Ada seorang yang kaya raya, tapi dia tidak memiliki anak. Kesusahannya melebihi susahnya orang miskin yang mempunyai anak sepuluh dan sulit untuk membiayai kehidupannya. Allahu Akbar.

Nabi pernah bersabda tentang anak:

لا يدع أحدكم طلب الولد فان الرجل اذا مات وليس له ولد انقطع اسمه. (رواه الترمذي )

Menikahlah, Lalu Lahirkan Seorang Anak. Ini Keutamaan Memiliki Anak - All About Santri
Menikahlah, Lalu Lahirkan Seorang Anak. Ini Keutamaan Memiliki Anak - All About Santri


Menikahlah, Lalu Lahirkan Seorang Anak. Ini Keutamaan Memiliki Anak

"Jangan sampai seseorang itu tidak ingin mempunyai anak. Karena seseorang yang meninggal dunia sedangkan dia tidak mempunyai anak, terputuslah namanya".

All About Santri

Di dalam riwayat lain, lebih asyik;

لن يؤخر الله نفسا اذاجاء اجلها وانما زيادة العمر ذرية صالحة يرزقها العبد يدعون له من بعد موته يلحقه دعائهم.

All About Santri

"Allah SWT tidak akan mengakhirkan ajal kita, jika waktunya sudah tiba, akan tetapi akan diberikan panjang umur dengan adanya dzurriyah sholihah yang senantiasa mendoakan kita ketika ajal sudah menjemput".

Anak sholih sholihah itu adalah wujud dari pada panjang umur kita. Mereka akan senantiasa mendoakan terhadap kita sesudah nyawa ini tak berdaya, tak mampu lagi untuk bernapas, pun demikian yang sering kita dengar, -apalagi hari-hari ini- banyak anak yang dipukuli oleh orang tuanya sendiri, disiksa dan sebagainya. Padahal 14 abad yang lalu Nabi pun pernah bersabda kepada Ibnu Abbas;

يا ابن عباس.. بيت لا صبيان فيه لا بركة فيه

"Rumah yang tidak ada anak kecilnya, maka rumah tersebut tidak ada keberkahan di dalamnya".

Anak sendiri itu membawa keberkahan. Biarkanlah mereka menangis. Karena anak kecil bisanya cuma menangis, tapi jangan kau biarkan begitu saja jika mereka menangis, beri harapan apa yang menjadi keinginannya. Nabipun pernah mempercepat sholatnya disebabkan ada anak kecil yang menangis.

Anak kecil sering tersenyum sendiri, tiba-tiba tertawa. Kadang kita lihat saja sudah tertawa sendiri. Kadang-kadang hanya kita pegang saja sudah menangis. Hal Itu memberikan keberkahan tersendiri terhadap tuan rumahnya.

Nanti Allah SWT pada hari kiamat akan mengumpulkan anak-anak kecil dari umat Sayyiduna Muhammad SAW, mengumpulkan di telaganya SAW di bawah Arsy. Kemudian suatu waktu terjadi, mereka anak-anak kecil itu pada tertunduk. Kemudian Allah SWT berkata kepada mereka: "Wahai anak-anak kecil, mengapa kalian semua tertunduk, tidak mengangkat kepala, malah merautkan wajah yang bersedih?

Maka mereka menjawab;

يا ربنا الآباء والأمهات في عطس ونحن في هذه الحياض

"Wahai Tuhanku, bapak-bapakku, ibuku mereka dalam keadaan kehausan di padang Mahsyar, sedangkan kami berada di telaga Nabi besar Muhammad SAW".

Maka Allah SWT mewahyukan kepada anak-anak tersebut. Baiklah, ambilkanlah air dari telaga kautsar itu. Carilah ayahmu. Carilah ibumu. Berikanlah minum mereka. Subhanallah..

Begitu indahnya peran seorang anak yang akan memberikan syafaat kepada diri kita.

Teriwayatkan dari Abu Ya'la: "Barang siapa yang memperbaiki sholatnya, banyak anaknya, sedikit hartanya tapi tidak pernah mengghibah orang muslim, maka dia bersamaku di surga nanti كهتين / kahataini (seperti halnya dekatnya antara jari telunjuk dengan jari tengah. Sabda Nabi.

Jangan remehkan anak-anak. Beri mereka kesenangan yang tidak menjerumuskan. Beri mereka pendidikan yang layak. Ajarkan mereka kebaikan, maka Insyaa Allah jika kita terus berdoa kepada Allah maka anak-anak kita nanti yang akan menjadikan umur kita semakin panjang. Jangan pernah melaknat anak. Jangan pernah mencela anak. Jangan pernah berniat buruk kepada anak. Nanti, malah kita yang akan menyesal sendiri. Wal iyadzu Billah. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/menikahlah-lalu-lahirkan-seorang-anak-ini-keutamaan-memiliki-anak.html

Minggu, 20 November 2011

Biografi Sanad Syeikh Zaini Dahlan

Ibnu Sa’ad dan Mala meriwayatkan di dalam sirahnya bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Pada setiap generasi umatku terdapat manusia-manusia adil dari kalangan Ahlul Baitku, yang menyingkirkan dari agama ini segala bentuk penyimpangan orang-orang yang sesat, pemalsuan orang-orang yang batil, dan petakwilan orang-orang yang bodoh."

Di kalangan dunia penuntut ilmu di pondok-pondok pesantren, nama Sayyid Ahmad Zaini Dahlan sudah tidak asing lagi. Namanya harum dan masyhur di kalangan mereka karena sebagian besar sanad keilmuan para ulama Nusantara (Indonesia, Malaysia dan Pathani) bersambung kepada ulama besar ini. Beliau sangat terkenal sebagai seorang ulama pembela Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menentang faham Wahabi, sehingga ulama besar ini sangat dibenci dan amat dimusuhi oleh golongan wahabi. Maka, banyak fitnah yang ditaburkan terhadap beliau. Tujuannya tidak lain agar umat Islam yang tidak tahu yang sebenarnya, menjauh.

Menurut riwayat, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan lahir di Makkah pada 1232H /1816M. Selesai menimba ilmu di kota kelahirannya, ia lantas dilantik menjadi mufti Mazhab Syafi'i, merangkap “Syeikhul Harom”, suatu pangkat ulama tertinggi saat itu yang mengajar di Masjidil Harom yang diangkat oleh Syeikhul Islam yang berkedudukan di Istanbul, Turki.

Biografi Sanad Syeikh Zaini Dahlan - All About Santri
Biografi Sanad Syeikh Zaini Dahlan - All About Santri


Biografi Sanad Syeikh Zaini Dahlan

Ulama besar inilah yang telah memberi perlindungan kepada Syaikh Rahmatullah bin Kholilurrohman al-Kironawi al-Hindi al-Utsmani ( lahir 1226H /1811M, riwayat lain lahir Jumadil Awwal 1233H /9 Maret 1818M, wafat malam Jum`at, 22 Ramadan 1308H /2 Mei 1891M) ketika diburu oleh penjajah Inggris bahkan beliau memperkenalkannya kepada pemerintah Makkah. Sehingga Syeikh Rahmatullah mendapat izin untuk membuka Madrasah Shoulatiyah.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan merupakan seorang Syeikhul Islam, Mufti Haromain dan Pembela Ahlus Sunnah Wal Jama`ah. Berasal dari keturunan yang mulia, ahlul bait Rosulullah Saw. Silsilah beliau bersambung kepada Sayyidina Hasan, cucu kesayangan Rasulullah SAW. Berdasarkan kitab Taajul-A`raas, Juz 2, halaman 702 karya al-Imam al-A`llaamah al-Bahr al-Fahhamah al-Habib A`li bin Husain bin Muhammad bin Husain bin Ja`far al-A`ththoos disebutkan urutan nasabnya seperti berikut: Al-Imam al-Ajal wal-Bahrul Akmal Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi Syaikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi wa Hafidzu Haditsin Nabi S.a.w. wa Kawakibu Sama-ihi, Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin asy-Sayyid Ahmad

All About Santri

bin Zaini Dahlan

bin Ahmad Dahlan

All About Santri

bin ‘Utsman Dahlan

bin Ni’matUllah

bin ‘Abdur Rahman

bin Muhammad

bin ‘Abdullah

bin ‘Utsman

bin ‘Athoya

bin Faaris

bin Musthofa

bin Muhammad

bin Ahmad

bin Zaini

bin Qaadir

bin ‘Abdul Wahhaab

bin Muhammad

bin ‘Abdur Razzaaq

bin ‘Ali

bin Ahmad

bin Ahmad (Mutsanna)

bin Muhammad

bin Zakariyya

bin Yahya

bin Muhammad

bin Abi ‘Abdillah

bin al-Hasan

bin Sayyidina ‘Abdul Qaadir al-Jilani, Sulthanul Awliya

bin Abi Sholeh

bin Musa

bin Janki Dausat Haq

bin Yahya az-Zaahid

bin Muhammad

bin Daud

bin Muusa al-Juun

bin ‘Abdullah al-Mahd

bin al-Hasan al-Mutsanna

bin al-Hasan as-Sibth

bin Sayyidinal-Imam ‘Ali & Sayyidatina Fathimah al-Batuul rodliyallahu ‘anhuma wa `anhum ajma`in.

Murid-muridnya: Diantara murid-murid beliau yang terkenal ialah Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi, pengarang “I’anathuth-Tholibin Syarh Fath al-Mu’in karya al-Malibary” yang masyhur, Sayyidil Quthub al-Habib Ahmad bin Hasan al-Aththas, Sayyid Abdullah az-Zawawi Mufti Syafi`iyyah, Mekah. Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi telah mengarang kitab bernama “Nafahatur Rohman” yang merupakan manaqib atau biografi kebesaran gurunya Sayyid Ahmad.

Adapun ulama-ulama Nusantara yang pernah berguru dengan ulama besar ini ialah:- Syeikh Nawawi bin Umar Al-Jawi Al-Bantani (Jawa Barat)

Syeikh Abdul Hamid Kudus (Jawa Timur)

Syeikh Muhammad Khalil al-Maduri (Jawa Timur)

Syeikh Muhammad Saleh bin Umar, Darat (Semarang)

Syeikh Ahmad Khatib bin Abdul Latif bin Abdullah al-Minankabawi (Sumatra Barat)

Syeikh Hasyim Asy’ari Jombang (Jawa Timur)

Sayyid Utsman bin ‘aqil bin Yahya Betawi (DKI Jakarta)

Syeikh Arsyad Thawil al-Bantani (Jawa Barat)

Tuan guru Kisa-i Minankabawi [atau namanya Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh. Beliau inilah yang melahirkan dua orang tokoh besar di dunia Melayu. Satu, putra beliau sendiri, Dr. Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah. Kedua, cucu beliau, Syeikh Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)

Syeikh Muhammad bin Abdullah as-Shuhaimi

Syeikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathoni

Tuan Hussin Kedah (Malaysia)

Syeikh Ahmad Yunus Lingga,

Datuk Hj Ahmad (Ulama Brunei Dar as-Salam)

Tok Wan Din, nama lengkapnya Syeikh Wan Muhammad Zainal Abidin al-Fathoni,

Syeikh Abdul Qadir al-Fathoni (Tok Bendang Daya II),

Haji Utsman bin Abdullah al-Minankabawi, Imam, Khatib dan Kadi Kuala Lumpur yang pertama,

Syeikh Muhammad al-Fathoni bin Syeikh `Abdul Qadir bin `Abdur Rahman bin `Utsman al-Fathoni

Sayyid `Abdur Rahman al-Aidrus (Tok Ku Paloh)

Syeikh `Utsman Sarawak

Syeikh Abdul Wahab Rokan

Dan lain-lain.

Para ulama banyak memberikan gelar kepada beliau antara lain sebagai al-Imam al-Ajal (Imam pada waktunya), Bahrul Akmal (Lautan Kesempurnaan), Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi (Ketunggalan masa dan waktunya), Syaikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi (Syaikh Ilmu dan Pembawa benderanya) Hafidzu Haditsin Nabi SAW wa Kawakibu Sama-ihi (Penghafal Hadits Nabi SAW. dan Bintang-bintang langitnya), Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin (Tumpuan para murid dan Pendidik para salik), dan lain-lain.

Inilah orang yang difitnah dan dituduh oleh gembong-gembong wahabi sebagai tukang fitnah. Ketahuilah bahwa orang yang pertama kali memfitnah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah Rasyid Ridha murid Muhammad Abduh yang mengarang “Tafsir al-Manar” rujukan kaum Wahabi. Tujuan mereka memfitnah Sayyid Ahmad adalah untuk memusnahkan ilmu dan pengetahuan yang sebenarnya, agar kebatilan mereka diterima. Sesungguhnya Sayyid Ahmad bersih dari tuduhan musuh-musuhnya tersebut, beliau adalah ulama yang tsiqat (yang bisa dipercaya).

Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi dalam “Nafahatur Rohman” antara lain menulis:- “Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan r.a. hafal al-Qur`an dengan baik dan menguasai 7 cara bacaan Qur`an (Qiroatus Sab`ah). Beliau juga hafal kitab “asy-Syaathibiyyah” dan “al-Jazariyyah”, dua kitab yang sangat bermanfaat bagi pelajar yang hendak mempelajari qiroah sab`ah. Karena cinta dan perhatiannya pada al-Qur`an, beliau memerintahkan sejumlah qori untuk mengajar ilmu ini, beliau kawatir ilmu ini akan hilang jika tidak diajarkan terus.”

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Hasany kembali ke rahmatullah pada tahun 1304 H /1886 M setelah menghabiskan usianya di jalan Allah berkhidmat untuk agama-Nya. Beliau dimaqamkan di Madinah al-Munawwarah. Sangat amat besar jasa ulama ini dalam mempertahankan pegangan Ahlus Sunnah wal Jama`ah sehingga beliau dijadikan tempat gembong-gembong wahabi ahlul bughoh melepas geram dengan berbagai fitnah dan cacian.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah seorang ulama yang produktif. Selain melahirkan para ulama beliau juga menghasilkan karangan yang sangat banyak, diantaranya adalah: 1. Al-Futuhatul Islamiyyah;

2. Tarikh Duwalul Islamiyyah;

3. Khulasatul Kalam fi Umuri Baladil Haram;

4. Al-Fathul Mubin fi Fadhoil Khulafa ar-Rasyidin;

5. Ad-Durarus Saniyyah fi raddi ‘alal Wahhabiyyah;

6. Asnal Matholib fi Najati Abi Tholib;

7. Tanbihul Ghafilin Mukhtasar Minhajul ‘Abidin;

8. Hasyiah Matan Samarqandi;

9. Risalah al-Isti`araat;

10. Risalah I’raab Ja-a Zaidun;

11. Risalah al-Bayyinaat;

12. Risalah fi Fadhoilis Sholah;

13. Shirathun Nabawiyyah;

14. Syarah Ajrumiyyah;

15. Fathul Jawad al-Mannan;

16. Al-Fawaiduz Zainiyyah Syarah Alfiyyah as-Sayuthi;

17. Manhalul ‘Athsyaan; dll.

“ad-Durarus Saniyyah fir raddi alal Wahhabiyyah” (Mutiara-mutiara yang amat berharga untuk menolak faham Wahhabi). Inilah diantara kitab karangan Panutan kita Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan al-Hasany. Kitab inilah yang menyebabkan gerombolan wahabi marah dan murka dengan Sayyid Ahmad. Diantara isi kitab ini ialah penjelasan mengenai hukum ziarah ke maqbaroh Nabi Muhammad SAW, hukum tawassul, hukum istighotsah, hukum tabarruk (ngalap berkah), kesesatan wahabi, penolakan ulama terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab dan sejarah muncul dan perlakuan Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan mengatakan: "Abd al-Wahhab, bapak Muhammad bin abdul wahab adalah seorang yang salih dan merupakan seorang tokoh ahli ilmu, begitu juga dengan al-Syaikh Sulaiman. Al-Syaikh `Abd al-Wahhab dan al-Syaikh Sulaiman, keduanya dari awal ketika Muhammad mengikuti pengajarannya di Madinah al-Munawwarah telah mengetahui pendapat dan pemikiran Muhammad yang meragukan. Keduanya telah mengkritik dan mencela pendapatnya dan mereka berdua turut memperingatkan orang ramai mengenai bahayanya pemikiran Muhammad. [ tuqilan Sayyid Zaini Dahlan, al-Futuhat al-Islamiyah, Vol. 2, hlm. 357].

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan Dalam keterangan beliau yang lain dikatakan bahwa bapaknya `Abd al-Wahhab, saudaranya Sulaiman dan guru-gurunya telah dapat mengenali tanda-tanda penyelewengan agama (ilhad) dalam diri Muhammad yang didasarkan kepada perkataan, perbuatan dan tentangan Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap banyak persoalan agama. [Zaini Dahlan, al-Futuhat al-Islamiyah, Vol. 2, hlm. 357].

Dari Kitab ad-Durarus Saniyyah fir raddi alal Wahhabiyyah, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’i menulis: "Diantara sifat-sifat wahabi yang tercela ialah kebusukan dan kekejiannya dalam melarang orang berziarah ke makam dan membaca sholawat atas Nabi SAW, bahkan dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) sampai menyakiti orang yang hanya sekedar mendengarkan bacaan sholawat dan yang membacanya di malam Jum’at serta yang mengeraskan bacaannya di atas menara-menara dengan siksaan yang amat pedih.

Pernah suatu ketika salah seorang lelaki buta yang memiliki suara yang bagus bertugas sebagai muadzin, dia telah dilarang mengucapkan shalawat di atas menara, namun lelaki itu selesai melakukan adzan membaca shalawat, maka langsung seketika itu pula dia diperintahkan untuk dibunuh, kemudian dibunuhlah dia, setelah itu Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Perempuan-perempuan yang berzina di rumah pelacuran adalah lebih sedikit dosanya daripada para muadzin yang melakukan adzan di menara-menara dengan membaca shalawat atas Nabi. Kemudian dia memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya bahwa apa yang dilakukan itu adalah untuk memelihara kemurnian tauhid (kayaknya orang ini maniak atau menderita sindrom tertentu -red). Maka betapa kejinya apa yang diucapkannya dan betapa jahatnya apa yang dilakukanya ( mirip revolusi komunisme -red)."

Tidak hanya itu saja, bahkan diapun membakar kitab Dalailul Khairat (Kitab ini yang dibaca para pejuang Afghanistan sehingga mampu mengusir Uni Sovyet/Rusia, namun kemudian Wahabi mengirim Taliban yang akan membakar kitab itu -red.) dan juga kitab-kitab lainnya yang memuat bacaan-bacaan shalawat serta keutamaan membacanya ikut dibakar, sambil berkata apa yang dilakukan ini semata-mata untuk memelihara kemurnian tauhid.

Muhammad bin Abdul Wahhab juga melarang para pengikutnya membaca kitab-kitab fiqih, tafsir dan hadits serta membakar sebagian besar kitab-kitab tersebut, karena dianggap susunan dan karangan orang-orang kafir. Kemudian menyarankan kepada para pengikutnya untuk menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kadar kemampuannya, sehingga para pengikutnya menjadi biadab dan masing-masing menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kadar kemampuannya, sekalipun tidak secuil-pun dari ayat Al Qur’an yang dihafalnya.

Lalu ada seseorang dari mereka berkata kepada seseorang: “Bacalah ayat Al Qur’an kepadaku, aku akan menafsirkanya untukmu, dan apabila telah dibacakannya kepadanya maka dia menafsirkan dengan pendapatnya sendiri. Dia memerintahkan kepada mereka untuk mengamalkan dan menetapkan hukum sesuai dengan apa yang mereka fahami serta memperioritaskan kehendaknya di atas kitab-kitab ilmu dan nash-nash para ulama, dia mengatakan bahwa sebagian besar pendapat para imam keempat madzhab itu tidak ada apa-apanya.

Sekali waktu, kadang memang dia menutupinya dengan mengatakan bahwa para imam ke empat madzhab Ahlussunnah adalah benar, namun dia juga mencela orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Dan di lain waktu dia mengatakan bahwa syari’at itu sebenarnya hanyalah satu, namun mengapa mereka (para imam madzhab) menjadikan empat madzhab. Ini adalah kitab Allah dan sunnah Rasul, kami tidak akan beramal kecuali dengan berdasar kepada keduanya dan kami sekali-kali tidak akan mengikuti pendapat orang-orang Mesir, Syam dan India. Yang dimaksud adalah pendapat tokoh-tokoh ulama Hambaliyyah dan lainnya dari ulama-ulama yang menyusun buku-buku yang menyerang fahamnya.

Dan, dialah orang yang mengurangi keagungan Rasulullah SAW atas dasar memelihara kemurnian tauhid. Dia mengatakan bahwa Nabi SAW itu tak ubahnya :”Thorisy”. Thorisy adalah istilah kaum orientalis yang berarti seseorang yang diutus dari suatu kaum kepada kaum yang lain. Artinya, bahwa Nabi SAW itu adalah pembawa kitab, yakni puncak kerasulan beliau itu seperti “Thorisy” yang diperintah seorang amir atau yang lain dalam suatu masalah untuk manusia agar disampaikannya kepada mereka, kemudian sesudah itu berpaling (atau tak ubahnya seorang tukang pos yang bertugas menyampaikan surat kepada orang yang namanya tercantum dalam sampul surat, kemudian sesudah menyampaikannya kepada yang bersangkutan, maka pergilah dia. Dengan ini maka jelaslah bahwa kaum Wahabi hanya mengambil al Qur’an sebagian dan sebagian dia tinggalkan).

Diantara cara dia mengurangi ke-agungan Rasulullah SAW, ia pernah mengatakan : “AKU MELIHAT KISAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH, MAKA AKU DAPATI SEMESTINYA BEGINI DAN BEGINI”, dengan maksud menghina dan mendustakan Nabi SAW (seolah-olah mereka tahu waktu Nabi SAW membuat perjanjian itu –pen.) dan seterusnya masih banyak lagi nada-nada yang serupa yang dia ucapkan, sehingga para pengikutnya pun melakukan seperti apa yang dilakukannya dan berkata seperti apa yang diucapkannya itu.

Sehingga ada sebagian pengikutnya yang berkata : “SESUNGGUHNYA TONGKATKU INI LEBIH BERGUNA DARIPADA MUHAMMAD, KARENA TONGKATKU INI BISA AKU PAKAI UNTUK MEMUKUL ULAR, SEDANG MUHAMMAD SETELAH MATI TIDAK ADA SEDIKITPUN KEMANFA’ATAN YANG TERSISA DARINYA, KARENA DIA (RASULULLAH S A W) ADALAH SEORANG THORISY DAN SEKARANG SUDAH BERLALU”.

Sebagian ulama’ yang menyusun buku guna menolak faham ini mengatakan bahwa ucapan-ucapan seperti itu adalah “KUFUR” menurut ke empat madzhab, bahkan kufur menurut pandangan seluruh para ahli Islam.

Peringatan

Berhati-hatilah dengan fitnah yang dihembuskan oleh orang-orang Wahabi kepada al-Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Mereka menuduh al-`Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan sebagai tukang buat fitnah, rafidhi dan lain-lain lagi. Na’udzubillah. Apa yang mereka lakukan merupakan jarum halus musuh untuk menghancurkan kebenaran. Tujuan mereka menghembuskan fitnah atas Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Hasany adalah semata-mata untuk meruntuhkan sanad keilmuan dan pengetahuan para ulama kita bahkan ulama seluruh dunia, agar kebathilan mereka [Wahabi] diterima.

Apakah terbesit kita mengatakan para ulama kita seperti Syeikh Nawawi al-Bantani, syeikh Hasyim Asy’ari, Syeikh Muhammad Kholil (Mbah Khalil), Sayyid Utsman bin Yahya, Syeikh Utsman Sarawak, Syeikh Abdul Wahab Rokan, Syeikh Abdul Qadir al-Fathoni Syeikh Ahmad al-Fathoni, dan lain-lainnya itu berguru kepada seorang tukang fitnah?

Ingatlah dan renungkan dalam hati sanubari kita, apa jasa Muhammad bin Abdul Wahhab dengan kita atau dengan nenek datuk kita dibandingkan dengan jasa Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan para ulama Nusantara kita terdahulu.

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/biografi-sanad-syeikh-zaini-dahlan.html

Minggu, 04 Juli 2010

Masjid Agung, Ikon Kota Solo

Solo, All About Santri. Masjid kuno itu terletak di jantung pusat Kota Solo. Seperti pada umumnya di daerah Jawa, letaknya berdekatan dengan pusat pemerintahan, pasar (Klewer), dan alun-alun. Maka tak heran jika Masjid Agung yang menjadi kebanggaan warga kota Solo ini selalu ramai pengunjung, baik yang datang dari Solo maupun dari luar daerah.

Meski kini sudah berusia dua abad lebih sejak mulai didirikan oleh Raja Surakarta Paku Buwono III (PB III) pada tahun 1785 M atau menurut tahun Jawa tahun 1689, namun bangunan masjid masih terlihat kokoh. Setiap hari silih berganti umat Islam yang berkunjung ke sana untuk melakukan kewajiban sholat atau sekedar melihat masjid kuno tersebut.

Masjid Agung, Ikon Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung, Ikon Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)


Masjid Agung, Ikon Kota Solo

Keanggunan Masjid Agung Surakarta yang dulunya bernama Masjid Besar itu terletak pada bentuk bangunan dan keasliannya.

All About Santri

H Slamet Aby, ketua takmir masjid menuturkan, hampir pada umumnya bangunan masjid masih asli, meskipun sudah direnovasi, tapi tidak merubah keasliannya, khususnya pada bangunan soko guru, terangnya.

Bangunan seluruh pilar atau lainnya dari kayu jati yang berasal dari hutan Donoloyo (Alas Donoloyo) yang usianya sudah sangat tua. Yang menarik lagi, konon kubah Masjid itu pada zaman dulu dilapisi dengan emas murni seberat 7,5 Kg terdiri dari uang ringgit emas sebanyak 192 buah. Pemasangan lapisan kubah Masjid itu diprakarsai oleh Sri Susuhunan PB VII pada tahun 1878 atau tahun Jawa 1786 dengan condro sangkolo Rasa Ngesti Muji ing Allah.

All About Santri

Secara pengelolaan, Masjid Agung Surakarta yang dulunya milik Keraton Surakarta kini sudah menjadi milik umat Islam sejak tanggal 3 Juli 1962 oleh Menteri Agama ketika itu, KH Saifuddin Zuhri. Namun secara kultural, acara di Masjid Agung masih tetap ada kaitan dengan acara keraton.

Acara seperti Sekaten, Hari Besar Islam, Grebeg Mulud masih tetap berlangsung di Masjid Agung ungkap Slamet.

Selain itu keterkaitan antara Masjid Agung dan keraton juga tampak pada peran imam masjid yang juga menjabat sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Tafsir Anom. Saat ini jabatan tersebut dipegang oleh Muhammad Muhtaram, yang juga merupakan pengurus NU Solo.

Sedangkan untuk kegiatan yang ada di masjid agung, seperti kebanyakan masjid lainnya, masjid ini sering digunakan untuk pengajian dan acara peringatan Hari besar Islam. Salah satu pengajian yang tetap bertahan sampai sekarang, yakni pengajian Purnomo Sidi (setiap tanggal 15 kalender Qomariah), sudah berlangsung sejak zaman raja-raja terdahulu.

Karena beberapa hal itulah masjid ini menjadi salah satu ikon Kota Solo. Hubungannya dengan sejarah masa lampau serta fungsinya sebagai masjid keraton. Disamping itu, banyak pula wisatawan yang pergi ke Solo, menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid yang banyak memilik daya tarik ini.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42225/masjid-agung-ikon-kota-solo

All About Santri

Rabu, 16 September 2009

Cara Mencuci Kemaluan Dengan Benar dan Aman

Buang air kecil pada tempatnya, bung! All About Santri - Ketika kita mencuci dengan bersih, itu maknanya belum tentu cara kita kita benar. Setidaknya, kita harus memastikan diri atas kebersihan saat beristinja', terutama di bagian yang sulit dijangkau oleh air. Selain untuk menjaga kesehatan, hal itu juga penting untuk memastikan amal ibadah kita seusai dengan tuntunan Islam.

Cara Mencuci Kemaluan Dengan Benar dan Aman - All About Santri
Cara Mencuci Kemaluan Dengan Benar dan Aman - All About Santri


Cara Mencuci Kemaluan Dengan Benar dan Aman

Ketika Sayyidina Abu Bakar hendak menshalati jenazah seorang lelaki, tiba-tiba tersentak melihat suatu benda yang bergerak dari dalam kain kafan jenazah itu. Lalu ia menyuruh sabahat lain membukanya.

Alangkah terkejutnya, di dalam kain kafan tersebut ada seekor ular yang sedang melilit kepala kemaluan mayat lelaki itu. Spontan Sayyidina Abu Bakar langsung mencabut pedang, lalu menghampiri ular tersebut, membunuhnya.

Tetapi, ular itu tiba-tiba bisa berkata, "apa salahku, aku diutus Allah untuk menjalankan tugas yang diperintahkan". Setelah dilakukan penyelidikan, semasa hidupnya, ternyata lelaki itu tercatat suka menganggap ringan dan enteng ketika menyucikan kemaluannya setiap habis membuang air kecil.

Lalu, bagaimana cara membersihkan kemaluan setelah buang hajat? Lelaki dan perempuan tentu berbeda cara. Yang pasti, jangan asal basuh siram dengan air. Itu saja belum cukup. Bersih belum tentu suci. Baca caranya di bawah ini.

Cara menyucikan kemaluan bagi laki-laki:

Selepas membuang air kecil, disunahkan berdehem dua atau tiga kali supaya air kencing betul betul sudah habis keluar. Setelah itu, urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung beberapa kali sehingga tiada lagi air kencing yang berada dalam saluran. Kemudian basuhlah dengan air hingga bersih.

Cara menyucikan kemaluan bagi perempuan:

Apabila membasuh kemaluannya, pastikan dicucikan bahagian dalam dengan memasukan sedikit jari tengah dan diputar-putarkan sewaktu disiram air bersih. Bukan dengan hanya menyiram air saja. Jika dengan menyiram air saja, itu tidak membersihkan bagian dalam kemaluan wanita yang berbibir-bibir itu.

Catatan: Ketika membasuh air besar (berak), sangat dianjurkan memasukkan satu jari ke dalam dubur, diputar beberapa kali agar najis bisa keluar dari dinding dubur. Lakukan hal itu sambil menyiram dengan air hingga terasa najis benar-benar telah hilang dan bersih.

Sudah betulkan cara kita menyucikan kemaluan selama ini? Kalau masih belum benar, mari sama sama mempraktikkan. Ada ancaman yang dijanjikan bagi mereka yang tidak sempurna dalam menyucikan najiz ketika habis buang air besar maupun kecil. [All About Santri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/cara-mencuci-kemaluan-dengan-benar-dan-aman.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs All About Santri sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik All About Santri. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan All About Santri dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock